mim.or.id – Sebanyak 25 santri mengikuti pendampingan program Remaja Masjid Kota Makassar yang mengusung tema “Urban Farming” di Pesantren Qur’an (PQ) Putra Markaz Imam Malik (MIM) pada Selasa (28/7/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Makassar ini bertujuan membekali para remaja masjid dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola program bank sampah.
Sejalan dengan itu, Pembina PQ Putra MIM, Ustadz Yaya Arsi, menyampaikan apresiasinya program ini memberikan wawasan baru bagi para peserta tentang potensi ekonomi yang dimiliki sampah apabila dikelola dengan benar.
Baca Juga: Nikmat, Bakti, dan Harta: Jalan Menuju Keberkahan
“Masyaallah, kegiatan yang sangat bermanfaat. Dengan adanya kegiatan ini kita bisa mengetahui bahwa sampah yang selama ini kita anggap tidak bernilai justru dapat menjadi salah satu sumber pendapatan bagi sebuah organisasi, “, ungkapnya.
Lanjutnya, melalui kegiatan ini, diharapkan para santri dan remaja masjid mampu menerapkan ilmu yang diperoleh di lingkungan masing-masing.
Dengan demikian, program bank sampah tidak hanya berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam membangun organisasi remaja masjid yang mandiri, produktif, dan berdaya secara ekonomi.
Adapun agenda kegiatan, diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya melalui pemilahan sampah.
Baca Juga: Larangan Kezaliman: Renungan tentang Rahmat dan Keadilan Allah
Kemudian, peserta diberikan pemahaman tentang jenis-jenis sampah yang dapat didaur ulang serta mekanisme pengelolaan bank sampah yang dapat menghasilkan nilai ekonomi apabila dikelola secara baik dan berkelanjutan.
Selain memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah, para peserta juga dikenalkan pada konsep pemberdayaan organisasi melalui program bank sampah.
Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam membantu kebutuhan operasional remaja masjid sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.



