Rabu 1 Juni 2016 (panitia akhwat)

Sore itu basah, basah oleh derai air mata peserta tes daurah menghafal 20 hari di bulan Ramadhan Markaz Imam Malik. Tak sedikit peserta yang lolos tapi bukan tak ada yang harus bersabar atas tertundanya cita-cita menghafal. “Kami mengerti semangat kalian menghafal begitu menggebu, untuk itu belajarlah dengan gigih tahsinul qiro’ah, semoga ramadhan berikutnya in syaa Allah kita bersua kembali”, ucap penguji kepada peserta yang duduk dihadapan mereka dengan tawakkal terhadap hasil tesnya.
“Alhamdulillah, ukhti bisa melanjutkan program ini. Semoga berkah dan dimudahkan. Aamiin”, doa kami kepada mereka yang lulus. Ada peserta yang datang sekompi bersama orangtua dan adik-adiknya, hingga sang anak sekaligus kakak dinyatakan lulus, serta merta adik-adiknya merengek minta ikut. Sang Ibu melirik penguji dan berkata “bolehkah ikut ustadzah?”, dengan jawaban lembut mengingat usia peserta akhirnya panitia menjawab, “Ikut program yang lain saja yah?”.
Kami bersyukur dengan antusiasme seorang peserta berusia separuh abad, datang lebih awal untuk dites dan terlihat tegang karena khawatir gagal tes. Namun beliau lolos. Alhamdulillah. Ini baru langkah awal menjadikan ramadhan sebagai syahrul Qur’an, kami berharap bisa membantu peserta menyemai semangat menjadi pengemban Al Qur’an. Untuk peserta yang telah lolos tes gelombang pertama, kami berucap baarakallahu fikunna. Dan bagi yang belum sempat tes, kami menanti kehadiran antunna di hari jumat, 3 Juni 2016 pukul. 13.30 s.d. 17.00 WITA di Markaz Imam Malik.

‪#‎PanitiaSeleksiDaurahRamadhan20HariMIM‬

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.