spot_img

‘Hukum Pasti’, Waktu Takkan Terulang!

mim.or.id – Betapa berharganya waktu sebagai karunia Allah dengannya sebagai hukum pasti, waktu takkan terulang dan tidak akan pernah bisa kembali atau digantikan. Setiap detik yang berlalu akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah.

Oleh karena itu, seorang muslim harus menyadari pentingnya memanfaatkan waktu untuk kebaikan sebelum datang penyesalan.

Nilai Waktu dan Pertanggungjawabannya

Waktu adalah nikmat tak ternilai dari Allah SWT. Setiap waktu yang berlalu tidak akan pernah terulang; hari Jumat pekan ini berbeda dengan pekan lalu, dan pukul 12 siang hari ini tidak akan sama dengan kemarin atau esok. 

Kesamaan dari semua waktu itu adalah bahwa semuanya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah, maka maknai waktumu dengan sebaik mungkin agar semua tidak menyusahkan kita kelak. 

Penyesalan Terbesar di Hari Kiamat

Penyesalan terbesar manusia di Hari Kiamat adalah akibat kelalaian mereka dalam memanfaatkan waktu yang telah Allah berikan. Hal ini digambarkan dalam Al-Qur’an, Surah Fathir ayat 37:

وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَآ أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَٰلِحًا غَيْرَ ٱلَّذِى كُنَّا نَعْمَلُ ۚ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُم مَّا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَن تَذَكَّرَ وَجَآءَكُمُ ٱلنَّذِيرُ ۖ فَذُوقُوا۟ فَمَا لِلظَّٰلِمِينَ مِن نَّصِيرٍ

Artinya: Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan”. Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.

Dialog penyesalan ini tidak akan ada gunanya, karena waktu tidak akan pernah bisa diulang untuk kembali ke dunia.

Empat Pertanyaan yang Pasti Akan Diajukan

Rasulullah telah menjelaskan skenario Hari Kiamat agar kita dapat mempersiapkan diri dan tidak jatuh dalam penyesalan. Beliau bersabda bahwa kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada Hari Kiamat sampai ia ditanya tentang empat hal:

Pertama, tentang umurnya: untuk apa ia habiskan?. Kedua, Tentang ilmunya: untuk apa ia amalkan?. Ketiga, Tentang hartanya: dari mana ia peroleh dan untuk apa ia gunakan?. Keempat, Tentang tubuhnya: untuk apa ia gunakan?

Satu-satunya cara untuk menjawab pertanyaan ini dengan baik adalah dengan memperbaiki cara kita menjalani hidup, memperbanyak taubat, dan tidak menyia-nyiakan waktu.

Lima Kesempatan Emas Sebelum Terlambat

Nabi Muhammad juga menasihatkan untuk memanfaatkan lima keadaan sebelum datang lima keadaan lainnya:

Masa mudamu sebelum masa tuamu, Masa sehatmu sebelum masa sakitm, Masa kayamu sebelum masa miskinmu, Masa luangmu sebelum masa sibukmu dan Masa hidupmu sebelum kematianmu.

Kelima waktu ini seringkali melalaikan manusia dari mengingat bahwa dunia ini sementara dan akhirat itu abadi. Kelalaian ini akan berujung pada lima penyesalan besar:

Di masa tua, menyesali masa muda, Di masa sakit, menyesali masa sehat, Di masa miskin, menyesali masa lapang, Di masa sibuk, menyesali masa luang, dan Puncak penyesalan adalah saat kematian, di mana kita akan menyesali setiap ibadah yang ditinggalkan dan maksiat yang dikerjakan

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.