بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

إِنَّ عَلَيْنَا لَلْهُدَىٰ

“Sesungguhnya Kamilah yang memberi petunjuk”. (QS. Al-Lail : 12).  

Hidayah terbagi menjadi 2 ada yang disebut hidayah Al Irsyad dan ada yang disebut hidayah At Taufik , hidayah Al-Irsyad yaitu milik para nabi dan rasul juga para da’i yang menyampaikan hidayah, yang menyampaikan petunjuk, kebenaran, berdakwah dijalan Allah tetapi tidak keluar dari hidayah At Taufik (Petunjuk Allah Subhanahu wata’ala)

وَإِنَّ لَنَا لٙلْأٓخِرَةَ وَالْأُولَىٰ

“dan sesungguhnya milik Kamilah akhirat dan dunia itu”. (QS. Al-Lail: 13).

فَأَنْذَرْتُكُمْ نَارًا تَلَظَّىٰ 

Maka Aku memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala”. (QS. Al-Lail : 14).

لَا يَصْلَىٰهَآ إِلَّا الْأَشْقَى

“yang hanya dimasuki oleh orang yang paling celaka”. (QS. Al-Lail: 15).

Temasuk orang kafir yang disebutkan dalam ayat ini adalah Umayyah ibn Khalaf karena menyiksa Bilal bin Rabah, ia memiliki harta yang banyak, jabatan yang tinggi, terpandang ditengah kaumnya namun tidak bermanfaat sedikitpun ketika ia dilemparkan ke dalam neraka.

الَّذِى كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ

“yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman)”. (QS. Al-Lail : 16). Yang mendustkan agama Allah Subhanahu wata’ala dan yang berpaling dari peringatakan Allah.

وَسَيُجَنَّبُهَا الْأَتْقَى

“Dan akan dijauhkan darinya (neraka) orang yang paling bertakwa”. (QS. Al-Lail : 17). Yaitu Abu Bakar ash Shiddiq, para sahabat dan orang – orang yang bertakwa kepada Allah Subhanahu wata’ala.

الَّذِى يُؤْتِى مَا لَهٗ يَتَزَكَّىٰ

“yang menginfakkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkan (dirinya)”. (QS. Al-Lail : 18).

Mensucikan dirinya dan hartanya, mensucikan jiwanya dari sifat kekikiran, dan barangsiapa yang dibersihkan dari sifat kekikiran sungguh dia memperoleh keberuntungan yang sangat besar.

وَمَا لِأَحَدٍ عِنْدَهٗ مِن نِّعْمَةٍ تُجْزَىٰٓ 

“dan tidak ada seorangpun memberikan suatu nikmat padanya yang harus dibalasnya”. (QS. Al-Lail : 19).

Sedikitpun mereka tidak mengharapkan dari apa yang ia berikan bahkan sampai ucapan terima kasih, balas jasa, kecuali mengharapkan keridhaan wajah Allah Subhanahu wata’ala.

Seperti Abu Bakar Ash Shiddiq beliau memberi bukan hanya kepada orang –orang fakir, bukan hanya kepada orang – orang miskin, bahkan kedermawanannya terkenal kepada semua manusia. Rasulullah pernah berkata:”Semua orang yang berjasa dalam agama islam bisa dibalas kecuali jasa – jasa Abu Bakar Ash Shiddiq tidak ada yang mampu membalasnya“. Ketika Rasulullah menjalaskan pintu – pintu surga, ada manusia yang memasuki pintu surga lewat shadaqah, ada yang lewat pintu puasa, ada yang lewat pintu sholat, sebagaimana disebutkan dalam hadist Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ أَنْفَقَ زَوْجَيْنِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ نُودِىَ مِنْ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ يَا عَبْدَ اللَّهِ ، هَذَا خَيْرٌ . فَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصَّلاَةِ دُعِىَ مِنْ بَابِ الصَّلاَةِ ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الْجِهَادِ دُعِىَ مِنْ بَابِ الْجِهَادِ ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصِّيَامِ دُعِىَ مِنْ بَابِ الرَّيَّانِ ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصَّدَقَةِ دُعِىَ مِنْ بَابِ الصَّدَقَةِ

“Barangsiapa yang berinfak dengan sepasang hartanya di jalan Allah maka ia akan dipanggil dari pintu-pintu surga:”Hai hamba Allah, inilah kebaikan.’ Maka orang yang termasuk golongan ahli shalat maka ia akan dipanggil dari pintu shalat. Orang yang termasuk golongan ahli jihad akan dipanggil dari pintu jihad. Orang yang termasuk golongan ahli puasa akan dipanggil dari pintu Ar-Rayyan. Dan orang yang termasuk golongan ahli sedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.

فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ – رضى الله عنه – بِأَبِى أَنْتَ وَأُمِّى يَا رَسُولَ اللَّهِ ، مَا عَلَى مَنْ دُعِىَ مِنْ تِلْكَ الأَبْوَابِ مِنْ ضَرُورَةٍ ، فَهَلْ يُدْعَى أَحَدٌ مِنْ تِلْكَ الأَبْوَابِ كُلِّهَا قَالَ « نَعَمْ . وَأَرْجُو أَنْ تَكُونَ مِنْهُمْ »

Ketika mendengar hadits ini Abu Bakar pun bertanya:”Ayah dan ibuku sebagai penebus Anda wahai Rasulullah, kesulitan apa lagi yang perlu dikhawatirkan oleh orang yang dipanggil dari pintu-pintu itu. Mungkinkah ada orang yang dipanggil dari semua pintu tersebut?”.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menjawab:”Iya ada. Dan aku berharap kamu termasuk golongan mereka”. (HR. Bukhari no. 1897, 3666 dan Muslim no. 1027).

إِلَّا ابْتِغَآءَ وَجْهِ رَبِّهِ الْأَعْلَىٰ

“Tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridaan Tuhannya Yang Mahatinggi”. (QS. Al-Lail : 20).

Dia ridho bersama Rasulullah dalam perjuangannya, dia ridho bersama dengan Nabi dialam barsakh dan dia ridho dibangkitkan bersama Nabi dihari kemudian.

وَلَسَوْفَ يَرْضَىٰ

“Dan niscaya kelak dia akan mendapat kesenangan (yang sempurna)”. (QS. Al-Lail : 21).

Wallahu a’lam Bish Showaab 


Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Senin, 06 Jumadil Akhir 1439 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.