بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Cara wudhu yaitu mencuci tangan 3 kali ini hukumnya sunnah ada yang mengatakan wajib ketika baru bangun tidur tapi jika kita yakin bahwasanya tangan kita suci bersih maka ini hukumnya sunnah dan sebaiknya tidak ditinggalkan karena dicontohkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, bisa 2 kali cuci dan bisa sekali dicuci dan ini bisa dilakukan ketika berwudhu hanya satu mud atau satu gelas air. Kemudian wudhu harus dimulai dari kanan, dalam hadist disebutkan:”Aisyah Radhiyallahu ‘anha berkata:

‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha dalam Shahihain, beliau berkata:

كان النبي صلى الله عليه وسلم يعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ في تَنَعُّلِهِ وَتَرجُّلِهِ و طُهُورِه وفي شَأْنِهِ كُلِّهِ (متفق عليه)

“Bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam suka menggunakan (mendahulukan) yang kanan dalam memakai sandal, menyisir rambut, bersuci dan dalam segala perkara“. (Shahih Bukhari dan Shahih Muslim).

Olehnya ketika pake sisir mulai dari kanan dulu, begitupula ketika cukur kita mulai dari kanan dan jika kita niatkan mengikuti sunnah Nabi maka berpahala, oleh karena itu ketika masuk ke tukang cukur tanya kepada tukang cukur agar mulai cukur dari kanan jika ia mengatakan kenapa begitu jelaskan kepada dia itu sunnahnya dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dan ketika tukang cukur ini mengamalkannya maka kita akan mendapatkan pahala.

Setelah mencuci kedua tangan selanjutnya berkumur – kumur sekaligus istinsyaq (menghirup air ke hidung hingga ke rongga hidung), Nabi berkata:

وَبَالِغْ فِي الِاسْتِنْشَاقِ إلَّا أَنْ تَكُونَ صَائِمًا

Seriuslah dalam memasukkan air dalam hidung (istinsyaq) kecuali dalam keadaan berpuasa“. (HR. Abu Daud, no. 142; Ibnu Majah, no. 448; An-Nasa’i, no. 114. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih.)


إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ مَنَامِهِ فَتَوَضَّأَ فَلْيَسْتَنْثِرْ ثَلاَثًا ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَبِيتُ عَلَى خَيْشُومِهِ

Jika salah seorang di antara kalian bangun dari tidurnya, maka hendaklah berwudhu lalu beristintsar (mengeluarkan air dari hidung, pen.) sebanyak tiga kali karena setan bermalam di batang hidungnya“. (HR. Bukhari, no. 3295 dan Muslim, no. 238)

Syaithan bermalam dirongga – rongga hidung maka kita diperintahkan untuk istinsyaq dilakukan sebanyak 3 kali, setelah itu membasuh wajah disebut wajah karena dipakai untuk face to face dengan orang lain, cara mencuci wajah yaitu basu dahi tempat dimana ubun – ubun ditumbuhi rambut sampai dibelakang dagu dan bagi yang memiliki jenggot lebat maka tidak mengapa dia menyela – nyela kemudian batasan wajah sampai batas telinga semua itu wajib kena air dan tidak mengapa lewat sedikit, Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu beliau berijtihad sendiri dengan berwuduh melewati sedikit ketika ditanya mengapa engkau melakukan itu, beliau berkata:”Saya mau cahaya saya dihari kemudian itu banyak”, adapun kita cukup dengan apa yang dicontohkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. Wajah dicuci sebanyak 3 kali.

Setelah itu membasuh tangan sampai ke siku dan banyak terjadi kekeliruan dikalangan kaum muslimin sehingga menjadikan wudhunya tidak sah ketika membasuh tangan ia mulai dari pergelangan tangan hingga ke siku padahal yang benar dan wajib yaitu dari ujung jari sampai melewati siku sedikit, mungkin ada yang berkata:”Bukankah jari itu sudah dicuci ketika diawal wudhu..?“, cuci tangan diawal wudhu itu sunnah atau bukan bagian ketika mencuci tangan sampai siku, Nabi pernah melihat salah seorang sahabat selesai mengerjakan wudhu beliau liat masih ada kering ditumitnya Nabi mengatakan:”Ulangi wuduhmu !, tidak sah”, ini harus diperhatikan, Nabi pernah berkata:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ وَأَبِي هُرَيْرَةَ وَعَائِشَةَرضي الله عنهم قَالُوا: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم , وَيْلٌ لِلأَعْقَابِ مِنَ النَّارِ. الويلُ: العذابُ والهلاكُ، وجاءَ في بعضِ الآثارِ أَنَّه وادٍ في جهنم. الأَعقاب: جمعُ عَقِبٍ، وهو مُؤَخَّرُ القَدَمِ. والمرادُ أَصحابُها.

Dari ‘Abullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash, Abu Hurairah, dan ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anhum, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:”Celakalah tumit yang tidak terbasuh air wudhu dengan api neraka“. (HR. Bukhari, no. 165 dan Muslim, no. 241)

Membasuh tangan juga sebanyak 3 kali, Selanjutnya mengusap kepala dan kata Rasulullah dan 2 telinga itu bagian dari kepala mengusap kepala cukup satu kali saja bedakan membasuh dengan mencuci , klo membasuh cukup tangan basah, adapun mencuci maka dengan menggunakan air, membasuh kepala dimulai dari arah depan rambut kemudian mengarahkan tangan ke tengkuk kemudian mengembalikan ke dahi setelah itu langsung ke telinga, ini dilakukan baik laki – laki maupun perempuan hanya dilakukan satu kali saja.

Setelah itu cuci kaki sebanyak 3 kali air harus kena mata kaki dan air masuk ke sela – sela jari kaki jika mata kaki tidak kena air maka tidak sah.

Diantara yang membatalkan wudhu adalah tidur lalu bagaimana yang tidur mendengarkan khutbah dihari jum’at..? jika dia tidur dalam keadaan duduk maka wudhunya tidak batal, wudhu sholat dhuhur bisa digunakan sholat ashar selama kita yakin bahwasanya wudhu kita tidak batal atau misalnya kita ragu apakah wudhu kita batal atau tidak maka jangan menengok pada keraguan tetap yakin jika wuduh kita sah maka silahkan sholat dan ini pernah dilakukan oleh Nabi beliau pernah berwudhu satu kali untuk 5 sholat.

Cara tayammum sesuai sunnah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam yaitu tempelkan tangan kita pada debu sekali jika ada tanah yang menempel ditelapak tangan ditepuk – tepuk atau ditiup kemudian langsung mengusap wajah dan mengusap punggung tangan kanan dan kiri ini yang sesuai sunnah.

Wallahu A’lam Bish Showaab



Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Sabtu, 14 Muharram 1439 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.