Kisah julaibib Radhiyallahu ‘anhu yang tidak laku dari pinangan seorang wanita sampai Rasulullah menyuruhnya untuk melamar seorang wanita, dimana wanita tersebut adalah wanita yang terkenal dimadinah datanglah julaibib Radhiyallahu ‘anhu kerumah wanita yang dimaksud oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian ia menemui keluarga dari perempuan yang hendak ia lamar, ayah wanita itu kemudian berkata:”Apa keperluanmu wahai julaibib

(kita tahu bahwasanya julaibib ini setiap datang melamar seorang wanita beliau ditutupkan pintu_Penj) namun beliau berkata:”Saya datang sebagai utusan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam untuk melamar puteri anda”, awalnya ayahnya mengatakan Alhamdulillah, ayah seorang wanita sholeha tersebut mengira bahwasanya yang melamarnya adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Namun julaibib Radhiyallahu ‘anhu mengatakan:”Untuk saya” orang tuanya kemudian mengatakan:”Kalau untukmu, tunggu dulu sampai saya selesai bermusyawarah dengan ibunya”, ia kemudian menyampaikan kepada istrinya maksud dari kedatangan julaibib kerumahnya, ia berkata kepada istrinya:”Anak kita dilamar oleh Rasulullah Shallallahu ‘aliahi wasallam, istrinya kemudian mengatakan Alhamdulillah ini adalah sebaik – baik lamaran.

Karena orang tua dizaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam mereka tidak menikahkan anak gadis mereka kepada para sahabat sebelum ditawarkan terlebih dahulu kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, jika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak ada niat maka baru kemudian puteri mereka dinikahkan kepada sahabat yang lain.

Tapi suaminya mengatakan:”Untuk julaibib” akhirnya istrinya mengatakan:”Kalau untuk julaibib jangan dulu” namun ternyata anaknya yang sholeha mendengar dari kamarnya kemudian ia keluar menemui kedua orang tuanya dan bertanya:”Siapa yang datang melamar ku..?” kemudian dijawablah oleh orang tuanya dengan berkata:”Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tapi bukan untuk beliau, akan tetapi untuk julaibib yang sudah kita kenal”.

Bahkan Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu mengatakan:”Orang madinah sudah saling berkomunikasi diantara mereka jangan sampai julaibib masuk kerumah kalian”.

Namun akhirnya kata wanita sholehah tersebut:”Apakah kalian menolak wahai bapak ibuku perintah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, nikahkan saya dengan julaibib”. Akhirnya wanita sholeha tersebut dinikahkan dengan julaibib dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam mendoakan keduanya dengan mengatakan:”Ya Allah Curahkan kepada keduanya kebaikan yang banyak dan jangan engkau menjadikan kehidupannya menjadi miskin”,

Namun Subhanallah walaupun julaibib Radhiyallahu ‘anhu terlebih dahulu meninggal dunia kata Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu:”Setelah meninggalnya julaibib kami tidak mendapati seorang wanita dimadinah yang lebih kaya dan lebih dermawan dari istrinya julaibib Radhiyallahu ‘anhu”, inilah kebaikan yang Allah Subhanahu wata’ala inginkan untuknya.

Wallahu A’lam Bish Showaab



Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Ahad , 16  Rabiul Akhir 1438 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi :
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCIGoaFDkENVOY187i92iRqA

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE : mim.or.id

PIN BBM : D23784F8

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.