Di hari manusia semakin kebingungan mendefinisikan “Bahagia” …
Di masa manusia semakin kehilangan arti “Bahagia” …
Adakah kita dari jumlah yang sedikit, mengetahui “Bahagia” dan memahaminya?
Adakah kita sebagian kecil manusia, yang menemukan “Bahagia”?

Saudariku yang dirahmati Allah …
Banyak orang mengukur bahagia dari banyaknya harta dan tingginya jabatan. Bahkan sebahagiannya menyangka, bahagia itu saat menggunakan waktu-waktu hidupnya dengan bersenang-senang. Lalu, apakah sejatinya bahagia seperti itu?

Mari kita membahasnya sejenak …

Kebahagiaan sejati hanya ada pada lezatnya keta’atan kepada Allah ‘Azza Wa Jalla,

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا …

“Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit ….”(Surah Thahaa:124)

Sehingga segala kenikmatan dunia yang kita peroleh hari ini, bukanlah kunci menuju kebahagiaan, kecuali ia dipergunakan dalam bingkai keta’atan kepada-Nya.

Harta, jabatan, waktu lowong, kesemuanya bisa menjadikan kita bahagia, apabila tidak dijadikan alat melanggar perintah-Nya.

Siapakah mereka orang yang bahagia?

Yang bersegera bangun melaksanakan Sholat Subuh, sedang orang-orang masih menikmati tidurnya.
Yang menghabiskan waktunya dengan mengingat Allah dan mena’ati perintah-Nya.
Tahukah kita, apa yang membangunkan mereka dari nikmatnya tidur malam?
Apa yang membuat mereka menangis, saat orang lain tertawa?
Apa yang membuat mereka berletih-letih, saat orang lain berfoya-foya?

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗأَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.
(Surah Ar Ra’d:28)

Dimana Kebahagiaan?

Saudariku yang dirahmati Allah …
Jangan pernah mencari bahagia pada rumah yang megah, atau kendaraan yang mahal, atau jabatan yang teratas.

Kau tidak akan menemukannya!

Bahagia … hanya akan kau dapatkan pada lembaran-lembaran mushafmu, atau di sepertiga malam yang kau dirikan sholat di dalamnya, atau pada bagusnya akhlakmu terhadap sesama makhluk.

Aneh? Demikianlah kebahagiaan yang sejati.

Bahkan ada yang mengatakan;
Saya merasakan bahagia saat begadang di malam-malam Ramadhan mendirikan shalat,
Saya merasakan bahagia saat berbuka dengan beberapa biji kurma di teras Masjidil Haram;
Saya merasakan bahagia saat menunggu kematian di medan jihad, di antara hunusan pedang-pedang.

Sebagai penutup, Ukhti Muslimah …
Mari kita sama merenungi, adakah umur kita selama ini merasakan bahagia yang sebenarnya? jika jawabannya; belum, maka ayo bulatkan tekad untuk memilih jalan takwa, satu-satunya jalan menuju kebahagiaan.

Semoga saya, dan seluruh muslimah diberi kemudahan dan keberkahan atas tiap usaha yang kita perbuat untuk memperoleh kebahagiaan sejati.
Allahumma aamin.


Oleh : Dhee-AR

Pesan Cinta Muslimah
29 Shafar 1438 H|29 November 2016 M

Follow Us :

Fans Page Dhee-AR
FB: Ummu Faari’ AR(Dhee AR)
IG: dheeanaar
Line: Dhee~Ar
Path: Dhee Ar
Telegram: Dhee~AR
Tweeter: ufaari83
Blog: www.qurratayun.blogspot.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.