بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

“Dan (ingatlah) tatkala Rabbmu berkata kepada malaikat , ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan di bumi seorang khalifah’. Berkata mereka, ‘Apakah Engkau hendak menjadikan padanya orang yang merusak di dalamnya dan menumpahkan darah, padahal kami bertasbih dengan memuji Engkau dan memuliakan Engkau?’. Dia berkata, ‘Sesungguhnya Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. (QS. Al Baqarah : 30).

Disini kita meluruskan pemahaman sebagian manusia yang menganggap bahwa malaikat membantah keinginan Allah Subhanahu wata’ala, ulama tafsir mengatakan:”Sebab perkataan malaikat tersebut  bukan untuk membantah apa yang diinginkan oleh Allah Subhanahu wata’ala, melainkan Allah menyampaikan kepada malaikat bahwa mahluk yang akan diciptakan dan yang akan tinggal didunia adalah makluk yang sifatnya seperti ini dan seperti itu sehingga malaikat berkata Ya Rabb mengapa mereka hidup didunia diciptakan kalau mereka akan melakukan kerusakan”. jadi perkataan malaikat ini setelah mendapatkan berita dari Allah Subahanahu wata’ala, pendapat ulama yang lain ada yang mengatakan:“Sebelum manusia hidup didunia ini telah ada makhluk dahulu yang telah ada didunia ini mereka adalah jin”, Allah Subhanahu wata’ala  berfirman:

وَالْجَانَّ خَلَقْنَاهُ مِنْ قَبْلُ مِنْ نَارِ السَّمُومِ

 “Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas”.(QS. Al-Hijr : 27).

Jadi jin dulu pernah tinggal didunia ini sebelum Adam diciptakan oleh Allah Subhanahu wata’ala  dan sifat mereka banyak melakukan kerusakan, saling membunuh diantara mereka dan membunuh makluk – makhluk Allah yang lain seperti hewan, binatang dan seterusnya.  Oleh karenanya Allah Subhanahu wata’ala mengutus malaikat untuk menghukum mereka dari kerusakan yang mereka lakukan, mereka diasingkan disebuah lautan sebagaimana disebutkan sebagaian dalam buku tafsir mereka dijauhkan dari daratan sehingga arsynya iblis berada diatas air sebagaimana Allah Subhanahu wata’ala sebutkan:

Dari Jabir, Nabi Shalallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:“Sesungguhnya iblis singgasananya berada di atas laut. Dia mengutus para pasukannya. Setan yang paling dekat kedudukannya adalah yang paling besar godaannya. Di antara mereka ada yang melapor, ‘Saya telah melakukan godaan ini.’ Iblis berkomentar, ‘Kamu belum melakukan apa-apa.’ Datang yang lain melaporkan, ‘Saya menggoda seseorang, sehingga ketika saya meninggalkannya, dia telah bepisah (talak) dengan istrinya.’ Kemudian iblis mengajaknya untuk duduk di dekatnya dan berkata, ‘Sebaik-baik setan adalah kamu”(HR. Muslim 2813).

Sebelumnya Iblis ini terkenal dengan ibadah dan ketaatannya kepada Allah Subhanahu wata’ala  tidak sama dengan jin – jin yang lain yang banyak melakukan kerusakan. Karena Iblis terkenal dengan ibadahnya dia mendapatkan pujian dilangit kemudian Allah Subhanahu wata’ala mengangkat iblis tersebut diatas langit bersama dengan para malaikat – malaikat Allah Subhanahu wata’ala untuk beribadah bersama para malaikat, namun apa yang terjadi ketika Allah Subhanahu wata’ala menciptakan Adam ‘Alaihisssalam  Iblis merasa ada saingan makhluk yang lain yang Allah Subhanahu wata’ala ciptakan dan ini merupakan bahaya dari sebuah hasad  sebab dosa pertama dilangit adalah hasad dan dosa yang pertama dibumi adalah hasad, hasad pertama dilangit ketika Iblis hasad kepada Adam. Yang menyebabkan Iblis hasad kepada Adam ketika Allah Subhanahu wata’ala menciptakan Adam ‘Alaihissalam dengan sempurna Allah Subhanahu wata’ala kemudian memerintahkan kepada seluruh malaikat untuk sujud kepada Adam (sujud ini adalah bentuk penghormatan kepada Adam bukan menyembah_Penj), Sebagaimana dalam Firman Allah Subhanahu wata’ala:

Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada Para Malaikat: “Bersujudlah kamu kepada Adam”, Maka merekapun bersujud kecuali Iblis. Dia tidak Termasuk mereka yang bersujud. 12. Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu aku menyuruhmu?” Menjawab Iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang Dia Engkau ciptakan dari tanah”. 13. Allah berfirman: “Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, Maka keluarlah, Sesungguhnya kamu Termasuk orang-orang yang hina”. 14. Iblis menjawab: “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan”. 15. Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu Termasuk mereka yang diberi tangguh.” 16. Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, 17. kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). 18. Allah berfirman: “Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya Barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya”.(QS. Al-A’raaf: 11-18).

Dalam ayat diatas Iblis menuduh Allah Subhanahu wata’ala yang menyesatkannya padahal ia sendiri yang menyombongkan diri. Perlu diketahui bahwa jin diberikan umur yang panjang oleh Allah Subhanahu wata’ala, sebagaimana dalam firman Allah Subhanahu wata’ala:

Mereka berkata: “Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al Quran) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus”. (QS. Al-Ahqaaf :30).

Jadi mereka pernah mendengarkan hal demikian dari Musa dan mereka masih mendapatkan dizamannya Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam namun mereka juga meninggal dunia, adapun Iblis umurnya dipanjangkan oleh Allah Subhanahu wata’ala sampai hari kiamat. Sehinggga ketika Iblis diturunkan didunia dengan keistimewahan yang ia miliki maka ia akan menjadi raja para jin dan syaithan.

Allah Subhanahu wata’ala telah memvonis laknat kepada Iblis dan mengusirnya dari surga adapun Adam dan Hawa di izinkan oleh Allah Subhanahu wata’ala untuk tinggal didalam surga, Karena Iblis telah dikeluarkan dari surga maka ia kemudian berfikir bagaimana juga mengeluarkan Adam dalam surga dalam sebagian riwayat atau tafsir, Iblis berfikir bagaimana untuk menyesatkan Adam karena adam ia (iblis) dikeluarkan dari surga dan inilah tingkatan hasad yang paling buruk, hasad memiliki beberapa tingkatan :

  1. Ketika seseorang tidak senang saudaranya mendapatkan nikmat.
  2. Seorang yang tidak senang ketika saudaranya mendapatkan nikmat dan dia berusaha  bagaimana nikmat itu berpindah kepadanya.
  3. Tingkatan hasad yang paling buruk adalah ketika seseorang mendapatkan musibah dia juga ingin musibah tersebut menimpa orang lain.

Iblis kemudian berusaha menggoda Adam, dalam sebagian khabar disebutkan ada se’ekor ular yang keluar masuk surga dan disinilah Iblis memanfaatkan kesempatan tersebut walaupun Allah Subahnahu wata’ala mengetahui namun Allah Subahnahu wata’ala membiarkannya untuk menguji Adam ‘Alaihissalam, akhirnya ia masuk ke ular tersebut kemudian ular membawa Iblis ke surga disinilah ia mulai menghembuskan was – was kepada Adam ‘Alaihissalam, dia mulai meniupkan tipuan akal bulus kepada Adam dan Hawa, Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

“Syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: “Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)”. Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. “Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua”, maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: “Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?”. (QS. Al-A’raf: 20 – 22).

Lalu Allah Subhanahu wata’ala kemudian menghukum keduanya dengan mengeluarkan keduanya dari dalam surga, Allah Subhanahu wata’ala kemudian berfirman:

Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan“. (QS. Al-A’raf: 24). Akhirnya Adam, Hawa dan Iblis diturunkan ke dunia.

Pernah suatu ketika Musa bertanya kepada Adam:”Wahai Adam mengapa engkau memakan buah disebabkan karena engkau memakan buah akhirnya kita dikeluarkan dari surga padahal kita seharusnya didalam surga” Adam menjawab:”Apakah engkau menyalahkan aku dengan yang ditakdirkan oleh Allah Subhanahu wata’ala”. Kata Rasulullah Adam mengalahkan hujjahnya Musa.

Dan ulama kita mengatakan tidak mengapa beralasan atau berhujjah ketika takdir sudah terjadi tapi jangan beralasan dan berhujjah kalau takdir belum terjadi. Oleh karenanya tugas kita bukan lagi untuk menyalahkan Adam namun tugas kita bagaimana bisa selamat dan dimasukkan kedalam surga sebab Adam telah menunggu kita di dalam surga, bagaimana kita menyusul beliau dan berhati –hati dengan yang bisa menghalangi kita untuk masuk kedalam surga, makanya Allah Subhanahu wata’ala mewanti – wanti kita dalam Al-Qur’an, Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman:

يا أيها الذين ءامنوا ادخلوا في السلم كافة ولا تتبعوا خطوات الشيطان إنه لكم عدو مبين

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 208).

إن الشيطان لكم عدو فاتخذوه عدوا

Syaitan sejatinya adalah musuh bagi kalian. Jadikanlah dia musuh”. (QS. Al-Fathir: 6).

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”(QS. An Nur: 21).  

Dalam strategi perang kita telah kalah 2 langkah oleh Iblis:

  1. Syaithan melihat kita sedangkan kita tidak melihatnya

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:”Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka“. (QS. Al A’raf :27).

2. Dari sisi pengalaman perang

Umur Iblis dipanjangkan oleh Allah Subhanahu wata’ala sejak sebelum Adam diciptakan sampai hari kiamat, olehnya ia telah memilki banyak pengalaman untuk menggelincirkan manusia karena ia telah mengetahui jenis – jenis manusia berdasarkan sifat dan perilakunya

Jadi Iblis hanya duduk diistananya menunggu laporan dari pengikutnya yang bertugas untuk menggelincirkan anak cucu Adam namun jika ada yang penting barulah ia turun tangan untuk menyesatkan manusia terutama kepada manusia yang imannya sangat kuat.

Maka turunlah Adam dan Hawa ke dunia untuk menjalani kehidupan dan Allah Subhanahu wata’ala menunurunkan keduanya terpisah dengan jarak yang sangat jauh, hingga akhirnya keduanya dipertemukan oleh Allah Subhanahu wata’ala dan hingga akhirnya Adam ‘Alahissalam bertaubat kepada Allah Subhanahu wata’ala, Ulama kita mengatakan yang memuliakan Adam bukanlah firman Allah Subhanahu wata’ala yang memerintahkan kepada malaikat untuk sujud kepadanya bukan pula firman Allah Subhanahu wata’ala yang mengajarkan semua nama –nama, namun yang memuliakan Adam adalah tobatnya kepada Allah Subhanahu wata’ala:

قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi“. (QS. Al-A’raf :23).

Jadi yang memuliakan kita adalah taubat kita kepada Allah Subhanahu wata’ala, karena Adam dikembalikan kedalam surga karena taubatnya, Allah Subahanahu wata’ala menerima taubatnya Adam ‘Alaihissalam dan istrinya hawa.

Wallahu A’lam Bish Showaab



Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Senin , 25  Rabiul Akhir 1438 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi :
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE : mim.or.id

PIN BBM : D23784F8

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.