بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam menjadi orang yang paling zuhud terhadap dunia padahal beliau pernah diberikan pilihan oleh Allah diantara 2 pilihan, pilihan pertama beliau diangkat menjadi Rasul sekaligus menjadi seorang penguasa atau raja dan ini pernah terjadi kepada 2 Nabi yang mulia yaitu Daud dan Sulaiman ‘Alaihissalam, pilihan kedua menjadi seorang Rasul namun sekaligus menjadi hamba yaitu hamba seperti hamba – hamba yang lain dan beliau lebih memilih pilihan yang kedua yaitu menjadi Rasul dan menjadi hamba sebagaimana kebanyakan ummat beliau dan itulah Rasul kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Umar Radhiyallahu ‘anhu pernah mendapati Rasulullah tidur diatas pembaringan atau diatas tikar yang kasar yang mana bahannya dari pelepah kurma sehingga membuat pundak atau punggung Nabi berbekas, hal ini pula pernah dilihat oleh Ibnu Mas’ud, ketika dilihat oleh Ibnu Mas’ud beliau berkata:”Ya Rasulullah kami meminta izin kepada anda untuk menghadirkan alas yang lebih baik dari ini“, tetapi jawaban Nabi sebagaimana jawabannya kepada Umar. Umar ketika melihat kondisi dan keadaan Rasulullah seperti itu beliau menangis dan berkata:”Ya Rasulullah, Isra dan Kaisar adalah 2 dari raja kafir namun mereka bergelimang dalam kemewahan sedangkan anda adalah kekasih Allah dan mengapa anda seperti ini”, Nabi kemudian berkata:”Apakah engkau ragu wahai Umar ibn Khattab tidakkah engkau membiarkan mereka mengambil dunia namun Allah memberikan kepada kita akhirat”.

وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَكَ مِنَ الْأُولَىٰ

“Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan)”. (QS. Ad-Dhuha : 4).

Allah sendiri menyampaikan dalam hadist qudsi:

قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: أَعْدَدْتُ لِعِبَادِي الصَّالِحِينَ مَا لاَ عَيْنٌ رَأَتْ، وَلاَ أُذُنٌ سَمِعَتْ، وَلاَ خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ

“Allah Azza Wajalla berfirman:”Aku telah menyediakan bagi hamba-hamba-Ku yang saleh kenikmatan yang belum pernah mata melihatnya, belum pernah telinga mendengarnya, dan belum pernah pula terbetik dalam hati manusia“. (HR. Al-Bukhari dalam ash-Shahih no. 3244 dan 4779, Muslim dalam ash-Shahih no. 2824) 

Tak satupun jiwa yang tahu kenikmatan yang disembunyikan untuk hambanya disisi Allah yang akan menyejukkan mata mereka dihari kemudian InsyaAllah.

Ayat selanjutnya Allah berfirman:

وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَىٰ

“Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas”. (QS. Ad-Dhuha: 05).

Pernah suatu malam Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam membaca firman Allah yang terdapat dalam surah Ibrahim yaitu doanya Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam:

رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضْلَلْنَ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ ۖ فَمَنْ تَبِعَنِي فَإِنَّهُ مِنِّي ۖ وَمَنْ عَصَانِي فَإِنَّكَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia, maka barangsiapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku, dan barangsiapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Ibrahim: 36).

Kemudian beliau juga membaca perkataan Nabi Isya, yang juga doa yang disebutkan dalam Al-Qur’an:

إِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ ۖ وَإِنْ تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS. Al-Ma’idah: 118).

Jadi Nabi ketika membaca perkataan Nabi Ibrahim dan Isa yang mana keduanya mengingat ummatnya, Nabi Muhammad juga teringat dengan ummatnya sehingga beliau menangis, Allah kemudian berkata kepada Jibril:”Ya Jibril turun kepada Muhammad coba tanya kepadanya apa yang membuat dia menagis“, Jibril kemudian turun menjumpai Nabi dalam keadaan menangis, Jibril bertanya:”Apa yang membuat engkau menangis wahai Muhammad”, Nabi menjawab:”Saya mengingat ummatku nanti dihari kemudian Ya Jibril”, beliau teringat dengan ummatnya dan kita semua adalah ummat Rasulullah dan beliau tidak mau ada diantara kita yang masuk ke dalam neraka, beliau tidak mau ada diantara kita yang celaka, beliau tidak mau ada diantara kita yang tidak beliau lihat di dalam surga dihari kemudian.

Jibril kemudian kembali kepada Allah dan berkata:”Muhammad menangis Ya Rabb karena dia teringat dengan ummatnya”, Allah berkata:”Sampaikan kepadanya wahai Jibril:”Sungguh kami akan memberikan kepadamu apa yang kau mau untuk ummatmu wahai Muhammad dan kami tidak akan menyia-nyiakan harapanmu”. Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu berkata:”Ayat ini bagi kami adalah ayat yang paling membahagiakan karena ini untuk kita semua ummatnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam“, dihari kiamat nanti ada yang disebut dengan syafaat yang paling besar untuk seluruh manusia di tempat yang terpuji dan itu milik Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, ia akan memberikan syafaat kepada ummatnya pada hari kiamat.

Wallahu A’lam Bish Showaab



Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Selasa, 20 Dzulqai’dah 1438 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE :  http://line.me/ti/p/%40nga7079p

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.