بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Kemudian Allah berfirman:”Wahai hamba-hambaKu, engkau semua itu tersesat, kecuali orang yang Kuberi petunjuk. Maka itu mohonlah petunjuk padaKu, engkau semua tentu Kuberi petunjuk itu”.

Allah sendiri mengatakan hal ini kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasalam, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an Allah Subhanahhu wata’ala berfirman:

وَوَجَدَكَ ضَالًّا فَهَدَى

Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang sesat , lalu Dia memberikan petunjuk”. (QS. Adh Dhuha : 7).

Dijelaskan diakhir surah Asy Syuura, Alllah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَكَذَٰلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ رُوحًا مِنْ أَمْرِنَا ۚ مَا كُنْتَ تَدْرِي مَا الْكِتَابُ وَلَا الْإِيمَانُ وَلَٰكِنْ جَعَلْنَاهُ نُورًا نَهْدِي بِهِ مَنْ نَشَاءُ مِنْ عِبَادِنَا ۚ وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

“Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Quran) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus”. (QS. Asy Syuura : 52).

Jadi Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum mendapatkan wahyu dari Allah tidak tahu apa-apa, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian mendapatkan tuntunan dari Allah Subhanahu wata’ala, Allah berfirman:“Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang sesat , lalu Dia memberikan petunjuk”.(QS. Adh Dhuha : 7).

Beliau tidak mengetahui rincian dari syariat sebelum Allah Subhanahu wata’ala menurunkan pertunjuk kepadanya, begitupula Nabi – Nabi yang lain dan kita sebagai manusia andaikan bukan hidayah dan petunjuk dari Allah Subhanahu wata’ala maka kita termasuk orang – orang yang tersesat, oleh karenanya setiap kita sholat kita senantiasa meminta kepada Allah dengan membaca:

اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنعَمتَ عَلَيهِمْ غَيرِ المَغضُوبِ عَلَيهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ

“(Ya Allah). Tunjukilah kami jalan yang lurus (shiratal mustaqim), yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan jalan orang-orang yang dimurkai dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat”. (QS. Al-Fatihah:6-7).

Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan kepada kita doa meminta petunjuk sebagaimana disebutakn dalam hadist:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ – عَنِ النَّبِيِّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى

“Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiallahu ’anhu, dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam beliau biasa berdoa:”Allaahumma innii as-alukal hudaa wat tuqaa wal ‘afaafa wal ghinaa”. (Ya Allah, aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketaqwaan, keterjagaan, dan kekayaan)”.(HR. Muslim no. 2721, At Tirmidzi no. 3489, Ibnu Majah no. 3105, Ibnu Hibban no. 900 dan yang lainnya).

Hendaknya kita senantiasa membaca doa ini dalam kehidupan sehari hari. Diantara perkataan penghuni surga ketika mereka dimasukkan ke dalam surga, 

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ 

“Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki Kami kepada (surga) ini. dan Kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi Kami petunjuk”. (QS Al-A’raaf : 43).

Jangan merasa bangga dengan ilmu yang kita miliki atau dengan keshalehan yang kita rasakan atau ibadah yang kita kerjakan sehingga menjadikan kita lupa bahwasa semua itu merupakan keutamaan dari Allah Subhanahu wata’ala, dialah Allah Subhanahu wata’ala yang memberikan kepada kita hidayah, yang memberikan kepada kita petunjuk, yang menunjukkan kepada kita jalan yang lurus dan semoga kita diberikan keistiqamahan sampai kita berjumpa dengan Allah karena tidak ada jaminan bagi kita sebagaimana kata Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu:”Orang yang masih hidup itu tidak ada yang aman dari fitnah”, baik fitnah dunia, harta, jabatan, keluarga, agama dan lain- lain. Semoga Allah Subhanahu wata’ala melindungi kita dari segala fitnah.

Allah berfirman:”Maka itu mohonlah petunjuk padaKu, engkau semua tentu Kuberi petunjuk itu ”, mari selalu minta hidayah kepada Allah Subhanahu wata’ala terutama dizaman sekarang ini yang penuh dengan fitnah yang mana bercampur antara yang haq dan bathil, banyak subhat tersebar dimana – mana sehingga sampai menjadikan orang – orang yang bijak keheranan, olehnya diantara doa iftitah yang disunnahkan untuk dibaca ketika melakukan qiyamullail:

اللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرِيلَ وَمِيكَائِيلَ وَإِسْرَافِيلَ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ، اهْدِنِي لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ إِنَّكَ أَنْتَ تَهْدِي مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Ya Allah, Tuhannya Jibril, mikail, dan israfil. Pencipta langit dan bumi. Yang mengetahui yang gaib dan yang nampak. Engkau yang memutuskan diantara hamba-Mu terhadap apa yang mereka perselisihkan. Berilah petunjuk kepadaku untuk menggapai kebenaran yang diperselisihan dengan izin-Mu. Sesungguhnya Engkau memberi petunjuk kepada siapa saja yang Engkau kehendaki menuju jalan yang lurus”. (HR. Muslim 770, Abu daud 767, Turmudzi 3420 dan yang lainnya). Doa ini disyariatkan untuk dibaca terutama ketika qiyamullail.

Dalam doa ini kita bertawassul dengan menyebut tuhannya 3 malaikat yaitu Jibril, Mikail, Israfil dan semua malaikat ini menghidupkan dengan izin Allah, Jibril membawa wahyu menghidupkan ruh dan jiwa, Mikail yang bertanggung jawab mengurus hujan yang menjadi sebab kehidupan seluruh makhluk yang ada di bumi ini dan Israfil yang kelak akan meniupkan sangkakala yang menghidupkan jiwa atau jasad – jasad yang telah lama mati.

Wallahu a’lam Bish Showaab 


Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Sabtu, 16 Rajab 1440 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.