بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Mimpi para Nabi itu haq dan merupakan wahyu dari Allah Subhanahu wata’ala, banyak perintah dari Al-Qur’an yang diturunkan Allah kepada Nabi – Nabinya lewat mimpi seperti Nabi Ibrahim ketika diperintahkan untuk menyembelih puteranya Ismail dan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum mendapatkan wahyu telah ada syarat beliau akan diangkat menjadi Nabi dan Rasul dan itu datang lewat mimpi, makanya mengapa Jibril ketika datang kepada Rasulullah Jibril memeluk Nabi dengan kuat sampai Nabi merasakan payah dan beliau diperlakukan seperti itu sebanyak 3 kali, lalu apa hikmahnya mengapa Jibril memeluk Nabi seperti itu kata para ulama agar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tahu bahwasanya beliau sedang tidak mimpi dan yang datang kepadanya adalah malaikat Jibril dalam rupa aslinya, itulah mengapa beliau dipeluk dengan kuat agar beliau tahu bahwasanya ini bukan mimpi dan ini adalah kenyataan ketika pertama kali beliau menerima wahyu.

Kedua lelaki itu berkata:”Baik, kami akan mengabarkan kepadamu apa yang engkau lihat, adapun yang engkau lihat orang yang merobek mulutnya atau rahangnya sampai ke tekuknya adalah seorang lelaki yang pendusta atau pembohong dan kedustaannya itu sampai ke penjuru dunia atau kedustaannya tersebar dimana – mana“, ia melakukan kedustaan yang dampaknya dirasakan oleh banyak orang. Jadi ia terus merobek mulutnya sampai ke tekuknya hingga hari kiamat tiba, disini dapat dipahami bahwa ini kondisi orang – orang yang berada dialam barsakh atau jenis – jenis siksaan dialam kubur yang diperlihatkan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam,

Rasulullah memerintakan kita berlindung dari keburukan siksaan kubur sebagaimana doa yang diajarkan dalam hadist berikut:

وعن أَبي هريرة – رضي الله عنه – : أنَّ رسُولَ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – ، قَالَ : (( إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللهِ مِنْ أرْبَعٍ ، يقول : اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ ، وَمِنْ عَذَابِ القَبْرِ ، وَمِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا وَالْمَمَاتِ ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ المَسِيحِ الدَّجَّالِ )) . رواه مسلم .

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian bertasyahud, hendaklah ia meminta perlindungan kepada Allah dari empat perkara dengan mengucapkan, ‘ALLAHUMMA INNI A’UDZU BIKA MIN ‘ADZAABI JAHANNAM, WA MIN ‘ADZABIL QOBRI, WA MIN FITNATIL MAHYAA WAL MAMAAT, WA MIN SYARRI FITNATIL MASIIHID DAJJAAL’ (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari kejahatan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal)“. (HR. Muslim, no. 588).

Ada orang didalam kubur disiksa sampai hari kiamat diperlakukan seperti itu terus-menerus diantarannya para pendusta dan para pembohong yang menyebarkan kedustaan dimana –mana baik lewat lisannya secara langsung atau dengan tulisan, olehnya sebelum kita menyebarkan kabar atau berita apalagi berita itu menyangkut orang lain atau manusia secara umum periksa terlebih dahulu kemudian tabayyun dan tasabbuts, Allah Subhanahu wata’ala berfirman didalam Al-Qur’an:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. (QS. Al-Hujurat :06).

Jadi jika ada berita atau artikel sampai ke watsapp kita apalagi yang dibumbui akhir kalimatnya dengan tulisan selamatkan diri anda dengan sebar sms ini ke 20 orang jika tidak anda akan terkena musibah dan malapetaka, jadi jangan mudah percaya dengan berita yang tidak jelas.

Inilah bahaya dari perbuatan dusta apalagi jika menyangkut urusan manusia secara umum, sebagaimana contoh dusta yang pernah terjadi di zaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam yaitu tuduhan kepada ‘Aisyah Radhiyallahu anha istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam yang dituduh dan difitnah oleh orang – orang munafik hingga berita itu tersebar ke mana – mana sampai rumah tangga Rasulullah itu goyang sedang Allah Subhanahu wata’ala dengan hikmah yang diinginkannya tidak langsung menurunkan wahyu pada waktu itu untuk menjelaskan yang sebenarnya, hampir lebih 40 hari lamanya kota Madinah gempar dengan peristiwa tersebut sampai ‘Aisyah jatuh demam mendengar berita dusta itu, bahkan para sahabat Radhiyallahu ‘anhu jami’an saling berselisih diantara mereka sedangkan orang munafik juga tampil menjalankan misi perannya untuk menyerang keluarga dan pribadi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, Allah kemudian menurunkan ayat yang mensucikan dan membela ‘Aisyah Radhiyallahu anha dalam surah An Nur.

إِنَّ الَّذِينَ جَاءُوا بِالْإِفْكِ عُصْبَةٌ مِنْكُمْ لَا تَحْسَبُوهُ شَرًّا لَكُمْ بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَكُمْ لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ مَا اكْتَسَبَ مِنَ الْإِثْمِ وَالَّذِي تَوَلَّى كِبْرَهُ مِنْهُمْ لَهُ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar“. (QS. An-Nuur: 11)

Sama hal di zaman ini yang dikenal dengan hoax kita menyebarkan berita – berita dusta, olehnya hendaknya kita berhati – hati agar tidak mendapatkan balasan yang disebutkan dalam hadist diatas.

Adapun orang yang engkau lihat dihancurkan kepalanya:”Mereka adalah orang yang diajarkan oleh Allah Subhanahu wata’ala Al-Qur’an namun dia hanya tidur diwaktu malam dan dia tidak mengamalkan kandungannya diwaktu siang dia melalaikan kewajiabannya kepada Allah Subhanahu wata’ala, ini senada dengan hadist Nabi yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu yang setiap kali beliau meriwayatkannya beliau jatuh pingsan, beliau tidak sanggup dan kuasa menahan betapa dahsyatnya hadist tersebut dan ketika beliau menyampaikannya hadist itu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ فَقَالَ لَهُ نَاتِلُ أَهْلِ الشَّامِ أَيُّهَا الشَّيْخُ حَدِّثْنَا حَدِيثًا سَمِعْتَهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ نَعَمْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ أَوَّلَ النَّاسِ يُقْضَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَيْهِ رَجُلٌ اسْتُشْهِدَ فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا قَالَ فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا قَالَ قَاتَلْتُ فِيكَ حَتَّى اسْتُشْهِدْتُ قَالَ كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ قَاتَلْتَ لِأَنْ يُقَالَ جَرِيءٌ فَقَدْ قِيلَ ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى أُلْقِيَ فِي النَّارِ وَرَجُلٌ تَعَلَّمَ الْعِلْمَ وَعَلَّمَهُ وَقَرَأَ الْقُرْآنَ فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا قَالَ فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا قَالَ تَعَلَّمْتُ الْعِلْمَ وَعَلَّمْتُهُ وَقَرَأْتُ فِيكَ الْقُرْآنَ قَالَ كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ تَعَلَّمْتَ الْعِلْمَ لِيُقَالَ عَالِمٌ وَقَرَأْتَ الْقُرْآنَ لِيُقَالَ هُوَ قَارِئٌ فَقَدْ قِيلَ ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى أُلْقِيَ فِي النَّارِ وَرَجُلٌ وَسَّعَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَأَعْطَاهُ مِنْ أَصْنَافِ الْمَالِ كُلِّهِ فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا قَالَ فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا قَالَ مَا تَرَكْتُ مِنْ سَبِيلٍ تُحِبُّ أَنْ يُنْفَقَ فِيهَا إِلَّا أَنْفَقْتُ فِيهَا لَكَ قَالَ كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ فَعَلْتَ لِيُقَالَ هُوَ جَوَادٌ فَقَدْ قِيلَ ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ ثُمَّ أُلْقِيَ فِي النَّارِ

Dari hadapan Abu Hurairah, setelah itu Natil, seorang penduduk Syam, bertanya:“Wahai Syaikh, ceritakanlah kepada kami hadits yang pernah kamu dengar dari Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam!” dia menjawab:”Ya, saya pernah mendengar Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Pertama: “Sesungguhnya manusia yang pertama kali dihisap pada hari Kiamat ialah seseorang yang mati syahid, lalu diperlihatkan kepadanya kenikmatan sehingga ia mengetahuinya dengan jelas, lantas Dia bertanya: ‘Apa yang telah kamu lakukan di dunia wahai hamba-Ku? Dia menjawab: ‘Saya berjuang dan berperang demi Engkau ya Allah sehingga saya mati syahid.’ Allah berfirman: ‘Dusta kamu, sebenarnya kamu berperang bukan karena untuk-Ku, melainkan agar kamu disebut sebagai orang yang berani. Kini kamu telah menyandang gelar tersebut.’ Kemudian diperintahkan kepadanya supaya dicampakkan dan dilemparkan ke dalam neraka.

Kedua: Dan didatangkan pula seseorang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya, lalu diperlihatkan kepadanya kenikmatan sehingga ia mengetahuinya dengan jelas, Allah bertanya: ‘Apa yang telah kamu perbuat? ‘ Dia menjawab, ‘Saya telah belajar ilmu dan mengajarkannya, saya juga membaca Al Qur’an demi Engkau.’ Allah berfirman: ‘Kamu dusta, akan tetapi kamu belajar ilmu dan mengajarkannya serta membaca Al Qur’an agar dikatakan seorang yang mahir dalam membaca, dan kini kamu telah dikatakan seperti itu, kemudian diperintahkan kepadanya supaya dia dicampakkan dan dilemparkan ke dalam neraka.

Ketiga: Dan seorang laki-laki yang di beri keluasan rizki oleh Allah, kemudian dia menginfakkan hartanya semua, lalu diperlihatkan kepadanya kenikmatan sehingga ia mengetahuinya dengan jelas.’ Allah bertanya: ‘Apa yang telah kamu perbuat dengannya..? dia menjawab, ‘Saya tidak meninggalkannya sedikit pun melainkan saya infakkan harta benda tersebut di jalan yang Engkau ridlai.” Allah berfirman: ‘Dusta kamu, akan tetapi kamu melakukan hal itu supaya kamu dikatakan seorang yang dermawan, dan kini kamu telah dikatakan seperti itu.’ Kemudian diperintahkan kepadanya supaya dia dicampakkan dan dilemparkan ke dalam neraka.”  (HR. Muslim).

Allah Subhanahu wata’ala menyebutkan didalam Al-Qur’an fir’aun bersama dengan keluarganya diazab dialam kubur atau dialam barsakh dan ketika kiamat tiba maka dimasukkanlah fir’aun dan keluarganya ke dalam neraka dengan azab yang pedih, jadi siksaan dialam kubur itu tidak ada apa – apanya dibandingkan dengan siksaan yang menanti – nanti dihari kemudian makanya orang – orang kafir mereka mendapatkan siksaan dialam barsakh sehingga mereka meminta kepada Allah dengan berkata:”Ya Allah jangan datangkan hari kiamat”, karena mereka yakin apa yang mereka dapatkan dihari kiamat nanti ketika sangkakala ditiup itu lebih dahsyat atau lebih perih dari apa yang mereka dapatkan dialam barsakh, mengapa mereka yakin bahwasanya azab dihari kemudian itu lebih pedih karena ketika mereka hidup di dunia mereka mendustakan azab kubur, mereka mendustakan hukuman dialam barsakh apalagi yang namanya hukuman dihari kemudian dan ketika mereka dimasukkan dialam kebur dan ternyata mereka mendapatkan azab dialam barsakh mereka berkata:”Jika saja ini nyata dan kita merasakannya tentu yang ada didepan kita ini bukanlah kedustaan”. Mereka baru yakin dan baru tahu sehingga mereka berkata:”Ya Allah jangan datangkan hari kiamat“.

Adapun orang beriman mereka mendapatkan kenikmatan di dalam kuburnya karena kata Nabi:“Kuburan itu jika bukan taman dari taman – taman surga maka dia adalah lembah dari lembah neraka”, orang yang beriman didalam kubur yang mendapatkan nikmat berkata:”Ya Allah segerakan hari kiamat”, karena dia tidak sabar lagi untuk bertemu dengan keluarganya, bertemu dengan sahabatnya orang – orang sholeh yang ia tinggalkan dulu didunia.

Wallahu A’lam Bish Showaab



Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Sabtu, 30 Dzulhijjah 1438 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.