بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

  1. Nasehat Rasulullah Kepada Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

عبْد الله بن عَبّاسٍ -رَضِي اللهُ عَنْهُما- قالَ: كُنْتُ خَلْفَ النَّبِيِّ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- يَوْمًا، فَقَالَ: ((يَا غُلاَمُ، إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ؛ احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوِ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَكَ، وَإِنِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ الأَقْلاَمُ وَجَفَّتِ الصُّحُفُ))

Abdullah bin ‘Abbas –radhiyallahu ‘anhuma– menceritakan, suatu hari saya berada di belakang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau bersabda, “Nak, aku ajarkan kepadamu beberapa untai kalimat: Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya kau dapati Dia di hadapanmu. Jika engkau hendak meminta, mintalah kepada Allah, dan jika engkau hendak memohon pertolongan, mohonlah kepada Allah. Ketahuilah, seandainya seluruh umat bersatu untuk memberimu suatu keuntungan, maka hal itu tidak akan kamu peroleh selain dari apa yang telah Allah tetapkan untukmu. Dan andaipun mereka bersatu untuk melakukan sesuatu yang membahayakanmu, maka hal itu tidak akan membahayakanmu kecuali apa yang telah Allah tetapkan untuk dirimu. Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering”.

Allah menanamkan sebuah aqidah yang menjadi pelajaran untuk kita sekalian yang barangsiapa mengamalkannya maka akan mendapatkan kebahagian didunia dan akhirat yaitu menyerahkan segala urusan kita kepada Allah Subhanahu wata’ala.

Sahabat yang mulia Abdullah Ibnu Shamit Radhiyallahu ‘anhu pernah berkata:”Engkau tidak akan merasakan nikmatnya kehidupan sampai engkau menyakini apa yang telah ditetapkan untukmu maka tidak akan ada yang mampu untuk menghalanginya dan apa yang bukan untukmu maka tidak akan ada yang mampu memberikannya“.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kita agar semata mata berdoa dan bertawakkal kepadanya karena kita adalah hamba yang lemah, Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ

Wahai manusia sesungguhnya kalian adalah orang yang fakir yang butuh kepada Allah. dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji“.(QS. Fathir :15)

Allah maha kuasa atas segala sesuatunya yang jika menghendaki sesuatu cukup dengan mengatakan “Kun fayakun”, maka jadilah, oleh karenanya sebagai orang yang beriman kepada Allah Subhanahu wata’ala hendaknya menjadikan permohonan dan doa kepada Allah sebagai senjata utama sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wata’ala:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”. (QS. Al-Baqarah : 186).

2. Kisah Doa Para Nabi Dikabulkan Oleh Allah Subhanahu wata’ala

Allah Subhanahu wata’ala mengabadikan kisah – kisah pilihan dan orang – orang sholeh dari kalangan para Nabi dan Rasul, mereka adalah orang yang paling dekat dengan Allah dan mendapatkan wahyu dari Allah dan hal itu tidaklah menjadikan lupa kepada Allah bahkan mereka senantiasa memohon dan berdoa kepada Allah Subhanahu wata’ala dengan penuh keyakinan bahwasanya Allah akan senantiasa memberikan pertolongan kepada hambanya yang meminta dan berdoa.

Ketika Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dilemparkan dalam api yang membara dimana raja yang dzalim memerintahkan prajuritnya untuk mengumpulkan kayu bakar selama kurang lebih sebulan lamanya yang andaikan ada seekor burung yang lewat diatas api tersebut  maka ia akan jatuh terpanggang kepanasan dan ketika Nabi Ibrahim dilemparkan dalam api tersebut dengan menggunakan pelontar dari jarak yang jauh ketika beliau berada diatas udara maka datanglah jibril menawarkan bantuan kepadanya. Jibril berkata:”Ibrahim adakah yang bisa saya bantu”, namun dengan penuh keyakinan kepada Allah Subhanahu wata’ala, Nabi Ibrahim kemudian berkata:”Adapun kepdamu wahai jibril aku tidak membutuhkan bantuanmu adapun kepada Allah:” “Hasbunallah wani’mal wakiil” (Cukuplah Allah menjadi penolong bagiku dan kepadanyalah aku bertawakkal)”, dan seketika Allah menurunkan perintah kepada api yang tabiatnya adalah membakar untuk menjadi dingin dan sejuk dan memberikan keselamatan kepada Nabi Ibrahim ‘alaihissalam.

Begitu pula Nabi Musa ‘alahissalam ketika beliau membawa kaumnya Bani Israil meninggalkan kota mesir dan dikejar oleh fir’aun dan bala tentaranya beliau diperhadapkan pada lautan yang sangat luas dan ketika menengok bersama kaumnya kebelakang fir’aun dan bala tentaranya bersiap untuk kemudian menangkap mereka akan tetapi dengan penuh keyakinan setelah sahabat – sahabat Musa  dengan penuh kekhawatiran berkata kepada Musa ‘alaihissalam :“Mereka akan mendapati kita wahai musa” namun dengan penuh keyakinan kepada Allah Subhanahu wata’ala berkata:”Sekali-kali tidak, saya memiliki tuhan yang akan memberikan petunjuk kepadaku dari apa yang aku lakukan“.

Kata ulama tafsir belum selesai perkataan Nabi Musa ‘alaihissalam maka turunlah wahyu dan perintah dari Allah untuk Nabi Musa ‘alaihissalam memukulkan tongkatnya kelautan,lautan kemudian terbelah atas izin Allah, Allah kemudian menyelamatkan Nabi Musa dan Bani Israil dan menenggelamkan fir’aun serta bala tentaranya sebagaimana yang diabadikan didalam al-Qur’an:

Demikianlah kami selamatkan jazadmu untuk menjadi pelajaran bagi manusia setelahmu

Mari kita menjadikan ibrah untuk senantiasa memohon dan meminta hanya kepada Allah dimana doa adalah senjata bagi orang – orang yang beriman bahkan doa merupakan bentuk ibadah kepada Allah sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

الدعاء هو العبادة

“Do’a adalah sesuatu yang sangat mendasar dalam ibadah”. (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan selainnya, dishahihkan Al-Albani)

Allah Subhanahu wata’ala marah jika hambanya tidak berdoa dan meminta kepadanya  sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Barangsiapa yang tidak meminta kepada Allah, maka Allah akan memurkainya”. (Sunan At-Tirmidzi, bab Do’a 12/267-268).

Allah berfirman:

وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang“.(QS. Al Anbiya: 83)

Baliau tertimpa penyakit dan musibah sampai ia di kucilkan oleh keluarganya, hartanya habis dan anaknya mati satu persatu sehingga dia tidak diperdulikan oleh siapapun kecuai istri beliau yang setia menemaninya akan tetapi beliau tidak pernah berputus asa dari penyakit yang dia derita beliau mengetuk pintu langit sembari berdoa kepada Allah Subhanahu wata’ala:

فَاسْتَجَبْنَا لَهُ فَكَشَفْنَا مَا بِهِ مِنْ ضُرٍّ ۖ وَآتَيْنَاهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَذِكْرَىٰ لِلْعَابِدِينَ

Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah“. (QS. Al Anbiya : 84).

Bahkan Allah memerinthakan Nabi Ayyub untuk mengentakkan kakinya diatas bumi maka muncratlah air yang dingin beliau diperintahkan untuk minum dan mandi darinya setelah itu dengan kuasa Allah beliau disembuhkan oleh Allah Subhanahu wata’ala dari penyakit yang ia derita.

Dalam Al-Qur’an Allah mengisahkan kisah Nabi Yunus Ibnu Matta ketika beliau meninggalkan kaumnya dalam keadaan marah beliau naik diatas perahu dan ketika berada ditengah lautan tiba-tiba datanglah badai yang sangat besar dan angin yang sangat besar maka mereka bersepakat untuk meringankan beban perahu tersebut mereka saling mengundi dan yang jatuh giliran adalah Nabi Yunus untuk dikeluarkan diatas perahu dan ini adalah pengaturan dari Allah Subhanahu wata’ala dan ketika beliau keluar dari perahu, Allah mengirim seekor ikan besar untuk menelan Nabi Yunus ‘alaihissalam sebagaimana yang disebutkan didalam Al-Qur’an, ketika beliau berada dalam perut ikan besar tersebut dan melihat dirinya masih hidup, Allah Subhanahu wata’ala menggambarkan didalam Al-Qur’an  beliau kemudian berdoa pada 3 kegelapan. Kegelapan laut, kegelapan perut ikan, kegelapan malam namun Allah maha mendengar permohonan hambanya ketika beliau berkata:

لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim“. (QS. Al Anbiya : 87).

Malaikat kemudian berkata Ya Rabb kami mendengar rintihan dari seorang hamba yang kami kenal suaranya namun kami tidak mengetahui dimana ia berada Allah kemudian berkata itu adalah permohanan doa dari hambaku Yunus bin Matta, selamatkan dia dan kelaurkan dia dari perut ikan, dengan izin dari Allah Subahnahu wata’ala beliau kemudian diselamatkan.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ ۗ أَإِلَٰهٌ مَعَ اللَّهِ ۚ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ

Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepadanya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi ? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu menginga(Nya)”. (QS. An-Naml/27 : 62).

3. Kesimpulan:

Marilah senantiasa untuk berdoa dan memohon kepada Allah Subhanahu wata’ala karena doa yang dipanjatkan tidak akan disia siakan oleh Allah Subhanahu wata’ala dalam hadist yang shahih, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam Menyebutkan bahwa doa yang dipanjatkan oleh seorang hamba tidak terlepas dari 3 kemungkinan:

  1. Langsung dikabulkan sebagaimana yang ia minta
  2. Dipalingkan dari marah bahaya sebagaimana apa yang ia minta
  3. Disimpankan untuknya pada hari kiamat sehingga menjadi pahala yang besar yang ketika ia melihat pahala yang besar tersebut pada hari kiamat ia pun berkata:”Aduhai andaikan semua doaku tidak dikabulkan oleh Allah ketika didunia”.

Mari kita senantiasa berbaik sangka kepda Allah dan jangan berburuk sangka kepada Allah karena sesungguhnya Allah cinta kepada hamba hambanya.

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui“. (QS. Al-Baqarah: 216).

Wallahu A’lam Bish Showaab


Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Rabu, 27 Sya’ban 1438 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE :  http://line.me/ti/p/%40nga7079p

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.