بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Surah Az-Zalzalah adalah surah makkiyah walaupun ada yang menyebutnya sebagai surah madaniah karena sebagian ulama menyebutkan sebab nuzul ayat ini yaitu ketika ada 2 orang di Madinah, orang pertama ia meremehkan dosa – dosa kecil, jadi dia menganggap bahwasanya dosa – dosa kecil yang tidak ada hukuman dan ancamannya seperti pandangan yang haram atau mendengarkan hal – hal yang tidak pantas dia menganggap remeh, orang kedua dari kalangan sahabat ketika ia bersedekah dengan sedekah yang sedikit dia juga menganggapnya remeh bahkan pesimis diterima karena sedikitnya, maka turunlah ayat ini:

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ (7) وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ (8)

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikansekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatansekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula“. (QS. Al Zalzalah: 7-8).

Az-Zalzalah adalah guncangan, dalam bahasa arab gempa disebut zilzal, surah ini terdiri dari 8 ayat dan 35 kata 109 huruf, jadi jika kita membaca surah ini berdasarkan hadist Nabi satu huruf bernilai 10 maka kita akan mendapatkan kebaikan 1090.

Pada ayat pertama Allah menyebutkan:

إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا (1

Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat)“. (QS. Az-Zalzalah : 1)

إِذَا (idza) ini menunjukkan sesuatu yang akan terjadi dan belum terjadi, jadi guncangan yang dimaksudkan oleh Allah yang disebutkan pada ayat yang pertama ini belum terjadi tetapi akan terjadi, andaikan gempa atau guncangan bumi terjadi sejak diciptakan sampai usia dari bumi ini maka itu tidak ada apa – apanya dibadingkan dengan guncangan yang terjadi diakhir zaman. 

Apabila Bumi Digoncangkan Dengan Goncangan (Yang Dahsyat)

Terkadang kita merasakan biasa ketika terjadi goncangan atau bumi goyang sebagaimana yang teerjadi kepada saudara kita dipalu, mungkin sebagian dari kita pernah melihat secara langsung (kami sendiri melihat bagaimana satu kampung dengan ribuan orang bersama dengan rumahnya ditelan oleh tanah bahkan ada kampung yang bergeser, ketika kami melihat ada jalan poros terputus dijembatan seakan sebelumnya tidak ada perkampungan ditempat itu, tidak ada pohon pisang, pohon kelapa dan sawah ditempat itu, penduduk setempat menyebutkan bahwasanya kelapa, pisang dan persawahan ini itu turun dari perbukitan karena berjalan.

Inipula pernah terjadi pada ummat – ummat terdahulu kita mengenal ummat Nabi Hud di arab sana ada perkampungan ditenggelamkan oleh Allah Subhanahu wata’ala yang merupakan perkampungan kaum Nabi Hud sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Ummat Nabi Hud adalah Ummat yang besar lagi kuat yang mana tinggi dan perawakannya 30 meter, bisa dibayangkan mereka memiliki kekuatan, mereka mampu memahat gunung menjadi rumah, adapun kita mengambil pasir dari gunung kemudian membawanya untuk membuat rumah adapun mereka langsung memahat gunung untuk mereka jadikan sebagai rumah, para peneliti telah menemukan kampung tersebut.

Kapan guncangan itu terjadi, sebagian ulama ada yang mengatakan:”Ketika telah dekat hari kiamat atau hampir kiamat“, Sebagian ada yang mengatakan:“Ketika terjadi hari kiamat”. Adapun banyaknya gempa yang terjadi selama ini adalah muqaddimahnya saja, Nabi menyebut diantara ciri dan tanda hari kiamat adalah banyak terjadi gempa dimana – mana sebagaimana yang Allah Subhanahu wata’ala sebutkan didalam Al-Qur’an:

يَوْمَ تَرْجُفُ الْأَرْضُ وَالْجِبَالُ وَكَانَتِ الْجِبَالُ كَثِيبًا مَهِيلًا

“Pada hari bumi dan gunung-gunung bergoncangan, dan menjadilah gunung-gunung itu tumpukan-tumpukan pasir yang berterbangan”. (QS. Al-Muzzammil: 14).

Begitupula disebutkan dalam surah Al-Qariah:

وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوشِ

“Dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan”. (QS. Al-Qariah: 5).

Allah menurunkan surah ini untuk mengguncang hati kita, untuk menyadarkan kita semua agar kembali kepada Allah, gempa – gempa yang terjadi adalah teguran dari Allah yang semestinya membuat kita semakin tadarru (kembali kepada Allah), tapi hati manusia sudah keras tidak lagi mengambil ibrah dan pelajaran padahal ini tidak ada apa – apanya dibandingkan dengan guncangan yang akan terjadi diakhir zaman.

Allah menggambarkan secara terperinci diawal surah Al Hajj:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ , يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَىٰ وَمَا هُمْ بِسُكَارَىٰ وَلَٰكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ

“Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat), (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya”. (QS. Al-Hajj: 2).

Wallahu a’lam bisshowab

Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Jum’at, 25 Rabiul Awal 1441 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.