بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Lelaki itu (Malaikat) berkata:”Beritahukan kepadaku kapan terjadi Kiamat?”, Nabi menjawab:”Yang ditanya tidaklah lebih tahu daripada yang bertanya”.

Makna dari ucapan Rasulullah adalah saya juga tidak tahu kapan datangnya hari kiamat, begitupula jibril tidak tahu kapan datangnya hari kiamat karena hari kiamat adalah ilmunya Allah Subhanahu wata’ala, Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي ۖ لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ ۚ ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةً ۗ يَسْأَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

“Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (QS. Al-A’raf : 187).

Berdasarkan ayat diatas maka ketika Rasulullah ditanya tentang hari kiamat beliau menjawab:”Tidaklah yang ditanya lebih tahu daripada yang bertanya”, maksudnya adalah saya dan anda sama – sama tidak tahu. Malaikat yang ditugaskan meniup sangkakala sejak diciptakan sampai sekarang senantiasa mendongakkan wajahnya ke atas arsy Allah sambil menunggu perintah dari Allah untuk meniup sangkakala, dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إن طرْف صاحب الصور مذ وُكل به مستعد ينظر نحو العرش، مخافة أن يؤمر قبل أن يرتد إليه طرفه، كأن عينيه كوكبان دريان

“Sesungguhnya pandangan malaikat peniup sangkakala telah bersiap sejak dia diperintahkan, dia selalu memandang ke arah arsy karena khawatir dia diperintahkan ketika matanya berkedip. Kedua matanya seperti bintang berkilau”. (HR. Hakim 8676 dan dishahihkan al-Albani dalam Silsilah as-Shahihah, 1078). 

Inilah salah satu yang membuat Rasulullah tidak tenang sebagaimana disebutkan dalam hadist, dari Abu Said Al-Khudri Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

كَيْفَ أَنْعَمُ وَقَدِ الْتَقَمَ صَاحِبُ الْقَرْنِ الْقَرْنَ، وَحَنَى جَبْهَتَهُ، وَأَصْغَى سَمْعَهُ يَنْظُرُ مَتَى يُؤْمَرُ

“Bagaimana saya bisa bersenang-senang sementara malaikat peniup terompet telah meletakkan terompet itu di mulutnya, memiringkan dahinya, pendengarannya konsentrasi, selalu siaga kapanpun dia akan diperintahkan”. (HR. Ahmad 11039, Turmudzi 3551 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Tak satupun diberitahukan kapan datangnya hari kiamat adapun tanda – tandanya Allah memperlihatkan dan mengabarkan kepada kita, tanda – tanda nya seperti terjadi pembunuhan dimana – mana sampai yang membunuh tidak tahu mengapa ia membunuh dan yang dibunuh juga tidak tahu mengapa ia dibunuh sampai ada yang lewat di kuburan kemudian ia telungkup dan berkata:”Aduhai andaikan saya berada disini”, kemudian perdagangan dimana – mana dan bisnis dimana – mana inilah yang kita saksikan sekarang dimana manusia berlomba – lomba membangun rumah yang megah, kantor yang megah dll, sampai – sampai Rasulullah mengatakan:”Sampai seorang istri membantu suaminya berdagang”, ini bisa kita saksikan dalam online facebook kebanyakan para wanita melakukan live streaming untuk mempromosikan produk yang ia jual, terjadinya perzinahan dimana – mana bahkan lebih keji dari itu berusaha melegalkan perbuatan keji ummat – ummat terdahulu yang dengannya dia dihancurkan oleh Allah seperti homoseksual, lesbian kemudian rasa malu telah dicabut, berzina dipinggir jalan sampai – sampai orang yang melihatnya hanya mengatakan:”Aduhai andaikan ia tidak melakukan perbuatan itu disini, andaikan ia sembunyi dibalik pagar”, tidak mampu lagi ia mengubah kemungkaran – kemungkaran yang seperti itu. Amanah sudah dicabut sampai orang mengatakan dikampung itu masih ada orang yang amanah sebagai tanda amanah telah berkurang, tanda – tanda hari kiamat semuanya telah ditampakkan ada yang masih berjalan, ada yang masih kita nanti nantikan dan ketika telah datang hari kiamat yang besar maka disitulah pintu taubat ditutup dan pada saat itu tidak lagi bermanfaat keimanan bagi yang belum beriman.

Ketika Rasulullah ditanya pada kesempatan yang lain tentang hari kiamat beliau berkata:“Apa yang engkau persiapkan untuk hari kiamat”, inilah yang paling penting bagi kita apa yang telah kita persiapkan untuk menghadapinya dan kiamat diantara kita yang pasti kita lewati adalah kematian, jika seseorang meninggal maka telah datang kiamat baginya karena kiamat adalah fase yang telah menghubungkan atau yang memindahkan kita dari alam dunia ke alam akhirat, olehnya persiapkan diri untuk menghadapi kematian , persiapkan diri untuk berjumpa dengan Allah,

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:“Ketika dibangkitan pada hari kemudian mereka merasa tidak tinggal didunia kecuali sepotong waktu di waktu siang”. Apa yang terjadi pada Ashaabul Kahfi memberikan pelajaran kepada kita, ketika mereka tinggal di gowa dan ditidurkan selama 309 tahun, kemudian dibangunkan mereka berkata:”Berapa lama kita tinggal di gua ini ada yang mengatakan:”Satu hari”, ada yang mengatakan separuh hari padahal mereka ditidurkan selama 309 tahun, semoga kuburan adalah tempat peristirahatan bagi kita dan ditidurkan oleh Allah Subhanahu wata’ala.

Dia (Malaikat) pun bertanya lagi:”Beritahukan kepadaku tentang tanda-tandanya!”. Nabi menjawab:”Jika seorang budak wanita telah melahirkan tuannya; jika engkau melihat orang yang bertelanjang kaki, tanpa memakai baju (miskin papa) serta pengembala kambing telah saling berlomba dalam mendirikan bangunan megah yang menjulang tinggi”.

Para ulama menta’wil tanda – tanda hari kiamat ada yang mengatakan terjadinya penaklukan dimana – mana, banyaknya terjadi anak yang durhaka kepada kedua orang tuanya sehingga ada anak yang memperlakukan orang tuanya seperti budak.

Para pengembala kambing atau domba berlomba – lomba dalam membangun sebagaimana yang kita bisa lihat pada negara Dubai dahulunya adalah tempat yang gersang namun sekarang telah menjulang bangunan yang tinggi, namun perlu diketahui bahwa tidak semua tanda – tanda hari kiamat itu buruk seperti yang telah disebutkan yaitu seorang istri membantu suaminya berdagang namun selama ia berdagang secara syar’i maka tidak mengapa, Nabi hanya menyebutkan sebagai salah satu tanda hari kiamat, begitupula orang yang berlomba meninggikan bangunan selama bangunan itu ia butuhkan maka silahkan dan tidak dilarang, jadi bukan berarti kita tidak boleh berdagang silahkan berdagang, silahkan mengembangkan bisnis dimana –mana akan tetapi ingat itu adalah tanda – tanda hari kiamat walaupun tidak ada dosa didalamnya

Kemudian lelaki (Malaikat) tersebut segera pergi. Aku pun terdiam, sehingga Nabi bertanya kepadaku:”Wahai, Umar! Tahukah engkau, siapa yang bertanya tadi?”,
Aku menjawab:”Allah dan RasulNya lebih mengetahui”, Beliau bersabda:”Dia adalah Jibril yang mengajarkan kalian tentang agama kalian.

Faedah yang bisa kita dapatkan dari hadist diatas tentang ”Allah dan RasulNya lebih mengetahui” jangan kita malu untuk mengucapkan saya tidak tahu pada sesuatu yang  benar – benar kita tidak tahu, manhaj para Nabi dan Rasul dalam Al-Qur’an disebutkan oleh Allah jangan memberat – beratkan diri (mutakallifin) Allah berfirman:

قُلْ مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُتَكَلِّفِينَ

“Katakanlah (hai Muhammad):”Aku tidak meminta upah kepadamu karena dakwahku ini dan aku bukannya golongan orang yang memaksamaksakan diri (mutakallifin)”. (QS. Shad : 86).

Jadi jika kita tidak tahu katakan tidak tahu apalagi jika dalam urusan agama, sekarang ini Subhanallah masing – masing menghormati disiplin ilmunya dalam urusan dunia tetapi jika dalam urusan agama semuanya begitu gampangnya berfatwa, baru saja ia bertaubat dan mendapatkan hidayah kemudian kita tahu masa silam dan kelamnya, belum sempat belajar banyak namun sudah dimintai pandangannya tentang perkara yang besar dalam urusan agama padahal mereka bukan ahlinya dan inilah yang merusak agama islam, Imam Al Ghazali berkata:”2 hal yang merusak orang yaitu separu ‘alim dan separu dokter“, andaikan semua orang diam dari apa yang ia tidak tahu maka manusia akan selamat, tidakkah kita malu dengan malaikat, makhluk Allah yang mulia ketika malaikat berkata:”Maha suci engkau Ya Allah kami tidak punya ilmu kecuali yang engkau ajarkan kepada kami”, adapun pengucapannya kita katakan:”Wallahu wa Rasuluhu a’lam“,  jika yang ditanyakan kepada kita tentang urusan agama, adapun jika adalam urusan dunia misalkan kita tanya:”Mau berangkat tahun ini umrah”, kita cukup menjawab:”Allahu a’lam”, jangan kita mengatakan:””Wallahu wa Rasuluhu a’lam“.

Rasulullah kemudian berkata:”Dia adalah Jibril yang mengajarkan kalian tentang agama kalian”.

Wallahu a’lam Bish Showaab 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.