18 April 2016

Ringkasan pengajian Senin Malam Masjid Nurul Hikma markaz imam malik dengan materi “Mahsyar”


 

Kondisi manusia ketika dibangkitkan dari kuburnya dan digiring ke padang Mahsyar

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلاً

“Manusia akan dikumpulkan pada hari Kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian dan belum dikhitan.”
(Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 5102 dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha).

Manusia yang pertama kali diberi pakaian adalah Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ أَوَّلَ مَنْ يُكْسَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِبْرَاهِيْمُ

“Sesungguhnya orang pertama yang diberi pakaian pada hari Kiamat adalah Nabi Ibrahim.”
(Hadits shahih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 4371).

Adapun pakaian yang dikenakannya ketika itu adalah pakaian yang dikenakan ketika mati. Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اَلْمَيِّتُ يُبْعَثُ فِيْ ثِيَابِهِ الَّتِيْ يَمُوْتُ فِيْهَا

“Mayit akan dibangkitkan dengan pakaian yang dikenakannya ketika mati.”
(Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Hibban dalam Shahih-nya. Hadits ini dinilai shahih oleh al-Albani dalamShohiih at-Targhib wat-Tarhib, no. 3575)

Manusia digiring ke Padang Mahsyar dengan berbagai kondisi yang berbeda sesuai dengan amalnya.

  1. Ada yang berjalan kaki
  2. Ada yang berkendaraan
  3. Ada yang berjalan dengan wajahnya

إِنَّكُمْ تُحْشَرُوْنَ رِجَالاً وَرُكْبَانًا وَتُجَرُّوْنَ عَلَى وُجُوْهِكُمْ

“Sesungguhnya kalian akan dikumpulkan (ke Padang Mahsyar) dalam keadaan berjalan, dan (ada juga yang) berkendaraan, serta (ada juga yang) diseret di atas wajah-wajah kalian.”
(Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, dan beliau mengatakan, “Hadits hasan.” Hadits ini dinilai hasan oleh al-Albani dalam Shahiih at-Targhib wat-Tarhib, no. 3582).

Ringkasan Pengajian "Mahsyar"Dalam shahih Bukhari dan Shahih Muslim dari hadits Anas Ibn Malik Radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa ada seseorang berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

يَا رَسُولَ اللهِ كَيْفَ يُحْشَرُ الْكَافِرُ عَلَى وَجْهِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ؟ قَالَ: أَلَيْسَ الَّذِي أَمْشَاهُ عَلَى رِجْلَيْهِ فِي الدُّنْيَا قَادِرًا عَلَى أَنْ يُمْشِيَهُ عَلَى وَجْهِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ؟!

“Wahai Rasulullah, bagaimana bisa orang kafir digiring di atas wajah mereka pada hari Kiamat?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:
“Bukankah Rabb yang membuat seseorang berjalan di atas kedua kakinya di dunia, mampu untuk membuatnya berjalan di atas wajahnya pada hari Kiamat?!”

Qatadah mengatakan, “Benar, demi kemuliaan Rabb kami.”
(Hadits shahih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 6042 dan Muslim, no. 5020).

Allah telah memperlihatkan kekuasaan-Nya dengan menciptakan hewan, ada yang berjalan dengan kedua kakinya, ada yang berjalan dengan kedua kaki dan kedua tangannya bahkan ada yang berjalan di atas perutnya.

Begitulah kondisi orang-orang kafir di hari kiamat. Mereka dihinakan oleh Allah Subhana Wa Ta’ala, ketika di dunia mereka berkuasa, diberikan kenikmatan oleh Allah. Namun mereka tidak pernah menundukkan wajahnya untuk sujud kepada Allah, di hari kiamat nanti mereka dipaksa untuk tunduk kepada Allah Subhana Wa Ta’ala.

Maka bersyukurlah kepada Allah menjadikan kita orang-orang yang senantiasa ruku dan sujud kepada-Nya. Anggota tubuh yang paling mulia adalah kepala kita yang sejajar dengan kaki kita hanya untuk menghambahkan diri kepada Allah Subhana Wa Ta’ala.

عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ لِلَّهِ فَإِنَّكَ لاَ تَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً إِلاَّ رَفَعَكَ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَة

Hendaklah engkau memperbanyak sujud (perbanyak shalat) kepada Allah. Karena tidaklah engkau memperbanyak sujud karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatmu dan menghapuskan dosamu
(HR. Muslim no. 488)

Adapun orang kafir yang menyombongkan diri di dunia yang tidak pernah melaksanakan shalat, maka mereka akan terjungkal di hari kiamat bahkan mereka akan menghadap kepada Allah dengan merayap dan merangkap sebagaimana yang disebutkan dalam hadits di atas.

Adapun orang yang beriman kepada Allah Subhna Wa Ta’a

la. Ia akan diberikan kendaraan di akhirat nanti yang disebutkan bahwa tali kekangnya terbuat dari emas. Orang-orang bertakwa akan menuju ke padang Mahsyar dengan cepat karena mereka berkendaraan.

Mereka telah merasakan keletihan di dunia dengan beribadah kepada Allah. Tidak akan ada lagi keletihan nanti di hari kiamat bagi mereka sebagai balasan atas penghambaannya kepada Allah Subhana Wa Ta’ala dulu di dunia.

Ringkasan Pengajian "Mahsyar"
suasana pengajian dalam masjid

Mereka tidak akan lagi melewati kegelapan di hari kiamat, karena mereka berjalan di dunia ini dengan sangat hati-hati sebagaimana kata Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu dan juga diriwayatkan dari ubay ibn ka’b kerika ditanya oleh Umar Ibnu Khattab

“Apakah hakikat ketakwaan?”
Ia menjawab
“Apakah engkau pernah berjalan di sebuah jalan yang penuh dengan onak dan duri?
Ia berkata “iya
Ia melanjutkannya
“begitulah kondisi dan keadaan orang yang bertakwa, ia berjalan di dunia ini sangat berhati-hati”

Ibnu Rajab Al-Hambali menyebutkan dalam kitab jami’ul ulum wal hikam tentang ciri orang yang bertakwa

orang-orang yang bertakwa senantiasa memegang sifat ketakwaan tersebut sampai mereka terkadang meninggalkan perkara yang halal karena takut terjatuh ke perkara yang haram

Ringkasan Pengajian "Mahsyar"
Suasana pengajian luar Masjid

Merek menjaga diri mereka dari yang diharamkan, dan syubhat hanya karena mereka takut kepada Allah Subhana Wa Ta’ala. Orang seperti ini akan di muliakan di hari kiamat, mereka tidak akan letih berjalan di padang Mahsyar, diberi kendaraan oleh Allah Azza Wa Jalla.

Adapun orang-orang kafir akan digiring ke Neraka Jahannam. Bahkan Neraka jahannam di datangkan dekat dengan padang Mahsyar pada hari itu dan ketika Neraka Jahannam melihat dari kejauhan orang-orang kafir maka ia semakin bertambah gejolaknya, akan semakin membara karena ia tidak sabar lagi menanti kedatangan orang-orang yang dulu di dunia menyombangkan diri kepada Allah Subhana Wa Ta’ala

Materi : Seri Silsilah Kehidupan Akhirat “Mahsyar”
Pemateri : Ustadz H. Harman Tajang, Lc., M.H.I
Tempat : Masjid Nurul Hikma Markaz Imam Malik, Jl. RSI. Faisal 14. No. 14
Waktu : 18 April 2016


Ingin pahala jariyah yang terus mengalir?

Dukung program-program Markaz Imam Malik. Kirim donasi anda ke salah satu rekening di bawah ini:

  • REKENING DONATUR BULANAN / UMUM via:
    BNI SYARIAH
    043 54 02 885
    Atas nama Yayasan Imam Malik
  • REKENING PEMBANGUNAN ASRAMA TAHFIZH MIM VIA:
    BANK BNI SYARIAH
    444 2424 224
    A.N. BPK HARMAN TAJANG QQ YAYASAN IMAM MALIK
  • SEDEKAH HIDANGAN BUKA PUASA SUNNAH HARI SENIN DI MASJID NURUL HIKMAH MARKAZ IMAM MALIK VIA :
    BANK BNI SYARIAH
    44 14 14 14 11
    a.n BPK HARMAN TAJANG QQ YAYASAN IMAM MALIK.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.