بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَٱلَّذِىٓ أَخْرَجَ ٱلْمَرْعَىٰ

“Dan yang menumbuhkan rumput-rumputan”. (QS. Al-A’la :04)

فَجَعَلَهُۥ غُثَآءً أَحْوَىٰ

lalu dijadikan-Nya rumput-rumput itu kering kehitam-hitaman”. (QS. Al-A’la : 05).

Allah tidak hanya menciptakan, tetapi juga memberi petunjuk, ketika seorang bayi keluar dari perut ibunya maka siapa gerangan yang mengajarinya untuk menyusui dialah Allah Subhanahu wata’ala, setiap makhluknya diajar bagaimana cara untuk mendapatkan rezeki, membuat rumah, berlindung dari serangan musuh, mengajari semut – semut berbaris, mengajari lebah untuk membuat sarang yang madunya di nikmati dan bermanfaat bagi manusia, Allah memberikan wahyu dan petunjuk kepada lebah, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an:

وَأَوْحَىٰ رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُون

“Dan Rabb-mu telah mewahyukan kepada lebah, “Buatlah rumah-rumah di bukit-bukit dan pada pohon-pohon dan pada tempat-tempat  yang mereka (manusia) buat”. (QS. An-Nahl : 68).

ثُمَّ كُلِى مِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ فَٱسْلُكِى سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًا ۚ يَخْرُجُ مِنۢ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَٰنُهُۥ فِيهِ شِفَآءٌ لِّلنَّاسِ ۗ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan”. (QS. An – Nahl : 69).

Dari perut lebah beraneka ragam madu yang bermancam – macam, ada madu manis, madu pahit, madu hitam, madu seperti air, madu cair, madu seperti mentega, dll.

Dialah Allah yang mengeluarkan dari bumi ٱلْمَرْعَىٰ (tumbuh – tumbuhan yang hijau) seperti padi yang di nikmati dan di konsumsi oleh makhluk, begitupula dengan rumput Allah jadikan hijau, Allah yang mengeluarkan semua tumbuh – tumbuhan, tanam – tanaman, sayur- sayuran, buah – buahan, ini adalah rezeki dari Allah Subhanahu wata’ala silahkan di nikmati, setelah padi menjadi hijau kemudian dipanen sehingga berubah warna menjadi kuning dan mengerluarkan biji dengan beberapa warna. Tanah itu tidaklah mati, sekali Allah menurunkan hujan maka tanah itu kembali menjadi subur dan tumbuhan tumbuh menjadi hijau, Allah berfirman:

“Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran”. (QS. Al-A’raf: 57).

Ketika awan sudah membentuk tebal maka kita menyaksikan petir atau kilat, Rasulullah menyebutkan dalam riwayat yang shahih kilat adalah cambuknya malaikat, petir adalah suara malaikat yang menggiring awan, jadi ada malaikat yang mengatur itu, ketika awan sudah menjadi berat karena membawa air kemudian Allah menggiringnya untuk jatuh ke bumi yang mati sehingga tumbuhlah tanaman yang mati menjadi hijau, awan yang bergantung diatas kita tidak bertambah dan tidak berkurang Allah Subhanahu wata’ala,telah mengaturnya, ada awan yang datang ke laut kemudian terjadi penguapan karena jika tidak terjadi penguapan dan hujan tidak turun dilaut maka ada benda atau makhluk yang ada dilaut hancur, rusak dan mati disebabkan karena kadar garamnya yang terlalu tinggi, olehnya Allah menurunkan air hujan agar keberlangsungan hidup itu terus terjadi dilaut.

سَنُقْرِئُكَ فَلَا تَنسَىٰٓ

“Kami akan membacakan (Al Quran) kepadamu (Muhammad) maka kamu tidak akan lupa”. (QS. Al-A’la : 6)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam  sangat suka surah Al-A’la karena didalamnya ada 2 kabar gembira yaitu ayat سَنُقْرِئُكَ فَلَا تَنسَىٰٓ  dan  وَنُيَسِّرُكَ لِلْيُسْرَىٰ (dan Kami akan memberi kamu taufik ke jalan yang mudah, (Al-A’la:8))”, karena setiap kali Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menerima wahyu yang dibacakan oleh Jibril, belum selesai Jibril membaca wahyu tersebut Rasulullah telah terburu – buru untuk mengulangi dari awal karena beliau takut jangan sampai beliau lupa, olehnya turun perintah dari Allah:

فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ وَلا تَعْجَلْ بِالْقُرْآنِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يُقْضَى إِلَيْكَ وَحْيُهُ وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا

“Maka Mahatinggi Allah Raja yang sebenar-benarnya. Dan janganlah engkau (Muhammad) tergesa-gesa membaca Al Qur’an sebelum selesai diwahyukan kepadamu, dan katakanlah, “Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku”. (QS. Thaha : 114).

Juga turun firman Allah dalam surah Al-Qiyamah:

لَا تُحَرِّكْ بِهِ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِ (16) إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ (17) فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ (18) ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهُ (19)

Artinya:”Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Alquran karena hendak cepat-cepat (menguasai)-nya. Sesungguhnya atas tanggungan Kami-lah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kami-lah penjelasannya”. (QS. Al-Qiyamah : 16-19).

Diantara yang paling berat bagi Nabi di dalam menerima wahyu adalah ketika mendengar suara seperti besi atau lonceng yang sangat keras dan ketika suara itu telah selesai maka wahyu telah selesai ditiupkan ke dalam dada Rasulullah sehingga beliau bisa langsung melafalkan ayat – ayat yang diwahyukan kepada beliau, ini cara yang paling berat sampai – sampai ‘Aisyah mengatakan:”Dipuncak musim dingin terkadang beliau berkeringat”, ketika beliau sedang berkendaraan kemudian turun wahyu maka kendaran yang beliau tunggangi tidak bisa melanjutkan perjalanannya melainkan langsung duduk, bisa dibayangkan bagaimana beratnya Rasulullah dalam menerima wahyu, Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

إِنَّا سَنُلْقِى عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيلًا

“Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang berat”. (QS. Muzzammil: 05).

Lihatlah bagaimana kesabaran Nabi menerima wahyu untuk menyelamatkan ummatnya, kita hanya mendengar ayat – ayat yang dibacakan begitupula dengan hadist, apakah kita tahu ketika Rasulullah menerima ayat – ayat Al-Qur’an dan hadist – hadist dari Allah itu sangat memberatkan beliau.  

Wallahu a’lam Bish Showaab 


Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Jum’at, 19 Jumadil Awal 1439 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.