بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

(2الَّذِي خَلَقَ فَسَوَّى

“Yang menciptakan, dan menyempurnakan (penciptaan-Nya)”. (QS. Al-A’la : 2).

Dialah Allah Subhanahu wata’ala yang mengadakan, dialah Allah Subhanahu wata’ala yang membentuk, Dialah Allah Subhanahu wata’ala yang menciptakan dan membentuk dengan sebaik – baik bentuk.

خَلَقَ

“Yang menciptakan”.

Dialah Allah Subhanahu wata’ala menciptakan sesuatu yang belum pernah ada menjadi ada, Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ ﴿ ٢٤

Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepada-Nya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS. Hasyr: 23).

Dialah Allah Subhanahu wata’ala yang mengadakan manusia dari sesuatu yang belum ada kemudian membentuknya lalu meniupkan ruh ke dalam jasadnya maka jadilah manusia. Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ ۚ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ  

“Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang berbentuk lain. Maka Maha Suci Allah Pencipta Yang Paling Baik”. (QS. Al-Muminun: 14). Jadi disini Allah menjelaskan tentang urutan proses penciptaan manusia dan memperindah ciptaannya, tidak ada ketimpangan dalam penciptaan Allah Subhanahu wata’ala, Allah berfirman:

وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah”. (QS. Adz Dzariyat: 59).

Allah menciptakan makhluknya berpasang – pasangan seperti langit berpasangan dengan bumi, lelaki berpasangan dengan perempuan, siang dengan malam, hitam dengan putih, kanan dengan kiri.

وَالَّذِي قَدَّرَ فَهَدَىٰ

“Dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk”.(QS. Al-‘A’la : 03).

Dialah Allah yang menghitung,  mentakdiri dan menimbang semua penciptaannya sehingga menjadi sempurna, dialah Allah yang menciptakan segala sesuatunya dan dihitung dengan perhitungan yang pas, hujan yang turun dimuka bumi ini sudah diukur oleh Allah Subhanahu wata’ala. Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَأَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الْآزِفَةِ إِذِ الْقُلُوبُ لَدَى الْحَنَاجِرِ كَاظِمِينَ ۚ مَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ حَمِيمٍ وَلَا شَفِيعٍ يُطَاعُ

“Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya”. (QS. Al-Mu’minun : 18).

Mungkin ada yang bertanya mengapa selalu banjir,.? Jawab:”Ini bukan masalah hujan yang turun dari langit tetapi disebabkan kesalahan manusia karena tidak mengelolah alam dengan baik, sampah berserakan dimana – mana sehingga selokan penuh dengan sampah, maka dari itu jangan buang sampah pada sembarang tempat. Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan disebabkan karena perbuatan tangan (maksiat) manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. (QS Ar Ruum : 41).

Tidaklah Allah Subhanahu wata’ala menurunkan hujan pada suatu daerah melainkan tumbuhan menjadi hijau, Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَتُصْبِحُ الْأَرْضُ مُخْضَرَّةً ۗ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ

“Apakah kamu tiada melihat, bahwasanya Allah menurunkan air dari langit, lalu jadilah bumi itu hijau? Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui”. (QS. Al Hajj : 63).

Allah telah menghitung kebutuhan manusia dan makhluknya sebelum hujan diturunkan dimuka bumi.

قُلۡ اَرَءَیۡتُمۡ اِنۡ اَصۡبَحَ مَآؤُکُمۡ غَوۡرًا فَمَنۡ یَّاۡتِیۡکُمۡ بِمَآءٍ مَّعِیۡنٍ

“Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering, maka siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir bagimu?”. (QS. Al Mulk : 30).

Wallahu a’lam Bish Showaab 


Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Kamis, 18 Jumadil Akhir 1439 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.