mim.or.id – Pesantren Quran Putra Markaz Imam Malik kembali menggelar Haflah Tasmi’ Al-Qur’an pada Jumat, 28 Agustus 2026, bertempat di lingkungan pesantren PQ Putra MIM, Kassi Antang.
Kegiatan yang dilaksanakan di bawah Bidang Ketahfizhan PQ Putra MIM ini diikuti oleh delapan santri. Para peserta mengikuti tasmi’ sesuai dengan kategori hafalan yang telah mereka capai, mulai dari 5, 10, 15, 20, 25, hingga 30 juz.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Mudir Ma’had yang berisi arahan dan nasihat kepada seluruh santri. Acara kemudian dilanjutkan dengan tasmi’, yakni pembacaan hafalan Al-Qur’an oleh masing-masing peserta.
Baca Juga: 4 Keutamaan Mulia Para Penjaga Tauhid
Setelah itu, santri yang berhasil menuntaskan hafalannya mendapatkan apresiasi berupa sertifikat, medali, dan hadiah. Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama.
Pada Haflah Tasmi’ kali ini, tercatat empat santri berhasil menuntaskan hafalan sebanyak 15 juz. Sementara itu, empat santri lainnya berhasil menuntaskan hafalan sebanyak 5 juz.
Sejalan dengan itu, Pembina Bidang Ketahfizhan, Ustadz Nafi, menyampaikan rasa syukur atas capaian para santri. Menurutnya, Haflah Tasmi’ dilaksanakan secara rutin setiap bulan.
Baca Juga: PQ Putra MIM Meriahkan Kemerdekaan dengan Perlombaan
“Alhamdulillah, di acara Haflah Tasmi’ kali ini, santri yang tasmi’ 15 juz sebanyak 4 orang dan 5 juz sebanyak 4 orang. Luar biasa. Kegiatan ini dilaksanakan setiap bulan, di hari Jum’at pekan terakhir. Ini menandakan bahwa kegiatan menghafal santri terus berjalan” ujarnya
Tambahnya, keberadaan Haflah Tasmi’ juga menjadi salah satu pemantik semangat para santri untuk terus meningkatkan hafalan. Pasalnya, untuk dapat mengikuti ujian tasmi’ para santri harus melewati proses persiapan dan ujian yang tidak mudah.
Untuk diketahui, Haflah Tasmi’ Al-Qur’an diharapkan tidak hanya menjadi seremoni apresiasi atas jumlah hafalan yang telah dicapai, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kecintaan santri terhadap Al-Qur’an, menjaga hafalan, serta meningkatkan kualitas bacaan dan ketekunan dalam berinteraksi dengan Kalamullah.
