بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Allah Subhanahu wata’ala menjadikan aqidah dan agama yang mulia ini ikatan yang paling kokoh yang kekal sampai pada hari kiamat, segala macam bentuk pertemanan, persahabatan yang landasannya adalah dunia nanti mereka akan bermusuhan antara yang satu dengan yang lain bahkan walaupun mereka masih ada hubungan kekerabatan atau keluarga, Allah Subhanahu wata’ala berfirman didalam Al-Qur’an:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لَا يَجْزِي وَالِدٌ عَنْ وَلَدِهِ وَلَا مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَالِدِهِ شَيْئًا ۚ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ ۖ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ

“Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah”. (QS. Luqman : 33).

Seorang bapak tidak mampu lagi menolong anaknya dan seorang anak tidak mampu lagi menolong bapaknya.

Dalam ayat yang lain Allah berfirman:

الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ

“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa”. (QS. Az-Zukhruf: 67).

Inilah pentingnnya memperbanyak teman – teman yang seaqidah saling mempererat ukhuwah diantara kita dan saling mengingatkan diantara kita, kata Ali bin Abi Thalib mengomentari ayat ini:”Ada 2 orang yang beriman ketika dulu hidup didunia bersaudara, saling menasehati dalam kebaikan, salah satu dari keduanya meninggal dunia, ketika dia meninggal didalam kuburnya dia mendapatkan sebagian kenikmatan surga yang disiapkan oleh Allah Subhanahu wata’ala untuknya, ketika dia merasakan kenikmatan didalam kuburnya dan dijadikan taman dari taman – taman surga ia kemudian berkata:”Ya Rabb, jangan engkau sesatkan teman saya yang masih hidup didunia sebelum ia merasakan seperti apa yang saya rasakan“, sampai di alam barsakh kita dipersaudarakan oleh Allah Subhanahu wata’ala sebaliknya orang kafir, orang mujrim, ahlu maksiat mereka berteman kemana mereka pergi mereka bersama – sama melakukan maksiat, mereka saling memotivasi untuk melakukan dosa ketika salah satu diantara mereka yang meninggal, dia disiksa dialam kubur kemudian dia berkata:”Ya Rabb, jangan engkau berikan hidayah dan petunjuk kepada dia sampai dia merasakan seperti apa yang saya rasakan”, oleh karenanya Al Hasan Al Basri Rahimahullah mengatakan:”Perbanyaklah saudara – saudara kalian dari orang – orang yang beriman karena kalian akan saling memberi syafaat nanti dihari kemudian”. Kita saling mencari antara yang satu dengan yang lain sebagaimana yang Allah Subhanahu wata’ala sebutkan didalam Al-Qur’an ketika ada orang yang beriman masuk surga dia mencari – cari saudaranya yang dulu didunia yang mungkin singgah di neraka atau ada urusan yang lain atau ia berada disurga yang paling rendah, ia kemudian berkata:”Ya Raab, saya tidak akan menikmati kenikmatan yang engkau berikan kepadaku didalam surga ini sebelum dikumpulkan bersama dengan saudaraku tersebut, Allah kemudian memerintahkan malaikat untuk mencari saudaranya tersebut dan ternyata didapatkan didalam neraka, dia kemudian diangkat dan dibersihkan, ketika dia diangkat dari neraka orang – orang kafir kemudian berteriak mereka berkata:”Wahai fulan mengapa engkau bisa dikeluarkan dari neraka sedangkan kami tidak“. ia berkata:”Saya punya teman di dalam surga yang mengundang saya untuk masuk didalam surga”, mereka kemudian orang kafir berkata:”Aduhai, lalu bagaimana dengan kami mengapa tidak ada yang mampu memberikan syafaat kepada kami, mengapa tidak ada yang mampu memberikan pertolongan kepada kami dan inilah makna perkataan Imam Syafii Rahimahullah:”Saya cinta orang – orang sholeh walaupun saya tidak termasuk golongan mereka dan semoga dengan kecintaan ini saya dikumpulkan dengan mereka dihari kemudian“.

Salah seorang sahabat yang sangat cinta kepada Nabi yang dalam sehari ia tidak bisa melihat Rasulullah ia kemudian datang menyampaikan kegalauannya dan berkata kepada Rasulullah:”Ya Rasulullah saya sangat cinta kepada anda dalam sehari saya tidak bisa melihat anda akan tetapi saya khawatir dihari kiamat anda berada di surga yang paling tinggi sedangkan saya berada dibawah sehingga saya tidak bisa melihat anda Ya Rasulullah“. Rasulullah berkata kepadanya:”Seseorang akan dikumpulkan bersama dengan orang yang ia cintai“, Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu pernah mengatakan:”Tidak ada nikmat yang paling membahagiakan setelah nikmat keislaman melebih perkataan Nabi:”Seseorang akan dikumpulkan bersama dengan orang yang ia cintai”, saya cinta Rasulullah, saya cinta Abu Bakar as Shiddiq, saya cinta Umar tetapi amalan saya tidak sama dengan amalan mereka namun semoga dengan kecintaan ini saya dikumpulkan bersama dengan mereka, insyaAllah.

Oleh karenanya perbanyak teman kita dari orang – orang sholeh dan berhati – hatilah dalam memilih teman karena penyesalan yang paling besar dari orang yang dzalim pada hari kemudian disebabkan karena dia keliru memilih teman di dunia, Allah menyebutkan didalam surah Al furqan:

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا يَا وَيْلَتَىٰ لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي ۗ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا

“Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul, Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku), Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia”. (QS. Al-Fur’qan: 27-29).

Kedua tangannya dia masukkan ke mulutnya menunjukkan penyesalan yang luar biasa. Kita dikumpulkan dihari kemudian bersama dengan orang yang kita cintai sebagaimana Firman Allah didalam Al-Qur’an:

يَوْمَ نَدْعُو كُلَّ أُنَاسٍ بِإِمَامِهِمْ ۖ فَمَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَأُولَٰئِكَ يَقْرَءُونَ كِتَابَهُمْ وَلَا يُظْلَمُونَ فَتِيلًا وَمَن كَانَ فِي هَٰذِهِ أَعْمَىٰ فَهُوَ فِي الْآخِرَةِ أَعْمَىٰ وَأَضَلُّ سَبِيلًا

(Ingatlah) suatu hari (yang pada hari itu) Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya; dan barang siapa yang diberikan kitab amalannya di tangan kanannya, maka mereka ini akan membaca kitabnya itu dan mereka tidak dianiaya sedikit pun. Dan barang siapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar)”. (QS. Al-Isra :71-72).

Termasuk didalamnya berhati – hati dalam menentukan pilihan, bertemanlah dengan orang-orang yang cinta kepada Allah, jangan memusuhi agama Allah karena seseorang dibangkitkan dan dikumpulkan bersama dengan orang – orang yang ia pilih dan yang ia cintai di dunia ini.

Wallahu a’lam Bish Showaab 


Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Jum’at, 06 Sya’ban 1440 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.