***

Kisah Ketiga

Seorang pria yang tak mengenal dalam hidupnya kecuali maksiat dan berfoya-foya. Dia mengerjakan semua yang sesuai nafsunya. Lalu apakah dia bahagia? Tidak sama sekali. Bahkan seluruh kesenangan yang dikerjakannya menambah sempit hatinya, bagai malam gelap yang menyesaki dada.

Dia pergi kemana-mana mencari kebahagiaan. Sampai mengunjungi saudaranya di luar negeri, dan sauara laki-lakinya ini seorang yang shalih. Subuh harinya dia tertidur pulas. Maka datanglah teman dari saudaranya membangunkan. Dia menolak dan menyuruhnya pergi. Tapi, teman dari saudaranya ini menawarkan dia untuk mencoba shalat, jika dia menginkan ketenangan.

Tiba-tiba saja dia tergerak. Dia berwudhu dan pergi shalat. Benar saja, dia merasakan ketenangan yang tak pernah dirasakan sebelumnya. Semakin dia bersujud, semakin hatinya lega dan lapang. Dia belik ke negaranya, menemui ibunya dan menangis. Dia meminta izin untuk berjihad.

Sampai salah seorang temannya di medan jihad syahid, dan dia pun sangat merindukan bertemu dengan Allah dalam keadaan demikian. Dimana dia dibangkitkan dengan darah yang basah, bau kesturi, dalam keadaan berjihad. Allahu Akbar!

***

Kisah Keempat

Seorang tentara. Dia mendapat tugas berjaga sebuah kawasan dekat masjid. Saat jam tugas, tiba-tiba dia mendengar ceramah dari masjid tersebut, berisi tentang surga dan neraka, hari kebangkitan dan pembalasan. Dia tertarik dan terus mendengarnya, sampai air matanya ikut tumpah. Dia pingsan.

Hari berikutnya dia memasuki masjid itu untuk shalat. Menjumpai da’i yang didengarnya berceramah  hari itu. Dia menceritakan tentang dirinya dan maksiat-maksiat yang dilakukan dalam hidupnya.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”(QS.Al Hasyr:18)

Allah memberinya hidayah. Menerangi hatinya dengan iman. Setelah hari itu dia kembali ke rumahnya, dan mengkhatamkan al-Qur’an dalam empat bulan. Menghapalnya!

***

Kisah Kelima

Seorang lelaki yang sengaja bersafar untuk berzina. Saat dia telah membooking kamar dan wanitanya, dia pun masuk ke dalamnya. Ditemuilah wanita pezina itu sedang bersolek. Ntah apa yang sedang dikatakan wanita itu, apakah dia berdendang atau berbicara, tapi kalimat yang keluar terdengar,”Laa ilaaha illallah.” dan lelaki tersebut mendengarnya gemetar. Dia segera menyuruh wanita itu mengenakan pakaiannya kembali dan meninggalkannya keluar kamar.

 

“Ada apa?” Tanya wanita itu.

“Kau telah mengingatkanku pada Yang Maha Agung. Dan aku tak mau lagi mengkhianatiNya.”

“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(QS. Al Hasyr:68-70)

***

Muslimah yang masih diberi waktu dan kesempatan oleh Allah,

Pulanglah kepada-Nya!

Jangan mengatakan,”Saya adalah seorang pendosa.”

Jangan mengatakan,”Dosaku terlalu banyak untuk diampuni.”

Jangan menundanya. Jangan mengatakan,”Besok.” atau,”Saya bertaubat saat Ramadhan.” atau,”Saya akan bertaubat saat melaksanakan haji.”

Ingat! Waktu dijemputnya kita menghadap Allah sangatlah dekat!

***


*Ringkasan materi ini dibuat oleh Ustadzah Ummu Faari’ AR dan menjadi hak cipta dari Div. Muslimah Markaz Imam Malik. Semoga bermanfaat.

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.