بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Bilal bin Rabah dinikahkan oleh saudara perempuan Abdurahman bin Auf Radhiyallahu ‘anhu. Abdurahman bin Auf Radhiyallahu ‘anhu adalah salah seorang sahabat yang mulia merupakan pemuka Quraisy hal ini menunjukkan bagaimana persaudaraan sesama muslim tidaklah mengenal suku dan penampilan.

  1. Menjadi Pelayan Rasulullah 

Bilal bin Rabah berkhitmah kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, sebelum beliau hijrah ke madinah dan diangkat menjadi muadzin, beliau bermulazamah kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam,  beliau melayani Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dengan mengantarkan air wuduh, menyiapkan tempat sholat, membawa siwak, membawa sandal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau juga menjadi murid Rasulullah secara langsung, bagi Bilal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bagai ayah dan saudara yang dengannya ia mendapatkan hidayah darinya.

Katika Abu Dzar bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam:”Siapakah yang perama kali mengikuti anda ya Rasulullah ketika pertama kali anda mendakwahkan islam”, Beliau menjawab:”Seorang lelaki dewasa (Abu bakar As shiddiq), seorang perempuan (Khadijah binti khuwailid) hamba (bilal bin rabah), seorang pemuda anak kecil (Ali bin Abi Thalib”. Hal ini menunjukkan bahwasanya Bilal bin Rabah selalu bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

2. Allah Memuji Bilal 

Allah Subhanahu wata’ala memuji Bilal dalam Al-Qur’an dan sekaligus menegur Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, ketika Rasulullah berkumpul dengan para sahabat orang – orang quraisy gengsi duduk dimajelis Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, jika dalam majelis terdapat sahabat yang lemah, Orang Quraisy berkata kepada Rasulullah:”Ya Muhammad kami bisa duduk dimajelismu, engkau bisa menyampaikan kepada kami apa yang engkau inginkan, akan tetapi usir semua orang –orang lemah bekas budak”, orang Quraisy tidak mau jika dalam majelis tersebut ada Bilal bin Rabah dan sahabat lain yang lemah dan bekas budak . Allah Subhanahu wata’ala menjawab perkataan orang Quraisy, Allah berfirman:

وَلَا تَطْرُدِ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ مَا عَلَيْكَ مِنْ حِسَابِهِمْ مِنْ شَيْءٍ وَمَا مِنْ حِسَابِكَ عَلَيْهِمْ مِنْ شَيْءٍ فَتَطْرُدَهُمْ فَتَكُونَ مِنَ الظَّالِمِينَ

“Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan petang hari, sedang mereka menghendaki keridhaan-Nya. Kamu tidak memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatan mereka dan merekapun tidak memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan kamu (berhak) mengusir mereka, (sehingga kamu termasuk orang-orang yang zalim)”.(QS. Al – An’am :52)

Allah Subhanahu wata’ala lebih memuliakan Bilal bin Rabah dan para sahabat Rasulullah yang ikut dalam majelis Rasulullah sekalipun mereka adalah orang yang lemah dan miskin. Sedangkan Allah mencela orang – orang kafir Quraisy yang sombong mengusir para sahabat yang duduk dimajelis Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Allah berfirman:

وَكَذَٰلِكَ فَتَنَّا بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لِيَقُولُوا أَهَٰؤُلَاءِ مَنَّ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنْ بَيْنِنَا ۗ أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَعْلَمَ بِالشَّاكِرِينَ

Dan demikianlah telah Kami uji sebahagian mereka (orang-orang kaya) dengan sebahagian mereka (orang-orang miskin), supaya (orang-orang yang kaya itu) berkata: “Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah Allah kepada mereka?” (Allah berfirman): “Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepada-Nya)?”. (QS. Al – An’am :53).

3. Bilal Dirindukan Surga Dengan Air Wudhu

Dalam sebuah perang, Bilal bin Rabah berhasil membunuh bekas majikannya yang menyiksanya dengan siksaan keras yang bernama Umayyah Ibnu Khalaf sebagai balasan atas kedzaliman yang ia pernah lakukan kepada Bilal bin Rabah. Bilal bin Rabah masih hidup namun telah dirindukan oleh surga. Rasulullah pernah menyampaikan langsung kepada Bilal, dimana suatu ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bermimpi dan mimpi para Nabi adalah benar, Rasulullah heran dan takjub kemudian bertanya:”Ya Bilal amalan apakah yang engkau lakukan sehingga saya bermimpi,  saya masuk kedalam surga dan saya mendengarkan suara langkahmu disurga”. , Bilal kemudian berkata:”Ya Rasulullah, saya orang yang tidak banyak mengerjakan sholat , puasa, sedekah namun tidaklah saya berwuduh diwaktu siang dan waktu malam melainkan setelahnya saya sholat 2 rakaat”.

Hal ini menunjukkan bahwasanya Bilal bin Rabah tidak pernah batal wuduhnya, beliau senantiasa dalam keadaan suci, ini adalah sunnah dimana Rasulullah pernah ditanya:”Apa bekal mu untuk menghadapi kematian”, Beliau menjawab:”Tidaklah wuduh saya batal melainkan saya berwuduh karena kematian kapan saja bisa mendatangiku”, ia ingin berjumpa dengan Allah dalam keadaan suci, oleh karenanya peliharahlah wudhu – wudhu kita sehingga malaikat akan senantiasa menjaga kita dan syaithan menjauh. Inilah menjadi sebab Langkah –langkah Bilal didengar oleh Rasulullah didalam surga.

4. Kisah Azan Pertama Bilal

Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam hijrah ke madinah bersama para sahabat maka ditetapkanlah sholat pada tahun 2 hijriyah kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dan disyariatkan pula sholat berjama’ah.

Ibnu Umar menceritakan bahwasanya ketika waktu sholat  telah masuk, para sahabat berdatangan ke masjid tanpa ada komando, mereka telah mengetahui waktu – waktu sholat, sehingga Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian berfikir bagaimana memberitahukan kepada para sahabat akan masuknya waktu sholat, bermusyawarahlah Rasulullah dengan para sahabatnya, diantara sahabat ada yang mengatakan:”Ya Rasulullah, bagaimana ketika masuk waktu sholat ditancapkan bendera sehingga yang melihatnya dari kejauhan itu tahu bahwa sholat telah tiba agar mereka segera ke masjid”, Sahabat lain mengatakan:”Ya Rasulullah, kita bunyikan lonceng untuk mengingatkan kaum muslimin akan masuknya waktu sholat”,  Rasulullah berkata:”Ini kebiasaan orang – orang nasrani”,

Faedah : Rasulullah senantiasa menyelisihi orang – orang yahudi dan nasrani. Menyelisihi orang – orang yahudi dan nasrani adalah bagian dari ibadah.

Sebagian sahabat ada yang berkata:”Kita bunyikan terompet”, Rasulullah menjawab:”Ini kebiasaan orang –orang yahudi oleh karenanya jauhkan diri kita dari terompet”, setelah mereka memberikan solusi dan jawaban, maka kembalilah para sahabat dan ada salah seorang sahabat Abdullah bin Zaid yang galau sebagaimana kegalauan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, sahabat ini pulang kerumahnya dan ternyata ia bermimpi didatangi oleh salah seorang lelaki lalu mengajarkan kepadanya azan, ke’esokan harinya datanglah ia kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, ia berkata:”Ya Rasulullah, saya semalam bemimpi dan saya didatangi oleh seorang lelaki dan mengajarkan kepada saya lafadz ini (Lafadz azan)”,

Rasulullah takjub dan berkata kepada Abdullah bin Zaid:”Ajarkan kalimat itu kepada Bilal, karena sesungguhnya Bilal lebih jernih dan merdu suaranya darimu”, dan ketika Bilal bin Rabah mengumandangkan azan untuk pertama kalinya setelah diajar oleh Abdullah bin Zaid maka datanglah Umar Radhiyallahu anhu beliau menyeret pakaiannya terburu – buru mendatangi Rasulullah dengan berkata:”Ya Rasulullah, apa yang dilakukan oleh Bilal dengan azan barusan saya sudah melihat dalam mimpiku kurang lebih 20 malam yang lalu”, ternyata Umar telah melihat dalam mimpinya, mendengar tersebut Rasulullah kemudian bersyukur dan bergembira dan sekaligus merupakan persetujuan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, sehingga menjadi syiar bagi kaum muslimin, setiap kali masuk waktu sholat dikumandnagkan azan”.

Pada saat itulah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menjadikan Bilal bin Rabah sebagai muadzin beliau yang setiap kali masuk waktu sholat beliau naik diatas menara atau tempat yang tinggi untuk mengumandangkan azan, dan setiap waktu sholat Bilal senantiasa menemui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam  untuk mengingatkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam masuknya waktu sholat. Apatahlagi ketika beliau terlambat ke tempat untuk memimpin para sahabat karena suatu udzur.

5. Bilal dan Rasulullah Menangis 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah ditunggu oleh para sahabat lalu beliau tidak keluar dari rumahnya, Bilal kemudian masuk dan menemui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam keadaan menangis , beliau mengatakan:”Ya Rasulullah, As Sholah”, tetapi  Rasulullah menangis dan berkata kepada Bilal :”Ya Bilal, sungguh semalam diturunkan kepadaku satu ayat, sungguh celaka orang yang membacanya namun ia tidak mentadabburinya”. 

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka“. (QS. Ali Imran: 190-192).

Bilal Radhiyallahu ‘anhu dimuliakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bahkan beliau menjadi  kepercayaan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dan tidaklah ada sebuah peperangan melainkan Bilal bin Rabah bersama dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Berlanjut (Muadzin Pertama (Sesi 3))

Wallahu A’lam Bish Showaab


Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Rabu, 09 Dzulqaidah  1438 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE :  http://line.me/ti/p/%40nga7079p

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.