Berkata salah seorang salaf  “sungguh celaka orang yang meninggalkan dunia ini namun ia belum merasakan kelezatannya, apakah kelezatan dunia itu ? dialah dzikrullah mengingat Allah dan berdua-duaan dengan Allah subhanahu wata’ala “.

Inilah penyebab Allah menyelamatkan seseorang dari laknat yang dimaksud dengan laknat adalah ketika seseorang dijauhkan dan diusir dari rahmat Allah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 “Dunia itu terlaknat dan segala yang terkandung di dalamnya pun terlaknat, kecuali orang yang berdzikir kepada Allah, yang melakukan ketaatan kepada-Nya, seorang ‘alim atau penuntut ilmu syar’i.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah. Dalam Shohihul Jami’, Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini hasan).

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Jika kamu melewati taman-taman surga, maka singgahlah dengan senang.” Para sahabat bertanya,”Apakah taman-taman surga itu?” Beliau menjawab,”Halaqah-halaqah (kelompok-kelompok) dzikir.” [HR Tirmidzi, no. 3510 dan lainnya. Lihat Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah, no. 2562]

Umar Bin Khattab Radiyallahu anhu berkata :

 “Hitung-hitunglah (amal) diri kalian sebelum kalian dihitung ! Timbanglah (amal) diri kalian sebelum kalian ditimbang ! Perhitungan kalian kelak (di akherat) akan lebih ringan dikarenakan telah kalian perhitungkan diri kalian pada hari ini (di dunia). Berhiaslah (persiapkanlah) diri kalian demi menghadapi hari ditampakkannya amal. Pada hari itu kalian dihadapkan (kepada Rabb kalian), tiada sesuatupun dari keadaan kalian yang tersembunyi (bagi Allah). [HR. At-Tirmidzi]..

Peserta Kajian Rutin Masjid Nurul Hikkmah
Peserta Kajian Rutin Masjid Nurul Hikkmah

Diantara amalan yang menyebabkan seseorang selamat dari jilatan api neraka .

Nabi Muhammad Shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena merasa takut kepada Allah sampai susu [yang telah diperah] bisa masuk kembali ke tempat keluarnya.”  ( HR. Tirmidzi no. 1633)

Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah pada hari ketika tidak ada naungan kecuali naungan-Nya; …. dan [7] seorang yang mengingat Allah di kala sendirian sehingga kedua matanya mengalirkan air mata (menangis).” HR. Bukhari [629] dan Muslim [1031]

Dan sabda beliau Shallallâhu ‘alaihi wa sallam

Ada dua buah mata yang tidak akan tersentuh api neraka; mata yang menangis karena merasa takut kepada Allah, dan mata yang berjaga-jaga di malam hari karena menjaga pertahanan kaum muslimin dalam [jihad] di jalan Allah.”( HR. Tirmidzi [1639], disahihkan Syaikh Al-Albani dalam Sahih Sunan At-Tirmidzi [1338] )

Rasulullah bersabda “ Tidaklah berkumpul debu dijalan Allah dengan azabnya neraka jahannam”Karna debu ada yang menjadi penyebab ketaatan kepada Allah subhanahu wata’ala” .

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” (HR. Ahmad 5: 363. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilali berkata bahwa sanad hadits ini shahih.

Sofyan at tsaury “Melarang seseorang berkhalwat walaupun mengajarkan surah Al Fatihah“. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang diriwayatkan dari Usamah Bin Zaid. Beliau bersabda:

Aku tidak meninggalkan satu fitnah pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita.” (HR. Bukhari: 5096 dan  Muslim: 2740).

Kehancuran bani israil disebabkan karna fitnah wanita

Peserta Kajian Rutin Masjid Nurul Hikkmah
Peserta Kajian Rutin Masjid Nurul Hikkmah

Kisah indah Seorang Sahabat Yang takut kepada Allah

Kisah yang diceritakan  abu nu’aim Radiyallahu anhu” seorang yang ada dimadinah bernama tsalabah bin Abdirrahman , suatu hari beliau memerintahkan untuk suatu urusan dikota madinah tsalabah bin abdirrahman ditengah jalan tiba tiba menengok kepada 2 rumah dan matanya itu terjatuh pada seorang wanita yang auratnya tersingkap tidak sengaja menengok, lihatlah bagaimana rasa takutnya kepada Allah, ketika beliau tidak sengaja kemudian beliau malu kembali kepada nabi shallallahu ‘alaihi wasallam

Beliau mengasingkan diri disebuah lembah kurang lebih 1 bulan Rasulullah kehilangan tsalabah , beliau kemudian bertanya kepada para sahabat kenapa tsalabah sampai sekarang belum kembali, beliau kemudian mengutus beberapa sahabat mencari dia berangkatlah sahabat yang mulia den beberapa orang bersamanya dan ketika mereka tiba disebuah lembah kemudian bertemu dengan seorang pengembala dan berkata apakah engkau mengenal seorang pengembala yang ciri cirinya seperti ini, kemudian ia menjawab ‘ ia saya mengenal orang tersebut hampir setiap malam ia datang kepada kami dan meminum susu pengembala kami kemudian ia kembali ke tempatnya dan meneruskan tangisannya, keadaanya sudah sangat memperihatinkan badannya kurus kering, sahabat bertanya Wallahi kami tidak mengetahui tentang tangisannya maukah engkau menunjukkan kepada kami dimana ia berada, berangkatlah para sahabat menemui tsalabah dan ketika ia dilihat dalam keadaan menangis sahabat berkata ya tsalabah engkau telah dicari oleh Rasululllah shallallahu ‘alaihi wasallam mengapa engkau tidak kunjung kembali , tsalabah kemudian bertanya ya Umar apakah Allah menurunkan ayat tentang diriku apakah nabi menyebutku termasuk sebagai orang munafik akhirnya tsalabah terus berkata demikian dan ia tidak mau kembali kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam maka kembalilah para sahabat kepada Rasulullah dan melaporkan kepada rasulullah tentang tsalabah, kemudian Rasulullah pergi menemui tsalabah dengan kondisi yang lemah nabi kemudian membaringkan tsalabah dipangkuannya kemudian Rasulullah berkata ya tsalabah apa yang terjadi denganmu kemudian Tsalabah berkata “ ya Rasulullah Apakah Allah menurunkan ayat tentang diriku ya Rasulullah apakah saya termasuk orang munafik ya Rasulullah kemudian nabi mengatakan tidak ya tsalabah apa yang engaku inginkan ya tsalabah , ya Rasulullah aku takut kepada Allah subhanahu wata’ala , kondisi tsalabah kemudian semakin parah dan akhirnya beliau meninggal dipangkuan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam nabi kemudian memerintahkan para sahabat untuk mengurus jenasahnya dan ketika dibawa ke pemakaman nabi kemudian berjalan berjinjit jinjit, Umar kemudian berkata ya Rasulullah mengapa anda berjalan seperti ini padahal jalan ini dibuka untuk anda Rasulullah kemudian berkata wahai umar apakah engkau tidak tahu banyak malaikat yang turun untuk menyaksikan jenasahnya tsalabah sebagai bentuk penghormatan yang menjaga batasan batasan Allah subhanahu wata’ala.

Peserta Kajian Rutin Masjid Nurul Hikkmah
Peserta Kajian Rutin Masjid Nurul Hikkmah

Inilah bentuk rasa takut kepada Allah yang disebut dengan muraqabatullah.

Jika engkau bersendirian pada gelapnya malam dan jiwamu mengajak engkau untuk bermaksiat kepada Allah, maka malulah engkau dengan pandangan Allah dan katakan kepada jiwamu sesungguhya yang menciptakan gelapnya malam melihat apa yang aku lakukan, jika engaku bersendirian jangan engkau mengatakan aku sendiri sesungguhnya Allah melihat apa yang kita kerjakan.

Sofyan mengatakan jangan melihat besar kecilnya sebuah dosa tapi lihatlah dengan siapa anda berdosa karna sesungguhnya gunung yang tinggi itu berasal dari tumpukan batu kerikil yang kecil , bukankah api yang berkobar itu berasal dari percikan api yang kecil .

Peserta Kajian Rutin Masjid Nurul Hikkmah
Peserta Kajian Rutin Masjid Nurul Hikkmah

Ketika Rasulullah membaca firman Allah yang artinya: “dan orang orang yang rajin memberi dijalan Allah dan hatinya senangtiasa takut kepada Allah subhanahu wata’ala”

Ketika Rasulullah membaca ayat ini istri beliau aisyah bertanya “ ya Rasulullah apakah yang dimaksudkan dalam ayat tersebut adalah orang yang selalu berzina, orang yang selalu minum khamar , orang yang selalu melakukan perbuatan maksiat mengapa ia sampai ketakutan seperti itu, maka Rasulullah berkata “ bukan wahai putri abu bakar , akan tetapi mereka adalah orang yang rajin sholat, berpuasa , rukuk dan sujud kepada Allah , rajin bersedekah namun ia khawatir amalan mereka tidak diterima di sisi Allah subhanahu wata’ala 

Rekap Kajian Rutin Senin, 3 Muharram 1438 H “MUHASABAH JALAN ISTIQAMAH”

Oleh Ustadz Harman Tajang.Lc., M.H.I

@Masjid Nurul Hikmah – MIM

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.