Home Artikel Sujud dan Mendekatlah: Kunci Meraih Kemuliaan di Sisi Allah

Sujud dan Mendekatlah: Kunci Meraih Kemuliaan di Sisi Allah

0
Sujud
Ilustrasi seorang sedang sujud/Istock

Harmantajang.com – Perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada manusia ialah Sujud dan Mendekatlah karena itu kunci meraih kemuliaan di sisi Allah karena ini bukanlah sekadar perintah biasa. 

Puncak Penghambaan itu Bernama ‘Sujud’

Sujud adalah puncak dari penghambaan dan jalan utama bagi seorang hamba untuk meraih kedekatan dengan Tuhannya. Ayat ini diturunkan kepada Nabi Muhammad sebagai penegasan untuk terus beribadah di tengah penolakan dan intimidasi dari kaum Quraisy, yang dipelopori oleh tokoh sombong seperti Abu Jahal.

Kesombongan terbukti menjadi penghalang terbesar manusia dari kebenaran. Sejarah telah mencatat bagaimana Iblis diusir dari surga karena menolak perintah untuk sujud kepada Adam. 

Firaun dengan angkuh menyatakan, “Bukankah aku menguasai kota Mesir,” sementara Qarun berkata, “Sesungguhnya aku diberi harta itu karena ilmu yang ada padaku,” keduanya melampaui batas karena merasa cukup dengan kekuasaan dan harta. 

Sikap inilah yang ditentang oleh perintah untuk bersujud, sebuah tindakan yang menghinakan diri di hadapan Sang Pencipta demi meraih kemuliaan hakiki.

Keutamaan Luar Biasa di Balik Sujud

Memperbanyak sujud adalah investasi spiritual dengan ganjaran yang tak ternilai. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ العَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ ، فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

“Keadaan seorang hamba paling dekat dengan Rabbnya adalah ketika ia sedang bersujud, maka perbanyaklah berdoa saat itu.” (HR. Muslim, no. 482).

Keutamaan ini tidak hanya terbatas pada hubungan vertikal dengan Allah, tetapi juga menjadi sarana untuk meraih kedekatan dengan Rasulullah di surga kelak. Dalam sebuah hadis yang masyhur, sahabat Rabi’ah bin Ka’ab, ketika ditawari permintaan oleh Nabi, ia hanya meminta satu hal untuk dapat menemani beliau di surga. 

Nabi Muhammad kemudian menasihatinya, “Bantulah aku untuk mewujudkan keinginanmu dengan memperbanyak sujud”.

Lebih dari itu, setiap sujud yang dilakukan karena Allah akan mengangkat derajat seorang hamba, menghapuskan satu keburukan, dan menuliskan satu kebaikan untuknya. Sujud juga merupakan waktu yang paling mustajab untuk berdoa. 

Rasulullah menganjurkan untuk memperbanyak doa di dalamnya, karena pada saat itulah doa seorang hamba sangat mungkin untuk dikabulkan. Ini terjadi karena posisi sujud adalah puncak dari inkisar (kehancuran hati) dan adz-dzull (kehinaan diri) di hadapan Allah, sebuah kondisi yang membuat doa lebih mudah diterima.

Sujud: Ibadah Universal dan Peringatan Keras

Sujud adalah bentuk ibadah universal. Semua makhluk di langit dan di bumi matahari, bulan, bintang, gunung, pepohonan, hingga hewan melata seluruhnya bersujud kepada Allah.

Bahkan burung Hud-hud pun mengingkari kaum Saba yang bersujud kepada matahari, karena ia tahu bahwa sujud hanyalah hak Allah semata. Manusia-lah yang terbagi; ada yang taat bersujud, dan ada pula yang menyombongkan diri sehingga berhak mendapatkan azab.

Konsekuensi bagi mereka yang enggan bersujud di dunia padahal dalam keadaan sehat dan mampu sangatlah mengerikan. Kelak di hari kiamat, ketika seluruh manusia diperintahkan untuk bersujud di hadapan Allah, mereka akan dihinakan. 

Punggung mereka akan dibuat kaku sehingga tidak mampu lagi untuk membungkuk, sementara mereka melihat orang lain bersujud dengan mudah. Allah menyebutkan bahwa ini adalah balasan karena dahulu di dunia, 

Oleh karena itu, perintah “sujudlah dan mendekatlah” adalah panggilan abadi untuk setiap muslim. Dengan memperbanyak sujud dalam shalat wajib maupun sunnah, kita tidak hanya menjalankan perintah, tetapi juga membuka pintu-pintu kemuliaan, ampunan, terkabulnya doa, serta meraih kedekatan tertinggi dengan Allah dan Rasul-Nya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp us
Exit mobile version