بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Yang ketiga kata Abu Darda Radhiyallahu ‘anhu:”Atau seorang yang sekedar mau dengar”,  Allah berfirman Subhanahu wata’ala berfirman:

وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُواْ لَهُ وَأَنصِتُواْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Dan apabila dibacakan Al Qur’an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat”. (QS Al-A’raaf : 204).

Jika kita senang mendengarkan bacaan Al-Qur’an maka berbahagialah karena itu alamat kebaikan dalam hati kita, sekedar mendengarkan bacaan Al-Qur’an dari orang lain maka Allah merahmati kita.

Di Sudan hampir setiap masjid ada halaqah Al-Qur’an, setiap selesai sholat subuh ada halaqah mengaji bergilir sampai selesai satu juz perhari, jadi selama sebulan khatam 30 juz, setiap kali khatam misalnya besok dibaca juz 30 maka masing – masing dari rumahnya ada yang bawa kue, bawa teh, ada yang bawa kopi, makanan jadi dan lain – lain, olehnya mahasiswa disana biasa keliling masjid dari masjid yang satu ke masjid yang lain mencari yang mau khatam 30 juz.

Nikmat yang terbesar adalah ketika kita bisa hidup terus bersama dengan Al-Qur’an sesibuk apapun kita, oleh karenanya jangan berikan Al-Qur’an disisa – sisa waktu kita, Syaikh bin Baz pernah berfatwa dan mengatakan:

“Siapa yang meyetel alarm untuk bangun dan itu distel sesuai dengan waktu kerjanya“, misalnya dia mau tidur dan dia lebih takut terlambat masuk kerja dari pada takut terlambat sholat subuh dia stel misalnya masuk kantor 7.30 tapi dia stel 6.30, Syaikh bin Baz mengatakan:“Ini sudah masuk dalam kategori meninggalkan sholat secara sengaja dan hukumnya kafir”.

Mari kita berikan waktu terbaik bersama dengan Al-Qur’an misalnya azan subuh 4.45 ketika kita sering bangun sejam sebelumnya dan fokus sejam sebelumnya bersama dengan Al-Qur’an maka tidak ada yang mengganggu kita karena anak – anak masih tidur dan istri juga masih tidur, jadikan kebiasaan setiap hari jika ingin merasakan kenikmatan Al-Qur’an maka bacalah diwaktu – waktu yang seperti itu. Membaca Al-Qur’an diwaktu malam itu lebih afdhal dan lebih mulia daripada membaca diwaktu siang inilah mengapa Al-Qur’an diturunkan diwaktu malam, Allah berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ

“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan”. (QS. Ad-Dukhan : 03).

Diwaktu malam yang hening ketika semua orang tertidur kemudian kita terlepas dari firkiran – fikiran duniawiyah, awalanya memang berat tetapi insyaAllah kita akan merasakan ketenangan, kebahagiaan bersama dengan Al-Qur’an, jika tidak ada program menghafal minimal baca dengan mentadabburi, baca terjemahannya maka ini bisa menentramkan hati – hati kita, dan yakinlah semakin banyak berinteraksi dengan Al-Qur’an maka lama – lama kita akan rindu untuk menghafalkannya, rindu untuk mengkajinya terus menerus sehingga ditingkatkan kualitas kita disisi Allah bersama dengan Al-Qur’an beginilah cara memuliakan diri kita dengan Al-Qur’an.

Jiwa kita harus kita giring dalam ketaatan walaupun dalam keadaan menangis setelah itu dia melaksanakan ibadah dalam keadaan tertawa dan bahagia, dahulukan jiwa kita untuk mendapatkan terlebih kelezatan ibadah itu dan ketika telah menemukan kelezatannya maka sulit bagi kita untuk meninggalkannya.

Abu Hanifah Rahimahullah pernah berkata kepada muridnya yang bernama Qadhi Abu Yusuf setelah berhasil, ia berkata:”Saya tahu kamu dulu itu lemah (menangkap pelajaran, hafalan lemah) tetapi engkau keluar dari kelemahan itu karena kesungguhan”. Jadi harus ada tekad dari dalam diri kita jika bukan kita yang mengubah diri kita setelah Allah maka kita tidak akan bisa berubah.

Wallahu a’lam Bish Showaab 


Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Rabu, 08 Ramadhan 1440 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.