بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik”. (QS. Al-Ankabut : 69).

Jadikan ayat ini sebagai pedoman, hijrah meninggalkan maksiat terasa berat, mendapatkan hidayah Allah berat, tetapi Allah Subhahahu wata’ala berjanji kepada orang yang bermujahadah, berusaha dan bersungguh- sungguh, Allah Berfirman:

وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Dan sesungguhnya kamu benar- benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus”. (QS. Asy-Syura: 52).

Ulama kita mengatakan:”Allah tidak akan menyia-nyiakan usaha seorang hamba bahkan usaha seorang hamba berbanding lurus dengan hidayah yang Allah Subhanahu wata’ala berikan kepadanya“.

Jika ingin berusaha menghafalkan Al-Qur’an kemudian jatuh bangun dan merasa berat maka teruslah berusaha dan berusaha karena Allah Subhanahu wata’ala ketika melihat usaha dari seorang hamba tidak akan menyia- menyiakannya bahkan diberikan taufiq kepadanya dan dibukakan hatinya untuk selanjutnya dipermudah oleh Allah Subhanahu wata’ala, inilah mengapa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Sesungguhnya sabar itu terdapat pada pukulan pertama“, kesabaran terhadap 3 hal yaitu sabar dalam ketaatan, sabar dalam menjauhi maksiat, sabar dalam menghadapi takdir Allah, setelah lewat masa – masa kritis diawal hijrah maka setelahnya akan dimudahkan oleh Allah Subhanahu wata’ala.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

Dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu al yaqin (yakni ajal)”. (QS. Al Hijr: 99).

Ibnu ’Abbas dan mayoritas ulama mengatakan bahwa maksud:”Al Yaqin”, dalam ayat tersebut adalah kematian. Kematian disebut Al Yaqin karena kematian itu sesuatu yang diyakini pasti terjadi.

Dalam ayat yang lain Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ (42) قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ (43) وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِينَ (44) وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ الْخَائِضِينَ (45) وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّينِ (46) حَتَّى أَتَانَا الْيَقِينُ (47)

Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?” Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari pembalasan, hingga datang kepada kami kematian”. (QS. Al-Mudattsir: 42-47).

Akhir ayat diatas disebut Al Yaqin (kematian), jangan salah dalam menafsirkan ayat diatas karena ada sebagian orang yang berdalilkan dengan ayat:”Dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu al yaqin (yakni ajal)”. (QS. Al Hijr: 99) mereka berkata:”Yang dimaksud dengan Al Yakin adalah Al kasf ketika hijab telah diangkat dia sudah berjumpa dengan Allah“, ini yang dijadikan oleh mereka sebagai dalil, ia menyalahgunakan ayat ini dengan berkata:”Jika sampai pada tingkat ini maka sholat, ruku, sujud tidak lagi wajib“, dia meyakini bahwa dirinya telah sampai pada tingkat ma’rifah (hijab telah tersingkap) padahal tidak ada orang yang diangkat darinya kewajiban syariat sampai dia meninggal dunia dan andaikan ada yang berhak untuk diangkat kewajiban syariat untuknya maka dialah Rasul kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam namun beliau tidak pernah berhenti untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wata’ala bahkan kaki beliau bengkak dalam melakukan sholat dan qiyam kepada Allah Subhanahu wata’ala, kemudian pada ayat berikutnya yang disebutkan oleh Imam An Nawawi:

وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ إِلَيْهِ تَبْتِيلًا

“Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadatlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan”. (QS. Al-Muzammil : 8).

At Tabattul yaitu bersungguh – sungguh didalam beribadah dengan penuh kekushuan mengharapkan keridahaan Allah sesuai dengan apa yang dituntunkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ

“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain”. (QS. Al-Insyirah : 7). 

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya”. (QS. Al-Zalzalah: 7).

Ayat ini memberikan kepada kita motivasi untuk bermujahadah bersungguh – sungguh didalam beribadah.

Dalam surah Al Muzzammil ayat yang ke 20, Allah berfirman:“Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya”. Sekecil apapun dari kebaikan yang engkau kerjakan maka akan engkau mendapatinya disisi Allah dan itu lebih baik dan lebih besar pahalanya karena dilipatgandakan oleh Allah Subhanahu wata’ala.

Dalam surah Al-Baqarah ayat yang ke 273, Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

“Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengatahui”.

Salah seorang salaf pernah menyuruh istrinya membuat makanan yang lezat, enak yang disukainya, setelah makanan itu selesai dibuat oleh istrinya ia kemudian memanggil orang gila dan memberikan makanan itu kepadanya, istrinya berkata:”Saya sudah capek memasak enak buat engkau ternyata engkau memberikan kepada orang gila itu yang mana dia tidak mengenalmu dan dia juga tidak berterima kasih kepadamu“, ia berkata:”Betul dia tidak mengenalku tetapi Allah Subhanahu wata’ala mengenal dan mengetahui apa yang saya lakukan“.

Wallahu a’lam Bish Showaab 


Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Selasa, 28 Jumadil Akhir 1439 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.