mim.or.id – Semua makhluk Allah yang bertebaran di alam semesta ini selalu tunduk setiap waktu untuk menghancurkan kita, manusia sebab semua itu ‘tentara’ Allah di Muka Bumi.
Allah Azza wa Jalla berfirman di dalam Surah al-Muddatsir ayat 31:
وَمَا يَعۡلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَۚ وَمَا هِيَ إِلَّا ذِكْرَى لِلْبَشَرِ
Artinya:
“Dan tidak ada yang dapat mengetahui (banyaknya) tentara-tentara Tuhanmu (wahai Muhammad) kecuali Dia. Dan tidaklah itu semua melainkan sebuah peringatan untuk manusia.” (Surah al-Muddatsir: 31).
Berikut beberapa jenis ‘tentara’ Allah di Muka Bumi:
Air bisa Melahirkan Banjir
Tetesan-tetesan air diciptakan oleh Allah Ta’ala sebagai sumber kehidupan untuk semua makhluk. Tubuh kita manusia terdiri dari 80 % air. Hewan-hewan membutuhkan air. Tumbuh-tumbuh dan tanaman membutuhkan air.
Namun ketika Allah Azza wa Jalla menghendaki, tetesan-tetesan air yang lembut itu dapat menjelma menjadi tentara penghancur yang sangat mengerikan!. Dalam sejarah manusia, entah sudah berapa kali tentara Allah bernama air itu menunaikan perintah Allah Ta’ala menghancurkan kehidupan manusia.
Mulai dari banjir terbesar di zaman Nabi Nuh ‘alaihissalam hingga bencana Tsunami seharusnya dapat selalu dapat menjadi renungan bagi kita untuk memperbaiki kualitas penghambaan kita pada Allah.
وَمَا يَعۡلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَۚ وَمَا هِيَ إِلَّا ذِكْرَى لِلْبَشَرِ
Artinya:
“Dan tidak ada yang dapat mengetahui (banyaknya) tentara-tentara Tuhanmu (wahai Muhammad) kecuali Dia. Dan tidaklah itu semua melainkan sebuah peringatan untuk manusia.” (Surah al-Muddatsir: 31).
Baca Juga: Menyikapi Perbedaan Mazhab: Jangan Bersikap ‘Ta’assub’
Angin dapat Menghancurkan Alam
Hembusan angin yang menyejukkan, yang menjadi medium bagi begitu banyak proses kehidupan, seperti proses berkembang biaknya tanaman di bumi melalui proses angin yang berhembus.
Para nelayan dan pelaut kita yang mengandalkan hembusan angin dalam perjalanan mereka mencari nafkah. Angin dimanfaatkan sebagai sumber tenaga yang dibutuhkan manusia dalam kehidupannya.
Tapi, saat Allah Azza wa Jalla menghendaki, seketika itu juga, angin yang lembut itu dapat berubah menjadi tentara penghancur yang tak bisa dilawan!.
Api Menyebabkan Kebakaran
Api yang kecil dengan segera membesar dan membakar semua yang ada di hadapannya akibat hembusan angin. Bahkan tanpa itupun, kekuatan angin puting beliung dan tornado misalnya sudah cukup untuk memporak-porandakan kehidupan manusia.
وَمَا يَعۡلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَۚ وَمَا هِيَ إِلَّا ذِكْرَى لِلْبَشَرِ
Artinya:
“Dan tidak ada yang dapat mengetahui (banyaknya) tentara-tentara Tuhanmu (wahai Muhammad) kecuali Dia. Dan tidaklah itu semua melainkan sebuah peringatan untuk manusia.” (Surah al-Muddatsir: 31).
Udara bisa Membawa Penyakit
Pada udara yang ada di sekitar kita, yang berhembus dan kita hirup setiap hari, entah berapa banyak virus, bakteri dan mikroba lainnya yang bertebaran, yang selalu siap setiap saat menghabisi dan menyelesaikan kehidupan kita, manusia yang lemah ini.
Setiap waktu dan setiap saat, Allah Ta’ala bisa saja memerintahkan kepada satu virus kecil untuk masuk ke dalam tubuh setiap kita manusia, dan dengan satu virus itu saja kehidupan manusia bisa hancur-berantakan, seperti contoh kecil yang kita saksikan dalam Pandemi Covid yang lalu!.
Baca Juga: Hasad: Penyakit yang Membakar Pahala!
Serangga dapat Menjadi Prajurit Penghancur
Berapa banyak serangga-serangga kecil yang tampak tak berdaya di dunia ini, namun seketika saat perintah Allah Azza wa Jalla datang, serangga-serangga mungil itu dengan segera menjelma menjadi prajurit penghancur yang menakutkan.
Seekor nyamuk malaria atau nyamuk demam berdarah misalnya sudah cukup untuk menyiksa kehidupan manusia. Maka, sekali lagi, Jamaah sekalian:
وَمَا يَعۡلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَۚ وَمَا هِيَ إِلَّا ذِكْرَى لِلْبَشَرِ
Artinya:
“Dan tidak ada yang dapat mengetahui (banyaknya) tentara-tentara Tuhanmu (wahai Muhammad) kecuali Dia. Dan tidaklah itu semua melainkan sebuah peringatan untuk manusia.” (Surah al-Muddatsir: 31).
Itu semua baru segelintir tentara-tentara Allah di kehidupan dunia ini. Belum lagi tentara-tentara Allah di kehidupan akhirat nanti, yang siap menyiksa para pendurhaka Allah Ta’ala, para penantang Allah Azza wa Jalla.
