بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَا أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ ۚ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ ۖ فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِيرٍ

“Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan”. Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun”. (QS. Fathir: 37).

Ini sambungan dari permintaan penghuni neraka ketika mereka dimasukkan ke dalam neraka. Ayat ini menceritakan penyesalan penghuni neraka dan penyesalan mereka itu sia – sia, oleh karenanya apa yang sekarang ini kita berada di dalamnya di dunia masih diberi kesempatan oleh Allah untuk beramal sangat diinginkan oleh orang yang telah meninggal, sangat diharapkan agar mereka bisa kembali ke dunia, Nabi pernah menguburkan jenazah dan beliau berkata kepada para sahabat:”Sesungguhnya 2 rakaat yang ringan bagi orang ini lebih ia sukai daripada dunia kalian, lebih ia sukai dari dunia beserta isinya yang sekarang ini orang banyak mengejarnya“, 2 rakaat yang ringan  yang cepat itu lebih disukai oleh orang yang telah meninggal dari pada dunia beserta isinya karena mereka baru melihat bahwasanya ternyata amalan sholeh yang akan menyelamatkan seseorang dari azab Allah Subhanahu wata’ala, oleh karenanya ketika mereka meminta kepada Allah untuk dikeluarkan dari neraka maka Allah kemudian berkata:”Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir,dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? “, Ibnu Abbas berkata:”Ayat أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ yaitu bukankah kami memanjangkan umur kalian sampai usia 60 tahun, dan ketika seseorang telah masuk umur 60 tahun maka dia telah memasuki sepertiga akhir dari umurnya.

Ada yang berkata:”Makna dari أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ yaitu ketika seseorang telah berusia 18 tahun atau masuk usia baligh“, ketika syariat Allah telah wajib baginya dan larangan telah wajib ia tinggalkan, wajib bagi dia tunaikan dan larangan wajib ia tinggalkan dan telah dicatatkan oleh Allah Subhanahu wata’ala. Adapula yang berkata:”40 tahun”, ini juga dinukil dari riwayat yang lain dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma mereka menukil bahwasanya penduduk kota Madinah mereka itu telah berusia 40 tahun mereka telah focus untuk ibadah, karena usia 40 tahun ini adalah puncak usia produktif.

Sebagian ulama menjadikan firman Allah sebagai dalil:

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۖ وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا ۚ حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. (QS. Al-Ahqaf: 15).

Tentu orang yang sudah masuk pada usia senja seyogyanya harus lebih mempersiapkan diri untuk berjumpa dengan Allah Subhanahu wata’ala, kita semua tentu selalu bersiap – siap karena ajal tidak melihat umur.

فَكَمْ مِنْ فَتًى أَمْسَى وَأَصْبَحَ ضَاحِكًا *** وَقَدْ نُسِجَتْ أَكْفَانُهُ وَهُوَ لاَ يَدْرِِي

Betapa banyak pemuda yang tertawa di pagi dan petang hari Padahal kafan mereka sedang ditenun dalam keadaan mereka tidak sadar.

Untuk tingkatannya setelah berusia tua atau senja tentu adalah kematian karena tidak mungkin dia akan kembali ke masa muda tapi yang muda jika ia diberi usia muda oleh Allah Subhanahu wata’ala maka dia akan memasuki usia dewasa dan usia senja, oleh karenanya tidak pantas bahkan dalam hadist disebutkan dosa yang paling besar adalah zina tetapi lebih sangat dibenci oleh Allah Subhanahu wata’ala jika yang berzina itu adalah orang yang sudah tua yang mana kekuatannya sudah melemah kemudian dorongan birahi yang ada didalam dirinya juga sudah melemah begitupula hawa nafsunya telah melemah, kekuatannya sudah mulai berkurang namun jika ia berzina maka ini sangat dimurkai oleh Allah Subhanahu wata’ala.

وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ

“Dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan?”.

Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma berkata:”Peringatan yang dimaksudkan adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam”.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman.

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا

“Hai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gemgira dan pemberi peringatan”. (QS. Al-Ahzab: 45).

Sebagian ada yang mengatakan:”Yaitu uban yang mulai tumbuh dirambut kepala, dikumis atau di jengggot atau dimana saja ketika akarnya sudah mulai memutih maka ini sudah merupakan tanda dan alamat dari Allah Subhanahu wata’ala“. Mereka yang ditambahkan umurnya oleh Allah Subhanahu wata’ala akan dikurangi nikmatnya dan dikurangi penciptaannya dan hendaknya itu tanda bagi dia untuk mempersiapkan diri lebih maksimal dan bersyukurlah orang – orang yang dipanjangkan umurnya oleh Allah Subhanahu wata’ala sampai memasuki usia senja, umur adalah kehidupan manusia, setiap diantara kita tiba diwaktu pagi ada yang mencampakkan dirinya ke dalam neraka dan ada yang menyelamatkan dirinya dari neraka semua itu kembali kepada bagaimana kita kembali memanfaatkan umur dan waktu yang Allah berikan kepada kita, oleh karennaya sumpah yang paling banyak yang disebutkan di dalam Al-Qur’an yaitu ketika Allah bersumpah dengan waktu dan hampir semua waktu Allah bersumpah padanya, Allah bersumpah dengan waktu malam, fajr, dhuha, siang, ashar, ini menunjukkan waktu harus dimanfaatkan dengan sebaik – baiknya karena sesungguhnya waktu itu adalah kehidupan bagi kita, tidak sama yang dipahami oleh orang – orang dimana mereka berkata:”Waktu adalah uang”, sehingga mereka menjadikan hidupnya sebagai pemburu dunia adapun bagi kita waktu adalah kehidupan.

Wallahu a’lam bisshowab

Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Kamis, 17 Rabiul Awal 1441 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.