بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَقَالَ الْإِنْسَانُ مَا لَهَا

“dan manusia bertanya:”Mengapa bumi (menjadi begini)?”. (QS. Az-Zalzalah: 3).

Sebagian ulama ada yang mengatakan semua makhluk kaget dan heran, sebagian ada yang mengatakan:”Insan yang disebutkan pada ayat ini adalah orang kafir yang tidak mempercayai akan datangnya hari kiamat“. Adapun orang yang beriman ketika melihat kejadian itu mereka berkata sebagaimana yang terdapat dalam surah Yasin:

وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ ۖ وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ ۖ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ ۖ وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Dan Kami cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka; mengalir di bawah mereka sungai-sungai dan mereka berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami, membawa kebenaran”. Dan diserukan kepada mereka: “ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan”. (QS. Al-A’raf : 43).

Jadi mereka takut secara tabiat akan tetapi mereka telah mempersiapkan dirinya sama ketika mempersiapkan diri menghadapi kematian dimana malaikat maut mendatangi kita dan semoga ketika kita didatangi malaikat maut kita berkata:”Ini yang dijanjikan oleh Allah”, kemudian kita meninggalkan dunia ini dalam keadaan tersenyum.

Diantara doa yang dianjurkan oleh Nabi:

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ أَقْرَبِ مَنْ تَقَرَّبَ إِلَيْكَ ، وَأَوْجَهِ مَنْ تَوَجَّهَ إِلَيْكَ ، وَأَنْجَحِ مَنْ سَأَلَكَ وَتَضَرَّعَ إِلَيْكَ ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِمَّنْ كَأَنَّهُ يَرَاكَ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ الَّذِي فِيهِ يَلْقَاكَ ، وَلَا تُمِتْنَا إِلاَّ عَلَى رِضَاكَ ، اللَّهُمَّ وَاجْعَلْنَا مِمَّنْ أَخْلَصَ لَكَ بِعَمَلِهِ ، وَأَحَبَّكَ فِي جَمِيعِ خَلْقِكَ . اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ ، وَاغْفِرْ لَنَا مَغْفِرَةً جَزْماً حَتْماً لَا نَقْتَرِفُ بَعْدَهَا ذَنْباً ، وَلَا نَكْتَسِبُ خَطِيئَةً وَلَا إِثْماً ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ ، صَلَاةُ نَامِيَةً دَائِمَةً زَاكِيَةً مُتَتَابِعَةً مُتَوَاصِلَةً مُتَرَادِفَةً بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Artinya; Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang yang paling dekat kepada-Mu dan orang yang paling mulia di sisi-Mu dan orang yang paling berhasil saat meminta-Mu dan merendahkan diri kepada-Mu. Ya Allah, jadikanlah kami termasuk mereka yang seolah-olah melihat-Mu sampai hari kiamat yang di sana mereka akan berjumpa dengan-Mu dan jangan Engkau akhiri kehidupan kami kecuali berdasarkan ridha-Mu. Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang yang ikhlas dalam amalnya kepada-Mu dan mencintai-Mu di antara semua makhluk. Ya Allah, sampaikanlah shalawat kepada Nabi Muhammad Saw dan keluarganya, dan ampunilah kami dengan pengampunan yang pasti sehingga kami tidak sekali-kali berbuat dosa, kesalahan dan maksiat setelahnya. Ya Allah, sampaikanlah shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya dengan shalawat yang berkembang, abadi, tumbuh, terus-menerus, berkesinambungan dan tak putus. Dengan rahmat-Mu Wahai yang Maha Pengasih di antara yang mengasihi“.

Ada orang yang menganggap bahwa hari terbaiknya adalah ketika ia mendapatkan gaji, ada yang berkata hari yang indah adalah hari ketika telah menyelesaikan akad nikah tapi itu semua hanya duniwiah saja, kita berharap semoga hari terbaik kita adalah hari ketika kita berjumpa kepada Allah Subhanahu wata’ala.

Pendapat yang kuat:”Goncangan ini terjadi ketika hari kiamat tiba”, sebagaimana firman Allah di dalam Al-Qur’an:

وَيَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَفَزِعَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ وَكُلٌّ أَتَوْهُ دَاخِرِينَ

Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan mereka semua datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri”. (QS. An-Naml : 87)

Bisa dibayangkan andaikan terus bumi diguncangkan bukan hanya bumi akan tetapi yang lainnya juga berhamburan, matahari dilipat, bintang – bintang berjatuhan dll, bumi jika dibandingkan dengan matahari tidak ada apa – apanya, besarnya kelipatan 1.300.000 andaikan kita melihat bumi ini dari matahari tidak ada apa – apanya bumi ini, bumi yang kita perebutkan yang mana orang saling bunuh membunuh di dalamnya, saling mencekal di dalamnya ini tidak ada apa – apanya disisi Allah Subhanahu wata’ala.

Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan jarak antara tiupan sangkakala yang pertama dengan tiupan yang kedua dan hadist ini diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu beliau ditanya:”Berapa jaraknya”, beliau berkata:”40”, kemudian ada yang bertanya lagi:”40 tahun, 40 jam, 40 hari, 40 bulan”, setiap beliau ditanya dengan angka itu beliau menjawab:”Saya tidak tahu saya tidak punya ilmu tentang itu“. Yang jelasnya 40 dan kita tahu gempa saja yang hitungan detik itu sudah sangat menakutkan. Tiupan yang kedua dimana orang-orang yang sudah lama terkubur atau meninggal semuanya berdiri inilah yang disebut hari berbangkit.

Wallahu a’lam bisshowab

Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Senin, 28 Rabiul Awal 1441 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.