Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amir Al Anshari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893).

img_0609berpijak dari hadits diatas Direktur Markaz Imam Malik ditengah kesibukannya menyempatkan waktu sekali dalam sepekan membawakan materi khusus untuk  santri Madrasah Imam Malik, setiap Rabu (ba’da Shalat subuh) beliau hafidzahullah membawakan materi  “Addurus Al Muhimmah Li’ammatil Ummah”  Karya Syekh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz.img_0655Pagi kemarin sebelum masuk materi beliau menasehatkan kepada para santri keutamaan berbakti kepada kedua orang tua, apalagi menjelang liburan dan kebanyakan santri pulang kampung. Sebagai santri kita harus memperlihatkan bakti yang lebih dibandingkan yang lain. img_0649Selain penyampaian materi yang penuh retorika khas Ust. Harman Tajang dalam membawakan ta’lim, kalimat demi kalimat yang disampaikan pun mampu menghipontis para santri untuk menyimak dengan seksama materi yang disampaikan.img_0660

Pelajaran pertama dari kitab tersebut adalah surah al-Fatihah dan surah-surah pendek  yang di mulai dari Surah al-Zalzalah sampai surah an-Naas. Beliau menjelasakan bahwa suatu ketika Jibril berada di majelils Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba terdengar suara yang keras dari langit, Jibril kemudian menjelaskan ini adalah suara pintu di langit yang dibuka dan tidak pernah dibuka kecuali hari ini dan malaikat turun dan tidak pernah turun kecuali hari ini. Tugasnya dari Allah membawa kabar gembira, bergembiralah dengan dua surah yang diturunkan kepadamu yakni surah al-Fatihah. surah al-Fatihah adalah surah yang agung yang dibawah oleh malaikat khusus, tidaklah engkau mmbacanya kecuali akan diberikan kepadamu karena surah al-Fatihah adalah do’a.img_0663Ditengah-tengah berjalannya materi beliau menyampaikan pengalaman-pengalamanya saat belajar di Sudan. Beliau menyampaikan betapa getirnya hidup di negeri yang jauh dari kampung halaman dengan segala keterbatasan akan tetapi sebagai seorang penuntut ilmu sejati harus tegar dengan segala keadaan tidak peduli dengan kondisi, bahkan beliau pernah minum  susu sapi dengan biskuit beberapa waktu lamanya. “yang penting kita punya tujuan, kalau tujuan jelas sebesar apapun rintangan tidak ada artinya” ungkap Dosen STIBA tersebut.img_0664Diakhir materi beliau kembali menjelaskan keutaaman berkasih sayang, terutama hari raya qurban sebentar lagi dilaksanakan dan jangankan kasih sayang kepada sesama manusia sampai kasih sayang kepada sesama makhluk hidup pun Allah perintahkan kepada kita, sampai dalam hal menyembelih hewan pun Allah dan Rasul-Nya memerintahkan kepada kita untuk berkasih sayang. Beliau menjelaskan bahwa Allah menurunkan 100 rahmat dan hanya 1 yang Allah turunkan ke dunia dan yang 1 inilah yang dibagi-bagi diantara ummat manusia, bahkan untuk jin dan hewan. 99 rahmat disimpan oleh Allah akan diberikan kepada orang yang beriman di surga insya Allah. Semoga Rahmat Allah senantiasa tercurah kepada beliau untuk membimbing ummat melalui lembaga yang beliau yang pimpin yakni Markaz Imam Malik. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.