بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Bilal bin Abi Rabah Radhiyallahu ‘anhu penghuni surga dan semua para sahabat Rasulullah . Ummu Zufar termasuk didalamnya dimana beliau ketika diberi pilihan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam  ia memilih untuk bersabar dan balasannya masuk surga.

Jika keimanan telah menyelimuti hati seorang hamba maka dunia ini menjadi hina dan ujian menjadi tidak berarti karena dia mengingat akhirat, kita ketahui bersama bahwasanya kesurupan bukan penyakit biasa, akan tetapi wanita ini memilih bersabar karena mengingat akhirat dimana disana tidak ada lagi penyakit, letih, rasa capek. dll.

Karena beliau memiliki rasa malu ketika auratnya tersingkap maka ia meminta kepada Rasulullah untuk mendoakannya agar ketika penyakitnya kambuh auratnya tidak tersingkap dan Rasulullah menerima permintaannya dan mendoakannya.

Kesurupan terbagi menjadi 2:

  1. Kesurupan karena murni penyakit seperti orang yang terkena ayan dimana ada waktu – waktu tertentu ia tidak sadarkan diri dan penyakit ini bisa diobati dengan medis.
  2. Kesurupan karena jin

Ummu Zufar ini menurut pendapat yang rajih menurut ulama kita disebabkan karena jin karena ada riwayat yang lain menyebutkan ketika wanita ini berkata:”Jika penyakit itu datang ya Rasulullah saya khawatir jin, syaithan menyingkap aurat saya”, kebanyakan  orang ketika  kesurupan dan kemasukan jin dia tidak bisa mengontrol dirinya dan seluruh tubuhnya, kesurupan ada yang seluruh tubuh, parsial, ada jin yang tinggal disalah satu anggota tubuhnya dan ada jin yang sekedar lewat.

Ini dalil tentang ada kesurupan dan juga dijelaskan dalam dalil yang lain, Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) gila”. (QS. Al Baqarah: 275)

Ketika Allah membangkitkan manusia dari kuburnya, semuanya digiring ke pada mahsyar sambil berjalan dalam keadaan telanjang, tidak berpakaian, belum di khitan tidak beralas kaki sebagaimana ketika kita lahir didunia maka begitupula ketika kita dibangkitkan pada hari kemudian dan setelah itu diberi pakaian oleh  Allah Subhanahu wata’ala  dan yang diberi pakaian pertama kali adalah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam.

Jadi pemakan riba mereka tidaklah dibangkitkan dari kuburnya kecuali jalannya seperti orang yang sempoyongan karena kemasukan syaithan atau jin,  mengapa demikian dan apa sebabnya dan masih adakah kesurupan pada hari kiamat..? tidak, akan tetapi disebabkan karena perutnya besar seperti batu sehingga ia tidak bisa membawa perutnya ketika digiring menuju padang mahsyar.

Jin adalah makhluk Allah yang kita tidak bisa melihatnya akan tetapi mereka bisa melihat kita, mereka terbagi 2 ada yang beriman kepada Allah dan adapula yang kafir kepada Allah Subhanahu wata’ala dan jalanya juga berbeda – beda oleh karenanya jin persis dengan manusia dimana tingkat keimanannya juga berbeda –beda ada yang ahlusunnah, ada yang syiah, kemudian ahlusunnah juga berbeda – beda, dll.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam diutus untuk bangsa manusia dan juga bangsa jin, dan jin pernah mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَأَنَّا لَمَسْنَا السَّمَاءَ فَوَجَدْنَاهَا مُلِئَتْ حَرَسًا شَدِيدًا وَشُهُبًا وَأَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَاعِدَ لِلسَّمْعِ فَمَنْ يَسْتَمِعِ الْآَنَ يَجِدْ لَهُ شِهَابًا رَصَدًا

Dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api, dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya)”. (QS. Al Jin: 8-9).

Para jin berkata:”Tentu ada sesuatu yang luar biasa terjadi sehingga kita tidak dapat mencuri berita dari langit, kemudian ia mengirim semua bala tentaranya untuk mencari tahu apa yang terjadi, akhirnya semua jin tersebar dimana-mana dan ada diantara mereka datang ke kota Makkah mendapati Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam kejadian ini sebelum Rasulullah hijrah ke kota Madinah dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam didapati oleh para jin sementara melaksanakan sholat fajr dan mereka mendengarkan bacaan Al-Qur’an yang dibacakan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, mereka (para jin) kemudian berkata:”Inilah yang menghalangi kita untuk mencuri berita dari langit, maka turunlah ayat pertama dari surah jin:

قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا

Katakanlah (hai Muhammad): “Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan”, (QS. Jin: 1).

Untuk kedua kalinya  Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam diundang langsung oleh bangsa jin ke Sukh Ukam kemudian pada malam hari itu kata Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu:”kami kehilangan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam (beliau tidak melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pada malam itu) dan saya kira beliau diculik dan ada sesuatu yang buruk yang menimpa beliau“.

Ternyata jin yang mendengarkan bacaan Nabi yang pertama dulu itu diutus kembali oleh sekelompok jin untuk mengundang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam jadi jin mendatangi mereka bangsa jin dan dalam riwayat disebutkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam membacakan kepada mereka surah Ar-Rahman yang didalamnya terdapat ayat yang sering diulang – ulang:”Nikmat tuhanmu yang manakah yang kalian dustakan”  yang diseru dalam ayat tersebut adalah bangsa jin dan manusia.

Setiap kali Rasulullah membacakan ayat tersebut jin berkata:”Benar ya Rabb tidak ada nikmatmu yang kami dustakan”, kemudian Rasulullah kembali diwaktu subuh dan mengabarkan kepada para sahabat dan beliau mengajak para sahabat melihat bekas tempat duduknya bersama dengan para jin dimana api mereka masih ada. Jadi Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam berjumpa langsung dengan para jin.

Dalil ini menunjukkan tentang adanya jin dan kesurupan berdasarkan kesepakatan Ahlusunnah Wal Jama’ah

Faedah hadist:

  1. Kesabaran seorang wanita sholehah didunia ini demi mengharapkan ganjaran surga yang dijanjikan oleh Allah dan Rasulnya,
  2. Seorang wanita yang berkulit hitam dimana mungkin tidak ada seseorang yang tertarik kepadanya namun karena ia sadar bahwa hijab atau menutup aurat adalah kewajiban maka dia malu ketika auratnya tersingkap, beginilah pribadi seseorang ketika hidayah dan keimanan yang masuk ke dalam hatinya sebagaimana kata ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha:”Allah merahmati wanita – wanita anshar ketika turun perintah hijab mereka langsung mengambil kain – kain gorden mereka  dan dibalutkan ke kepala – kepala mereka”, mereka tidak protes dengan alasan belum siap dan belum ada kain yang ia bisa gunakan, tidak, akan tetapi ketika perintah itu turun kain gorden mereka ambil dan balutkan dikepala mereka.

Jadi hijab adalah kewajiban bagi seorang wanita dan barangsiapa yang menampakkan auratnya didunia ini maka diancam neraka oleh Allah Subhanahu wata’ala sebagaimana Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: (1) Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan (2) para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal baunya dapat tercium dari jarak sekian dan sekian”. (HR. Muslim no. 2128).

Ini ancaman Allah Subhanahu wata’ala bagi wanita yang menampakkan auratnya, lekuk-lekuk tubuhnya mereka tidak akan mendapatkan baunya surga apalagi memasukinya bersama – sama dengan orang – orang yang pertama dimasukkan ke dalam surga oleh Allah Subhanahu wata’ala.

Wallahu A’lam Bish Showaab



Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Selasa, 09 Rabiul Awal 1438 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE :  http://line.me/ti/p/%40nga7079p

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.