spot_img

Khutbah Jum’at: Allah Maha Melihat (Edisi 091, 23 Jumadil Awal 1447)

mim.or.id – Kembali kami menyajikan Khutbah Jum’at dengan tema ‘Allah Maha Melihat’ (Edisi 091, 23 Jumadil Awal 1447).

Naskah selengkapnya:

‘Allah Maha Melihat’

KHUTBAH PERTAMA

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.

اللهم صلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ،  وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ ِبِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّار

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah!

Siang hari ini, kita kembali memuji Allah dengan penuh rasa syukur yang memenuhi hati kita. Begitu banyak nikmat, begitu banyak karunia, yang telah Allah limpahkan untuk kita di sepanjang usia keberadaan kita di dunia ini.

Hidup kita bertabur nikmat dari-Nya, dan tentu saja setinggi-tingginya nikmat itu adalah nikmat Islam, nikmat Iman dan Tauhid dalam diri kita. Karena tanpa itu semua, maka tidak ada satu pun nikmat dunia ini yang berharga dan bernilai untuk kita.

Karena itu pula, sepatutnya kita memperbanyak shalawat untuk Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, terutama di hari Jum’at yang mulia ini. Karena beliaulah yang menjadi sebab dan jalan hadirnya nikmat Islam dan Tauhid itu dalam kehidupan kita ini.

Kaum muslimin yang berbahagia!

Di antara sifat agung Allah yang sering kita lupakan adalah bahwa Allah Maha Melihat segala sesuatu.Tidak ada satu gerakan pun, satu tatapan, bahkan lintasan niat di hati kita yang luput dari penglihatan-Nya. Allah berfirman:

إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ بَصِيرًا

“Sesungguhnya Allah Maha Melihat segala sesuatu yang kamu kerjakan.” (QS. An-Nisa [4]: 1).

Ayat ini sederhana, tapi dalam maknanya: Allah melihat. Melihat bukan hanya tindakan lahiriah, tetapi juga melihat ke dalam hati kita-apa yang tersembunyi di balik wajah, senyum, dan ucapan.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Ketika seseorang menyadari bahwa Allah selalu melihatnya, maka ia akan malu untuk bermaksiat, dan ia akan bersemangat untuk berbuat baik walau tak ada yang memuji. Kesadaran ini disebut oleh para ulama dengan muraqabah yaitu merasa diawasi oleh Allah setiap saat.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

اَلـْمُرَاقَبَةُ دَوَامُ عِلْمِ الْعَبْدِ وَتَيَقُّنُهُ بِاطِّلَاعِ الْحَقِّ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَلَى ظَاهِرِهِ وَبَاطِنِهِ

“Muraqabah adalah kesadaran yang terus-menerus bahwa Allah senantiasa melihat lahir dan batin seseorang.”.

Jika hati seorang mukmin hidup dengan muraqabah, maka hidupnya akan berubah; dari yang lalai menjadi berhati-hati, dari yang riya’ menjadi ikhlas, dari yang takut manusia menjadi takut kepada Allah.

Bayangkan seorang pegawai yang tahu dirinya sedang diawasi CCTV-tentu ia akan bekerja lebih hati-hati. Lalu bagaimana jika yang mengawasi adalah Allah yang Maha Melihat dan Maha Tahu isi hati manusia?.

Allah berfirman:

يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ

“Dia mengetahui pandangan mata yang khianat dan apa yang tersembunyi di dalam dada.” (QS. Ghafir [40]: 19).

Maka, setiap lirikan, bisikan, bahkan niat yang belum jadi tindakan — semuanya tercatat dan terlihat oleh Allah.

Jamaah Jumat yang berbahagia,

Rasulullah ﷺ mengingatkan tentang kekuatan kesadaran ini dalam hadits Jibril yang masyhur, ketika malaikat Jibril bertanya tentang ihsan.

الإِحْسَانُ أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ، فَإِنَّهُ يَرَاكَ

“Ihsan itu adalah engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, dan jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.” (HR. Muslim).

Inilah puncak iman: beramal karena sadar dilihat Allah. Tidak butuh penonton, tidak menunggu pujian karena kita yakin Allah menjadi saksi atas setiap amal.

Kesadaran bahwa Allah Maha Melihat juga menumbuhkan rasa tenang dan optimis. Sebab, tidak ada kebaikan yang sia-sia, sekalipun kecil. Allah berfirman:

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُۥ ۝ وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُۥ

“Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasannya). Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasannya).” (QS. Az-Zalzalah [99]: 7–8).

Ayat ini menenangkan orang beriman: bahwa sekecil apa pun kebaikan — senyum, sedekah, doa, kata lembut — akan dilihat dan dibalas oleh Allah.

Namun, kesadaran bahwa Allah Maha Melihat juga membuat kita berhati-hati dari dosa tersembunyi. Ada dosa yang tidak diketahui manusia, tapi dilihat jelas oleh Allah. Maka Abdullah bin al-Mubarak rahimahullah berkata:

لَا تَنْظُرْ إِلَى صِغَرِ الذَّنْبِ، وَلَكِنِ انْظُرْ إِلَى عِظَمِ مَنْ عَصَيْتَ

“Jangan lihat kecilnya dosa, tapi lihatlah besarnya Dzat yang engkau durhakai.”.

Berapa banyak orang tampak baik di hadapan manusia, tapi di hadapan Allah penuh noda, dan berapa banyak orang tampak sederhana, tapi di sisi Allah bersinar karena amal tersembunyi.

Hidup ini bukan tentang bagaimana kita dilihat manusia, tetapi bagaimana kita dilihat oleh Allah. Kesadaran bahwa Allah Maha Melihat harus melahirkan tiga hal penting dalam diri seorang mukmin:

Pertama: Kejujuran dalam amal.

Karena Allah melihat niat sebelum perbuatan. Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

“Sesungguhnya amal tergantung niatnya, dan setiap orang akan mendapat sesuai niatnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim).

Maka jagalah niatmu. Jangan biarkan amal baik menjadi ringan karena disertai riya’.

Kedua: Takut berbuat dosa meski sendirian.

Sebab Allah melihat meskipun manusia tidak. Rasulullah ﷺ bersabda:

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ… وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

“Tujuh golongan yang Allah naungi di hari tiada naungan selain naungan-Nya…
di antaranya seorang yang berzikir kepada Allah sendirian lalu menetes air matanya.”

(HR. Bukhari dan Muslim).

Air mata dalam kesendirian adalah bukti kesadaran bahwa Allah sedang melihat dan mendengar.

Ketiga: Harapan kepada Allah yang Maha Melihat kebaikan hamba-Nya.

Ketika engkau lelah dalam taat, ketika amalmu tidak dilihat manusia. Ingatlah bahwa Allah melihat, mencatat, dan menyiapkan balasan terbaik.

Al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata:

مَنْ عَلِمَ أَنَّ اللهَ يَرَاهُ، اِسْتَحْيَا أَنْ يَعْصِيَهُ

“Barang siapa yakin Allah melihatnya, ia akan malu untuk bermaksiat kepada-Nya.”.

Dan beliau juga berkata:

يَا ابْنَ آدَمَ، عَمَلُكَ عَمَلُكَ، فَإِنَّهُ لَحْمَةٌ عِظَامُكَ، فَإِنْ نَجَا عَمَلُكَ نَجَوْتَ، وَإِنْ هَلَكَ عَمَلُكَ هَلَكْتَ.

“Wahai anak Adam, amalmu adalah bagian dari dirimu. Jika amalmu selamat, engkau pun selamat; dan jika amalmu binasa, engkau pun binasa.”.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Mari kita hidup dengan hati yang selalu merasa diawasi oleh Allah. Hidup dengan kesadaran bahwa setiap langkah, ucapan, dan niat kita ada dalam pandangan-Nya.

Jadikan pengawasan Allah bukan sebagai ketakutan, tapi sebagai penuntun untuk hidup lebih jujur, bersih, dan tenang.

وَتَوَكَّلْ عَلَى الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ ۝ الَّذِي يَرَاكَ حِينَ تَقُومُ ۝ وَتَقَلُّبَكَ فِي السَّاجِدِينَ

“Dan bertawakallah kepada Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang, Yang melihatmu ketika engkau berdiri (shalat), dan (melihat) gerak-gerikmu di antara orang-orang yang bersujud.” (QS. Asy-Syu‘ara [26]: 217–219).

بَارَكَ اللَّهُ لِيْ وَلَكُمْ فَي القُرْآنَ العَظِيْمِ, وَنَفَعْنِيْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ, قُلْتُ مَا سَمِعْتُمْ وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُؤْمِنِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ للهِ عَلَىْ إِحْسَاْنِهِ ، وَالْشُّكْرُ لَهُ عَلَىْ تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَاْنِهِ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَاْ إِلَهَ إِلَّاْ اللهُ تَعْظِيْمَاً لِشَأْنِهِ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدَاً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْدَّاْعِيْ إِلَىْ رِضْوَاْنِهِ صَلَّى اللهُ عَلِيْهِ وَعَلَىْ آلِهِ وَأَصْحَاْبِهِ وَإِخوَانِهِ.

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah!

Hari-hari ini, ujian demi ujian terus melanda saudara-saudara kita kaum muslimin di belahan bumi yang lain.

Belum selesai keprihatinan kita kepada Gaza dan Palestina, yang masih terus didera oleh pengkhianatan kaum Zionis; kita juga tidak boleh lupa dengan apa yang menimpa saudara-saudara kita kaum muslimin di Sudan.

Jika kaum muslimin di Palestina dijajah dan dibantai oleh bangsa Yahudi Zionis yang memang telah dikukuhkan sebagai musuh umat Islam sepanjang masa, maka saudara-saudara kita di Sudan justru dibantai oleh sesama mereka sendiri, oleh pihak-pihak yang merasa jagoan lantaran memegang senjata di tangan mereka.

Di Hari Jum’at ini, marilah kita doakan mereka semua, saudara-saudara kita di Gaza dan Sudan, serta di manapun mereka yang terzhalimi. Di waktu-waktu mustajab ini, selipkanlah doa-doa kita untuk mereka.

Semoga doa-doa kita itu kelak menjadi pemberat timbangan amal shalih kita di akhirat nanti.

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰۤىِٕكَتَهُۥ یُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِیِّۚ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَیۡهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسۡلِیمًا

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ . وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ،فِي العَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

 اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ،يَا سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ

اَللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ غَزَّةَ، اَللَّهُمَّ احْفَظْهُمْ بِحِفْظِكَ، وَثَبِّتْ أَقْدَامَهُمْ، وَارْزُقْهِمْ مِنْ حَلاَلِكَ، وَانْصُرْهُمْ عَلَى الْيَهُوْدِ الْغَاصِبِيْنَ وَمَنْ عَاوَنَهُمْ فِيْ عُدْوَانِهِمْ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

 رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً  إِنَّكَ أ نْتَ الْوَهَّابُ

رَبَّنَا تَقَبَّل مِنَّا وَقِيَامَنَا وَسَائِرَ أَعمَالِنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

   رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا

رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ  اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَ لْمُسلِمِين وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَ المُشْرِكِينَ وَأَعدَاءَكَ يَا عَزِيزٌ يَا قَهَّارٌ يَا رَبَّ العَالَمِينَ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

 سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.