Duhai, hidup ini sementara saja,
Adalah kematian suatu yang pasti lagi nyata.
Duhai, hidup ini sesaat saja,
Adalah kematian suatu yang akan datang dan tak terelakkan.

Saudariku, Ukhti Muslimah …
Kematian ada dua jenisnya; yang diakhiri dengan keta’atan, dinamakan husnul khatimah. Dan kematian yang diakhiri dengan kemaksiatan, namanya su’ul khatimah.

Renungkan kisah berikut, saya terjemahkan dari muhadharah Syekh Nabil al ‘Audhy;

(Kisah Su’ul Khatimah)
Adalah tiga orang pemuda yang hidupnya digunakan untuk bersenang-senang. Suatu hari mereka tengah berasyik masyuk dengan wanita-wanita, hingga datang waktu malam. Maka, salah seorang dari mereka berkata,”Saya akan keluar mencari makan malam.” Dan pergilah dia. Beberapa jam berlalu dan dia tidak kembali. Maka, salah seorang temannya memutuskan pergi mencari. Di tengah perjalanan, dia melihat mobil yang terbakar. Dia menghentikan mobilnya, dan berusaha menolong, ternyata temannya berada di dalam mobil tersebut dalam keadaan terbakar. Dia bersegera menyelamatakan temannya, membawanya ke RS terdekat. Di perjalanan, temannya mengalami sakaratul maut, dia melihat ke arahnya seolah ingin mengatakan sesuatu,” Apa yang akan kukatakan padanya?” berulang kali diucapkannya. “Pada siapa??” Tanyanya. Lalu temannya menjawab dengan suara yang sangat berat, bahkan tenggelam,”Allah … Allah … Allah.” Dan lepaslah ruhnya …

(Kisah Husnul Khatimah)
Bilal bin Rabah, Mu’adzin Rasulullah. Pernahkah kau mendengar atau membaca kisahnya? Ketika beliau didatangi kematian, tahukah kau apa yang dikatakannya?

“Besok kita akan berjumpa dengan yang terkasih, Muhammad dan shahabat-shahabatnya.”

Lalu beliau mengucap syahadat, dan lepaslah ruhnya ….

Ukhti, demikianlah kematian. Ia datang tanpa kita duga waktunya. Mungkin disaat kita sedang tidur, atau bekerja, atau makan, atau berkendaraan. Maka bersiaplah, bersiaplah untuk akhir yang baik. Akhiri hidup ini dengan keta’atan.

Persiapkan diri kita mulai sekarang, jangan tunda waktu, jangan biarkan ada waktu yang tak kau isi dengan kebaikan. Bisa saja, menit ini ruh kita diambil oleh Allah. Maka, mari bersiap!

Pertama, perbanyak istighfar. Berapa waktu yang telah berlalu dengan kelalaian atau bahkan kemaksiatan yang kita lakukan. Minta ampun kepada Allah, untuk menghapuskannya.

Kedua, tinggalkan segala kelalaian dan kemaksiatan. Cukup yang telah berlalu, jangan tambahkan.

Ketiga, berjanjilah pada dirimu untuk tidak kembali melakukan maksiat dan kelalaian. Jika kau melakukannya lagi, maka bersegeralah bertaubat.

Keempat, tinggalkan lingkungan dan teman-temanmu yang buruk. Cari lingkungan dan teman yang shalih. Yang bisa membantu dan menguatkanmu atas kebaikan.

Kelima, bersungguh-sungguhlah melakukan amalan kebaikan.

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لا تَقْنَطُوا مِنْرَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لا تُنْصَرُونَ
Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong.

وَاتَّبِعُوا أَحْسَنَ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ بَغْتَةً وَأَنْتُمْ لا تَشْعُرُونَ
Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu (Al Qur’an) dari Tuhanmu sebelum datang azab kepadamu secara mendadak, sedang kamu tidak menyadari,

أَنْ تَقُولَ نَفْسٌ يَا حَسْرَتَا عَلَى مَا فَرَّطْتُ فِي جَنْبِ اللَّهِ وَإِنْ كُنْتُ لَمِنَ السَّاخِرِينَ
Agar jangan ada orang yang mengatakan, “Alangkah besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah),”

أَوْ تَقُولَ لَوْ أَنَّ اللَّهَ هَدَانِي لَكُنْتُ مِنَ الْمُتَّقِينَ
atau (agar jangan) ada yang berkata, “Sekiranya Allah memberi petunjuk kepadaku tentulah aku termasuk orang-orang yang bertakwa,”

أَوْ تَقُولَ حِينَ تَرَى الْعَذَابَ لَوْ أَنَّ لِي كَرَّةً فَأَكُونَ مِنَ الْمُحْسِنِينَ
atau (agar jangan) ada yang berkata ketika melihat azab, “Sekiranya aku dapat kembali (ke dunia), tentu aku termasuk orang-orang yang berbuat baik.”

بَلَى قَدْ جَاءَتْكَ آيَاتِي فَكَذَّبْتَ بِهَا وَاسْتَكْبَرْتَ وَكُنْتَ مِنَ الْكَافِرِينَ
Sungguh, sebenarnya keterangan-keterangan-Ku telah datang kepadamu, tetapi kamu mendustakannya, malah kamu menyombongkan diri dan termasuk orang kafir.”(Surah Az Zumar:53-59)

Ukhti, Bersiaplah!

✍🏻Ummu Faari’ AR
📜Pesan Cinta Muslimah
🗓06 Rabiul Awwal 1438 H|06 Desember 2016 M
________________

Dapatkan tulisan hikmah lainnya di;
FP: Dhee AR
FB: Ummu Faari’ AR(Dhee AR)
IG: dheeanaar
Line: Dhee~Ar
Path: Dhee Ar
Telegram: Dhee~AR
Tweeter: ufaari83
Blog: www.qurratayun.blogspot.com
Web: http://mim.or.id/

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.