spot_img

Salat yang Terlupa: Kewajiban Qadha dalam Islam

mim.or.id – Sebagai rukun Islam yang kedua, jika ada salat yang terlupa maka ada kewajiban qadha dalam Islam. Salat adalah ibadah yang memiliki kedudukan sangat penting sebagai bentuk penghambaan seorang hamba dengan Allah,

Keutamaan Menjaga Salat

Dalam ajaran Islam, salat merupakan ibadah yang sangat ditekankan. Terdapat sebuah hadits dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّةَ

Barangsiapa yang mengerjakan shalat bardain (yaitu shalat shubuh dan ashar) maka dia akan masuk surga.” (HR. Bukhari no. 574 dan Muslim no. 635).

Baca Juga: Santri PAUD Qur’an MIM Kunjungi Kantor Basarnas Kota Makassar

Dua waktu dingin (Al-Bardain) ini merujuk pada waktu salat yang dilaksanakan sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya matahari. Kedua waktu ini biasanya merujuk pada salat Subuh (Fajr) dan salat Ashar.

Menjaga salat juga dikaitkan dengan karunia spiritual yang besar. Rasulullah menyebutkan bahwa umat akan melihat Tuhan mereka sebagaimana mereka melihat bulan pada malam bulan purnama tanpa kesulitan.

Oleh karena itu, bagi siapa pun yang mampu menjaga salat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam matahari, hendaklah dia melakukannya.

Salat Al-Wustha (Salat Pertengahan)

Al-Qur’an secara eksplisit memerintahkan umat Muslim untuk menjaga salat. Dalam Surat Al-Baqarah Ayat 238, Allah berfirman:

حَٰفِظُوا۟ عَلَى ٱلصَّلَوَٰتِ وَٱلصَّلَوٰةِ ٱلْوُسْطَىٰ وَقُومُوا۟ لِلَّهِ قَٰنِتِينَ

Artinya: Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’.

Baca Juga: Pahala Setara Jihad, Tunaikan 3 Amalan ini!

Dalam sumber yang tersedia, Salat Al-Wustha (salat pertengahan) ini diidentifikasi sebagai salat Ashar. Pentingnya waktu salat Ashar ini juga disinggung dalam konteks waktu salat di Jeddah.

Kaidah Dasar Qadha Salat

Apabila seseorang melewatkan waktu salat maka muncul pembahasan mengenai qadha . Konsep qadha merujuk pada pelaksanaan salat yang terlewat dari waktunya.

Sebuah kaidah penting terkait penggantian salat yang terlewat disebutkan, yaitu bahwa “Qadha menyerupai ada’ (pelaksanaan asli)”. Artinya, tata cara qadha (mengganti) harus mengikuti tata cara ada’ (pelaksanaan salat pada waktunya).

Analogi untuk Memahami Qadha: Konsep “Qadha menyerupai ada'” dapat diibaratkan seperti seorang siswa yang harus mengikuti ujian susulan (qadha) karena sakit saat ujian utama (ada’). 

Ujian susulan tersebut haruslah menggunakan materi dan standar penilaian yang sama persis dengan ujian utama, tidak boleh dikurangi atau diubah, untuk memastikan keadilan dan terpenuhinya kewajiban yang terlewat.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.