بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (133

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa”. (QS. Ali Imran : 133).

  1. Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu

Beristighfar dan bertaubat adalah pekerjaan seumur hidup bagi seorang muslim bahkan setiap detik yang ia lalui haruslah ia beristighfar, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

طُوْبَى ِلمَنْ وَجَدَ فِي صَحِيْفَتِهِ اسْتِغْفَارًا كَثِيْرًا

“Sungguh beruntung seseorang yang mendapati pada catatan amalnya istighfar yang banyak”. (HR. Ibnu Maajah no 3818, dan dishahihkan oleh syaikh Al-Albani Rahimahullah).

Jika kita tidak mampu menyaingi orang – orang sholeh dalam ketaatan dan kebaikan maka jangan kita mau kalah kepada orang – orang yang bermaksiat dengan banyaknya ia beristighfar dan meminta ampun kepada Allah Subhanahu wata’ala, orang yang meminta ampun kepada Allah Subhanahu wata’ala menunjukkan kebaikan yang Allah Subhanahu wata’ala inginkan untuknya, olehnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam mendoakan para muadzin dengan istighfar dan mendoakan petunjuk untuk para imam, dari sinilah sebagian ulama menyebutkan bahwsanya menjadi muadzin lebih afdhal dari pada menjadi imam ditambah dengan perkataan Umar ibnu Khattab Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:”Andaikan bukan karena saya seorang khalifah yang wajib menjadi imam maka saya lebih memilih untuk menjadi seorang muadzin”. Walaupun terjadi silang pendapat dari kalangan ulama namun pendapat yang kuat adalah imam lebih afdhal dari pada muadzin, namun yang dijadikan dalil oleh para ulama bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam mendoakan ampunan untuk para muadzin dan mendoakan petunjuk untuk para imam karena kedudukan ampunan itu lebih tinggi dari pada hidayah dan petunjuk sebab orang yang telah diampunkan dosanya oleh Allah Subhanahu wata’ala maka ia  mendapatkan rahmat dari Allah Subhanahu wata’ala, Allah Subhahahu wata’ala berfirman:

إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ، وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا، فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ ۚ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا

“Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong maka bertasbihlah dengan memuji Rabbmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Menerima taubat”. (QS. An-Nasr /110 : 1-3).

2. Dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa

Jika kita berjalan kurang lebih satu jam dan menempuh beberapa jarak maka dalam satu jam tersebut baik kita berjalan kaki atau berkendaraan maka kita telah melewati jarak yang begitu panjang, jarak yang begitu jauh, andaikan kita memiliki tanah sejauh dan seluas pandangan kita maka kita akan menjadi orang yang kaya raya didunia ini, akan tetapi ketahuilah dunia ini dibandingkan dengan ciptaan Allah yang lain tidak ada apa -apanya dan tidak perlu 7 lapis langit cukup matahari kita bandingkan dengan dunia ini maka matahari itu besarnya mengalahkan bumi apalagi dengan langit yang berada diatas kita yang tentunya lebih luas dari bumi yang kita pijak dan tidaklah langit semakin dia berada diatas maka ia semakin luas dari yang kita lihat dengan mata kepala kita, begitulah luasnya surga yang kata Allah Subhanahu wata’ala:

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (133

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa”. (QS. Ali Imran : 133).

Dalam ayat yang lain, Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

تِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِيْ نُوْرِثُ مِنْ عِبَادِنَا مَنْ كَانَ تَقِيًّا

“Itulah surga yang akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa”. (QS. Maryam: 63).

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

 إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ مَفَازًا

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan”. (QS. An Naba: 31).

Jadi surga disiapkan oleh Allah Subhanahu wata’ala untuk orang – orang yang bertakwa dan ayat diatas QS. Ali Imran : 133 dari kata:

أُعِدَّتْ

(yang dipersiapkan) menunjukkan bahwasanya surga dan neraka adalah 2 makluk yang diciptakan oleh Allah Subhanahu wata’ala yang sudah ada.

Allah Subhanahu wata’ala menyiapkan surga bagi orang –orang yang bertakwa walaupun ia seorang hamba dari negeri habasyah dan menyiapkan neraka bagi orang – orang fajir walaupun dia adalah seorang yang merdeka dari suku Quraisy.

Wallahu a’lam Bish Showaab 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.