MIM.OR.ID, 27/05/17. Sebagai Kesyukuran bagi kita bersama bahwa Markaz Imam Malik sejak diresmikan sampai sekarang telah menjadi salah satu lembaga yang aktif melayani ummat dangan Al-Qur’an, semua kegiatan yang dilakukan di Markaz Imam Malik tujuannya adalah bagaimana ummat menjadi mulia dengan Al-Qur’an, diluar Bulan Ramadhan Markaz Imam Malik memiliki Madrasah Imam Malik untuk Melahirkan penghafal Al-Qur’an dalam usia muda, begitupula dengan Kuttab Imam Malik bagaimana melahirkan penghafal Al-Qur’an dalam usia belia, dan pengajian rutin Markaz Imam Malik sering mengangkat nilai-nilai Al-Qur’an, begitupula dengan orang tua santri mereka diajarkan membaca dan mempelajari Al-Qur’an melalui tarbiyah. Markaz Imam Malik berharap agar masyarakat kota makassar yang mau belajar Al-Qur’an dan mendalami nilai-nilai Al-Qur’an dapat menghadiri setiap pengajian rutin yang diadakan dibeberapa masjid yang ada dikota Makassar maupun diluar kota makassar diluar ramadhan, Markaz Imam Malik tidak lepas dari dukungan Walikota Makassar Bapak Ir. H. Mohammad Ramdhan Pomanto agar Markaz Imam Malik menjadi pelayan Al-Qur’an bagi masyarakat kota makassar maupun luar kota makassar.

Dibulan Ramadhan Markaz Imam Malik menjadikan moment Ramadhan sebagai moment untuk menghafal Al-Qur’an melalui Daurah 20 hari menghafal Al-Qur’an yang di ikuti oleh Ikhwah sebanyak 73 dan Akhwat sebanyak 44, para peserta daurah sebelum dikarantina mereka diberikan motivasi dan arahan oleh Direktur Markaz Imam Malik Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullah dalam sambutannya kepada peserta daurah menghafal Al-Qur’an beliau mengatakan:”Untuk sampai kepada zona aman maka kita harus keluar dari zona nyaman“, Zona nyaman yang dimaksud oleh Direktur Markaz Imam Malik adalah meninggalkan semua fasilitas duniawi yang dapat menjadi penghalang untuk menghafal Al-Qur’an seperti Hp dan alat media lainnya. Setelah sambutan Direktur Markaz Imam Malik dilanjutkan dengan penyampaian materi daurah oleh Kepala Madrasah Imam Malik Ustadz Faisal Abdurrahman, S.P.d.I, Hafidzahullah dalam penyampaian materi beliau berharap dengan mengatakan:”Bagaimana kita meninggalkan dunia ini dalam keadaan menghafal Al-Qur’an, kita tanamkan dalam diri kita bahwa menghafal Al-Qur’an itu mudah“.

Para Peserta Daurah menghafal 20 hari ditergetkan menghafal 5 juz selama 20 hari. Peserta yang ikut daurah menghafal bukan hanya dari Kota Makassar akan tetapi juga dari luar Kota Makassar bahkan ada yang dari kendari dan lampung. Ramadhan yang akan datang  Markaz Imam Malik akan menerima peserta daurah menghafal Al-Qur’an yang lebih banyak lagi dari Ramadhan ini, insyaAllah.

Dokumentasi Daurah Menghafal 20 Hari MIM

Absen Ulang Peserta Daurah
Absen Ulang Peserta Daurah
Registrasi Ulang Peserta Daurah
Registrasi Ulang Peserta Daurah
Direktur Markaz Imam Malik, Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I
Direktur Markaz Imam Malik, Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I
Peserta Menyimak Pemateri
Peserta Menyimak Pemateri
Sambutan Direktur Markaz Imam Malik
Sambutan Direktur Markaz Imam Malik
Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I
Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I
Peserta Daurah 20 Hari MIM
Peserta Daurah 20 Hari MIM
Kepala Madrasah Imam Malik, Ustadz Faisal Abdillah, S.P.di
Kepala Madrasah Imam Malik, Ustadz Faisal Abdillah, S.P.di
Ruangan Kamar Peserta Daurah
Ruangan Kamar Peserta Daurah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.