12 April 2016

Jika ada kaum Muslimin yang menyambut Bulan Suci Ramadhan dengan membeli segala perlengkapan selama 1 bulan, mulai dari pakaian baru, makanan, atau berlibur. Maka Jama’ah pengajian Markaz Imam Malik menyambut Bulan Suci Ramadhan dengan memperbanyak amalan shaleh.

Semangat Menyongsong Bulan Suci Ramadhan di Markaz Imam Malik
Sumbangan dari Masyarakat berupa es buah
Semangat Menyongsong Bulan Suci Ramadhan di Markaz Imam Malik
Pengurus & santri menyiapkan hidangan Buka Puasa di masjid Nurul Hikma
Semangat Menyongsong Bulan Suci Ramadhan di Markaz Imam Malik
Persiapan menanti buka puasa sunnah
Semangat Menyongsong Bulan Suci Ramadhan di Markaz Imam Malik
Hidangan buka puasa

Diantaranya memperbanyak membaca Al-Qur’an, memperbanyak menghadiri pengajian sebagai bekal untuk kehidupan sehari-hari dan akhirat, serta memperbanyak puasa-puasa sunnah, dan memperbanyak bersedekah dan memberi makan bagi yang melaksanakan buka puasa sunnah tak lupa pula banyak yang ikut andil dalam berinfaq untuk para penghafal Al-Qur’an di Markaz Imam Malik. Ada yang berinfaq dengan berbagai kebutuhan pokok santri seperti beras, telur, dll. Ada pula yang berinfaq dengan melengkapi kebutuhan menghafal santri seperti MP3 untuk digunakan muraja’ah dan menghafal Al-Qur’an.

Semangat Menyongsong Bulan Suci Ramadhan di Markaz Imam Malik
Suasana menanti waktu berbuka puasa. memperbanyak membaca Al-Qur’an
Buka Puasa Sunnah (11)
Semangat jama’ah memperbanyak bacaan Al-Qur’an saat menanti waktu berbuka puasa
Semangat Menyongsong Bulan Suci Ramadhan di Markaz Imam Malik
Jama’ah memperbanyak membaca Al-Qur’an

Inilah janji pahala yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebutkan,

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.”

(HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan
Ahmad 5/192, dari Zaid bin Kholid Al Juhani.
At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih.
Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Semangat Menyongsong Bulan Suci Ramadhan di Markaz Imam Malik
Jama’ah memperbanyak do’a saat menanti waktu berbuka puasa

Di antara keutamaan lainnya bagi orang yang memberi makan berbuka adalah keutamaan yang diraih dari do’a orang yang menyantap makanan berbuka. Jika orang yang menyantap makanan mendoakan si pemberi makanan, maka sungguh itu adalah do’a yang terkabulkan. Karena memang do’a orang yang berbuka puasa adalah do’a yang mustajab. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do’a orang yang terdzolimi.”

(HR. Tirmidzi no. 2526 dan Ibnu Hibban 16/396.
Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.)

Semangat Menyongsong Bulan Suci Ramadhan di Markaz Imam Malik
Memperbanyak do’a disaat menjelang waktu berbuka puasa

Ketika berbuka adalah waktu terkabulnya do’a karena ketika itu orang yang berpuasa telah menyelesaikan ibadahnya dalam keadaan tunduk dan merendahkan diri.

(Lihat Tuhfatul Ahwadzi, 7/194.)

Apalagi jika orang yang menyantap makanan tadi mendo’akan sebagaimana do’a yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam praktekkan, maka sungguh rizki yang kita keluarkan akan semakin barokah. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diberi minum, beliau pun mengangkat kepalanya ke langit dan mengucapkan,

Buka Puasa Sunnah (20) Buka Puasa Sunnah (22) Semangat Menyongsong Bulan Suci Ramadhan di Markaz Imam Malik

اللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِى وَأَسْقِ مَنْ أَسْقَانِى
Allahumma ath’im man ath’amanii wa asqi man asqoonii

[Ya Allah, berilah ganti makanan kepada orang yang memberi makan kepadaku dan berilah minuman kepada orang yang memberi minuman kepadaku]

(HR. Muslim no. 2055.)

Semangat Menyongsong Bulan Suci Ramadhan di Markaz Imam Malik
Suasana berbuka puasa

Tak lupa pula, ketika kita memberi makan berbuka, hendaklah memilih orang yang terbaik atau orang yang sholih. Carilah orang-orang yang sholih yang bisa mendo’akan kita ketika mereka berbuka. Karena ingatlah harta terbaik adalah di sisi orang yang sholih. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengatakan pada ‘Amru bin Al ‘Ash,

يَا عَمْرُو نِعْمَ الْمَالُ الصَّالِحُ لِلْمَرْءِ الصَّالِحِ

“Wahai Amru, sebaik-baik harta adalah harta di tangan hamba yang Shalih.”

Semangat Menyongsong Bulan Suci Ramadhan di Markaz Imam Malik
Hidangan buka puasa sebanyak dua shaff panjang

(HR. Ahmad 4/197.
Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa
sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim.)

Dengan banyak berderma melalui memberi makan berbuka dibarengi dengan berpuasa itulah jalan menuju surga.

(Lihat Lathoif Al Ma’arif, 298.)

Dari ‘Ali, ia berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« إِنَّ فِى الْجَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَا ». فَقَامَ أَعْرَابِىٌّ فَقَالَ لِمَنْ هِىَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « لِمَنْ أَطَابَ الْكَلاَمَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَأَدَامَ الصِّيَامَ وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ »

Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya.” Lantas seorang arab baduwi berdiri sambil berkata, “Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasululullah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Untuk orang yang berkata benar, yang memberi makan, dan yang senantiasa berpuasa dan shalat pada malam hari di waktu manusia pada tidur.”

(HR. Tirmidzi no. 1984.
Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan.)

Bagaimana dengan Anda?

Sedekah Buka Puasa Sunnah
Sedekah Buka Puasa Sunnah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.