mim.or.di – Para ulama menjelaskan bahwa ibadah kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala memiliki tiga rukun pokok. Rukun-rukun ini sangat fundamental karena ibadah tanpa dasar-dasar ini dapat menjadi tidak bermakna atau bahkan ditolak oleh Allah.
Tiga rukun ini adalah Al-mahabbah (rasa cinta), Al-khauf (rasa takut), dan Rr-raja’ (pengharapan). Dalil untuk rukun-rukun ini, diisyaratkan antara lain pada Surah al-Fatihah, “Alhamdulillahirobbil alamin”.
Al-Mahabbah (Rasa Cinta)
Rukun ibadah yang pertama adalah al-mahabbah, yaitu rasa cinta kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Ibadah yang tidak didasari oleh cinta kepada Allah tidak memiliki arti.
Bahkan, orang yang menerapkan syariat Allah namun membenci-Nya, amalannya dapat dihapuskan oleh Allah. Hal ini disebabkan karena mereka membenci syariat Allah padahal mereka mengerjakannya.
Rasa cinta ini muncul karena dua hal: pertama, karena kesempurnaan sifat dan zat Allah Azza wa Jalla, dan kedua, karena Allah senantiasa memberikan nikmat kepada kita.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberi kepada hamba-Nya, bahkan kepada orang yang dibenci-Nya sekalipun di dunia ini. Namun, Allah hanya akan memberikan akhirat kepada orang-orang yang dicintai-Nya.
Baca Juga: Rihlah Santri Kuttab Qur’an MIM: Rekreasi dan Tadabbur Alam
Al-Khauf (Rasa Takut)
Rukun ibadah yang kedua adalah al-khauf, yaitu rasa takut kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Komponen ini sangat penting dan vital yang melengkapi cinta dalam ibadah. Allah Ta’ala berfirman,
وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ
“Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua syurga” (QS. Ar Rahman: 46).
Dalam ayat lain, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
“Maka, janganlah engkau takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku, jika engkau orang-orang beriman.” (QS. Ali Imran: 175).
Ar-Raja’ (Pengharapan)
Baca Juga: Berbakti Kepada Orang Tua: Jalan Menuju Keberkahan dan Surga
Rukun ibadah yang ketiga adalah ar-raja’, yaitu pengharapan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Ini menunjukkan bahwa pujian kita kepada Allah didasari oleh harapan akan rahmat dan karunia-Nya, selain juga karena kesempurnaan-Nya dan nikmat-nikmat-Nya.
Olehnya, penting untuk menaruh pengharapan dan bertawakkal kepada-Nya. Dalam A-Qur’an Allah berfirman:
وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya” (QS. Ath Tholaq: 3).
Ketiga rukun ibadah ini harus berjalan seiringan dan saling melengkapi. Cinta mendorong kita untuk taat, takut mencegah kita dari maksiat, dan pengharapan membuat kita optimis akan rahmat dan pahala dari Allah.
