Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabaraktuh…

Ini adalah kisah yang mengandung renungan dan pelajaran bagi siapa saja yang mau mengambil pelajaran…

Aku sengaja menukilkannya kepada Anda, dan insya Allah semuanya akan mengambil manfaat darinya.

Gadis itu duduk di kamarnya setelah shalat Isya mengerjakan hobi kesenangannya dan melewati jam-jam paling menyenangkannya…

Ia seperti hilang dari dunia dan seisinya, karena mendengarkan dan menyenandungkan senandung yang sangat merdu…Itu adalah penyanyi favoritnya…

Ia meletakkan headphone di kedua telinganya dan mengabaikan panggilan ibunya yang berkali-kali memanggilnya. Ibu yang telah mulai membungkuk punggungnya disebabkan usia yang semakin tua: “Putriku, berlindunglah kepada Allah dari Syetan…Akhirilah hari ini dengan shalat 2 rakaat daripada mendengarkan kesia-siaan itu…”

Namun ia hanya mengatakan: “Okelah…Baik…”

Sang ibu pun bergegas ke tempat shalatnya, dan memulai rutinitas hariannya mengerjakan shalat malam…Gadis itu hanya memandang ke arah ibunya tanpa rasa bersalah sama sekali…Nyanyian itu berakhir…Ia merebahkan diri dan berguling di atas tempat tidurnya…

Ia bersiap-siap untuk tidur dan selalu saja suara nyanyian itu menjadi sesuatu yang selalu ia dengarkan di saat seperti itu…Ia melepaskan ikatan rambutnya, lalu menjauhkan headphone itu dari kedua telinganya. Ia menengok ke arah jendela….Oh, ternyata belum tertutup…Sebelum ia bergerak untuk menutup jendela, ia melihat sesuatu terbang ke arahnya seperti anak panah…

Dengan sangat teliti, serangga itu menyerang langsung tepat di sasaran…dan dengan tepat ia mengenai gendang telinganya…Gadis itu berteriak karena rasa sakit yang luar biasa. Ia berputar-putar seperti orang gila. Sementara suara dengungan dan berisik di telinganya. Ibunya bergegas mendatanginya.

“Ada apa putriku?” tanyanya.

Dengan segera ia memanggil ambulans dan membawa sang gadis ke dokter. Dokter segera memanggil para perawat.

Di tengah rasa sakit yang ia rasakan, tiba-tiba dokter itu tertawa terbahak-bahak, kemudian diikuti oleh para perawat…Gadis itu marah bukan main. Ia mencaci maki dan menghardik: “Bagaimana bisa kalian tertawa sementara aku kesakitan seperti ini?!!”

Dokter pun memberitahukan bahwa seekor serangga yang terbang telah masuk ke telinganya!

“Jangan khawatir. Hewan ini akan dikeluarkan dengan mudah. Tapi saya tidak bisa mengeluarkannya. Ini harus dikonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter spesialis. Kembalilah lagi pada jam 7 pagi!” ujar sang dokter.

Bagaimana mungkin ia pulang ke rumah sementara serangga itu mendengung di telinganya karena berusaha untuk keluar? Rasa sakit itu pun semakin menjadi-jadi dari waktu ke waktu…Dokter pun memberitahunya bahwa ia akan membantunya dengan melakukan satu hal: memberikan penenang kepada serangga itu hingga pagi agar ia tidak bergerak. Bahan penenang pun diteteskan ke telinganya, dan selesailah tugas sang dokter sampai di situ…

ia pun kembali ke rumah seperti orang gila. Kepalanya seperti mau meledak disebabkan rasa sakit yang luar biasa. Malam itu berjalan seperti satu abad yang begitu panjang. Dan begitu usai shalat subuh, ia segera pergi ke rumah sakit bersama ibunya…Dokter spesialis pun memeriksanya. Namun sayang sekali, dugaan dokter jaga tadi malam keliru. Ternyata tidak mudah mengeluarkan serangga tersebut…

Dokter kemudian meletakkan sebuah tisu putih dan mengambil sebuah alat penjepit, kemudian memasukkannya ke dalam telinga. Namun ia hanya berhasil mengeluarkan ekor serangganya saja. Dokter berusaha mencobanya kembali…Hanya bagian perutnya…kemudian dada…lalu kepalanya. Tapi apakah semuanya sudah beres??? Gadis itu masih merasakan sakit yang luar biasa!!

Dokter kembali melakukan pemeriksaan…

Ternyata serangga itu telah menancapkan “taringnya” di gendang telinga! Sangat sulit untuk mengeluarkannya karena ia sudah masuk terlalu dalam! Akhirnya dokter mengambil kapas yang telah dicelupkan dengan bahan pelumpuh, yang kemudian dimasukkan ke dalam telinga. Ia meminta kepada yang mengantar gadis itu untuk kembali lagi 5 hari kemudian, mudah-mudahan sengat-sengat itu telah hancur setelah tidak ada lagi kehidupan di dalamnya!

Selama 5 hari itu, indra pendengaran sang gadis mulai melemah sedikit demi sedikit. Hingga akhirnya ia hanya dapat melihat bibir orang lain bergerak, namun ia tidak tahu apa yang diucapkan dan apa yang sedang terjadi. Ia benar-benar hampir gila dengan semua itu!

Pada waktu yang disepakati, ia pun kembali menemui dokter. Ia kembali mencoba mengeluarkannya, namun tidak berhasil melakukan apapun.

Ia kembali memasukkan kapas yang telah diberi bahan obat, lalu berkata: “Kembalilah 5 hari lagi.” Gadis itu hanya bisa menangis. Ia merasa sangat menyesal dan tertekan. Ia melihat semua orang berbicara dan tertawa, namun ia tidak mampu bahkan hanya sekedar untuk mendengarkan apa yang terjadi di sekitarnya atau apa yang mereka obrolkan…

Lima hari kemudian ia kembali lagi menemui sang dokter…Tapi juga tidak ada gunanya…

“Sudah diputuskan engkau harus menjalani proses operasi untuk mengeluarkan sengat-sengat tersebut,” ujar dokter. Ia hampir mati ketakukan mendengarnya. Ia minta waktu 5 hari lagi…

Waktu berjalan dan lima hari kemudian…

Allah menolong gadis itu. Sang dokter berhasil mengeluarkan semua sengat itu tanpa melakukan operasi sama sekali.

Pendengarannya pun perlahan-lahan mulai kembali…Dan seketika itu juga baru ia menyadari bahwa semua yang menimpanya itu adalah sebuah tamparan yang menyadarkannya dari kelalaiannya…

Ia pun bertaubat kepada Allah…

 

***

Alih bahasa:
Muhammad Ihsan Zainuddin
Pembina http://KuliahIslamOnline.com
Sumber:  al-Mausu’ah al-Kubra li al-Qashash al-Mu’atstsirah li al-Fatayat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.