ZAKAT FITRI ANTARA ‘BERAS’ atau ‘DUIT’

  1. Bayar zakat dengan bahan pokok makanan insya Allah lebih aman dan keluar dari perselisihan para ulama.. Bahkan ada ulama kita menyebutkan bahwa andaikan bahan pokok makanan satu negeri adalah ikan maka, zakatnya dikeluarkan dalam bentuk ikan…
  2. Bayar pake duit juga pendapat minoritas ulama namun, ditegaskan sebagian ulama bahwa ia tidaklah dianggap karena menyelisihi sunnah perintah dan contoh dari Nabi kita sedang di zaman Beliau alat pembayaran berupa Dinar dan Dirham sudah dikenal..
  3. Ulama yang membolehkan pake ‘duit’ berdalilkan dengan riwayat “kayakanlah mereka pada seperti hari ini (raya), dan mengayakan orang miskin menurut mereka adalah dengan ‘duit’ dan lebih bermanfaat bagi orang-orang miskin
  4. Banyak ulama kita melemahkan riwayat diatas sehingga gak bisa dijadikan hujjah dan andaikan kita katakan ‘shahih’ maka, mengayakan gak terbatas pake ‘duit’, ada juga orang banyak duit namun tetap dianggap miskin karena dia masih ‘jomblo’
  5. jika alasan lebih bermanfaat buat orang miskin jika pake duit maka kita katakan ; bayarlah zakat anda dengan bahan pokok makanan dan tambahkanlah duit jika memang itu alasan anda tulus…
  6. jika zakat telah sampai ke tangan orang miskin maka, terserah dia walau berasnya mau dijual pun ‘silahkan’…

Kesimpulannya…
– Bayarlah pake bahan pokok makanan untuk lebih menentramkan, tinggalkan yang meragukan ke yang meyakinkan.. Sebagian orang merasa bahwa berzakat dengan duit lebih prakstis, sedang dengan bahan pokok makanan agak ‘rempong’ alias repot… maka, ingatlah semakin repot semakin banyak pahala dan agar anda juga merasakan betapa besarnya nikmat yang Allah berikan pada anda sehingga bisa jadi Muzakki…
– Yang bayar pake duit tetap saya do’akan : “Semoga Allah menerimanya insya Allah”..Harman Tajang

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.