spot_img

Pintu Surga: Berbakti Kepada Kedua Orang Tua

mim.or.id – Dalam agama Islam, kita diperintahkan untuk berbakti kepada kedua orang tua karena mereka itu pintu surga kita. Orang yang paling berhak untuk kita balas kebaikannya walaupun sesungguhnya kita tidak akan mampu menunaikan hak dan membalas jasa mereka sepenuhnya.

Mereka adalah sebab keberadaan kita di dunia ini dan telah letih serta mengorbankan segala yang mereka miliki demi kenyamanan kita. Allah sangat memerintahkan kita untuk senantiasa berbuat baik dan berbakti kepada kedua orang tua kita (Birrul Walidain). 

Begitu pentingnya perintah ini, Allah menyandingkan perintah menyembah-Nya dengan perintah untuk berbuat baik kepada orang tua. 

Pengorbanan yang Tak Terbalas

Jasa dan pengorbanan orang tua, terutama ibu, tidak mungkin dapat kita balas. Ibu mengandung kita selama sembilan bulan hingga merasakan kepayahan hari demi hari. Saat melahirkan, ibu mempertaruhkan nyawa, bahkan lebih memilih keselamatan anaknya daripada kehidupannya sendiri.

Setelah kita lahir, ayah dan ibu membesarkan kita, mereka begadang di malam hari. Ayah banting tulang mencari nafkah untuk memberikan yang terbaik bagi kita. Motivasi orang tua membina dan mendidik kita adalah tulus, dengan harapan kita bisa hidup lebih lama, berumur panjang, dan bermanfaat bagi manusia.

Perbedaan motivasi ini sangat jelas: orang tua mengorbankan segalanya demi kita hidup; sementara terkadang, anak merawat orang tuanya yang sudah tua dengan pikiran bahwa orang tuanya sebentar lagi akan meninggal.

Bahkan, pernah seorang laki-laki menggendong ibunya saat tawaf. Ketika ia bertanya kepada Ibnu Umar apakah ia telah membalas jasa ibunya, Ibnu Umar menjawab “Tidak, sekali-sekali tidak,” bahkan tidak setara dengan satu kali hentakan ketika ibu melahirkan engkau.

Baca Juga: Melaju di Air, Albani Santri MIM Ukir Prestasi di Kancah Nasional

Kedudukan Mulia Birrul Walidain

Berbuat durhaka (melakukan perilaku yang buruk, membentak, atau memperlihatkan perilaku yang buruk) kepada kedua orang tua adalah perbuatan yang sangat dibenci oleh Allah. Sebaliknya, Birrul Walidain adalah amalan yang sangat dicintai oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Keridaan Allah terletak pada keridaan kedua orang tua kita, dan kemurkaan Allah terletak pada kemurkaan kedua orang tua kita. Ketika sahabat Abdullah Ibnu Mas’ud bertanya kepada Nabi Muhammad tentang amalan apakah yang paling dicintai oleh Allah, Beliau menjawab dalam hadist:

عن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه سألتُ رسولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قلتُ يَا رسولَ الله أَيُّ العملِ أفضَلُ قال الصلاةُ على مِيْقاتِها قُلْتُ ثُمَّ أَيٌّ قال ثُمَّ بِرُّ الوالِدَيْنِ قلتُ ثُمَّ أَيٌّ قال الجِهادُ في سبيلِ اللهِ

Artinya, “Dari sahabat Abdullah bin Mas’ud ra, ia bertanya kepada Rasulullah, ‘Wahai Rasulullah, apakah amal paling utama?’ ‘Shalat pada waktunya,’ jawab Rasul. Ia bertanya lagi, ‘Lalu apa?’ ‘Lalu berbakti kepada kedua orang tua,’ jawabnya. Ia lalu bertanya lagi, ‘Kemudian apa?’ ‘Jihad di jalan Allah,’ jawabnya,” (HR Bukhari dan Muslim).

Puncak Bakti dan Kunci Surga

Baca Juga: Selalu Meminta Hidayah: Tidak Ada yang Aman dari Godaan Setan

Hukuman bagi kezaliman, terutama kezaliman pada kedua orang tua, dapat disegerakan oleh Allah di dunia ini. Salah satu balasannya adalah anak yang durhaka akan diberikan anak yang nanti juga akan durhaka kepadanya.

Puncak bakti seorang anak kepada kedua orang tuanya adalah ketika keduanya telah memasuki usia senja. Terlebih lagi ketika keduanya telah mulai pikun dan kembali seperti anak kecil yang membutuhkan perhatian dan perawatan. 

Kewajiban kita saat itu adalah untuk bersabar dengan mereka, sebagaimana mereka bersabar dengan kita sewaktu kita masih kecil. Di sinilah Pintu Surga dibuka selebar-lebarnya.

Orang tua kita adalah sumber keberkahan hidup. Bagi yang masih memiliki orang tua, jangan pernah merasa terbebani dengan mereka. Ketahuilah, di situlah jihad kita. Ketika seorang lelaki dari Yaman ingin ikut berjihad dan meninggalkan orang tuanya dalam keadaan menangis. 

Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menyuruh orang itu untuk kembali dan berbakti kepada keduanya, dengan mengatakan: “Jika engkau menginginkan surga, ketahuilah sesungguhnya surga ada di telapak kaki mereka”.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.