mim.or.id – Kembali kami menyajikan Khutbah Jum’at dengan tema ‘Zina Itu Membinasakan!’ (Edisi 083, 27 Rabiul Awal 1447).
Naskah selengkapnya:
‘ZINA ITU MEMBINASAKAN!‘
KHUTBAH PERTAMA
إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.
اللهم صلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ ِبِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّار
Kaum muslimin yang dimuliakan Allah!
Segala puji bagi Allah Azza wa Jalla, satu-satuNya tuhan yang berhak untuk disembah, yang tidak pernah berhenti melimpahkan karunia dan nikmatNya di sepanjang waktu dan kehidupan kita. Dengan semua kelalaian dan kemaksiatan yang kita lakukan nyaris di setiap waktu. Allah Ta’ala selalu membukakan pintu dan memberikan kesempatan kepada kita untuk bertaubat kepadaNya dan memperbaiki diri.
Shalawat dan salam tak henti-hentinya kita ucapkan untuk kekasih kita, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang menuntunkan kita jalan untuk mengenal Allah Ta’ala.
Kaum Muslimin yang dimuliakan!
Baru-baru ini, kita kembali dikejutkan dengan sejumlah tragedi pembunuhan berlatar belakang perzinahan.
Di Surabaya, seorang wanita dimutilasi oleh pasangan kumpul-kebonya hingga menjadi setidaknya menjadi 300 bagian. Setelah kurang lebih 5 tahun lamanya mereka hidup bersama sebagai pasangan kumpul-kebo tanpa ikatan pernikahan. Setelah sebuah pertengkaran, pasangan prianya menghabisi nyawa wanita itu dengan sangat keji.
Di Sidrap, seorang pria menghabisi wanita yang dipesannya melalui transaksi zina di dalam kamar sebuah penginapan. Dan mirisnya, karena ternyata suami wanita itu ikut mengantar dan menunggui sang istri di depan kamar hingga ia selesai dari transaksi zinanya. Wallahul Musta’an…
Dua kasus ini adalah sebutir kecil dari segunung kasus perzinahan yang menyebar di tengah masyarakat kita. Perzinahan menjadi wabah yang menyebar mulai dari anak-anak dan remaja hingga orang tua. Mulai dari pengangguran sampai pejabat kelas atas. Mulai dari kalangan ekonomi lemah sampai kalangan kelas atas. Mulai dari kalangan yang tidak punya apa-apa sampai kalangan berdompet tebal.
Perzinahan merebak mulai dari kamar-kamar hotel sampai ke kamar-kamar kost. Kalau kita ingin melakukan riset dan studi lapangan hari ini misalnya, turun langsung mengunjungi rumah-rumah kost yang tersebar di kota ini, termasuk yang ada di sekitar kampus-kampus para calon intelektual dan pemimpin masa depan; entah berapa banyak kasus kumpul kebo dan perzinahan yang akan kita temukan!.
Belum lagi dengan kasus-kasus perselingkuhan antara teman kantor, atau antara atasan dan bawahan.Wallahul Musta’an…
Kaum muslimin yang dimuliakan Allah!
Perzinahan atas nama apapun tidak pernah boleh dibenarkan dan dinormalisasi. Perzinahan adalah salah satu dosa terbesar di antara deretan dosa besar yang dimurkai oleh Allah Ta’ala. Perzinahan adalah budaya primitif jahiliyah yang hanya dilakukan oleh manusia-manusia yang terbelakang dan diperbudak oleh hawa nafsunya, meskipun ia menyandang gelar akademik dan jabatan yang mentereng!.
Di dalam Islam, kita diingatkan bahwa perzinahan itu adalah kehancuran dunia sebelum Akhirat.
Allah Ta’ala mengatakan tentang sifat ‘Ibadurrahman, hamba-hamba yang dicintaiNya:
وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ
Artinya:
“…dan (mereka adalah) orang-orang yang tidak menduakan Allah dalam berdoa dengan yang lainnya, tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang dibenarkan, serta tidak melakukan perbuatan zina…”
Kemudian setelah itu, Allah Ta’ala menegaskan:
وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا * يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانً
Artinya:
“…dan siapa saja yang mengerjakan (kejahatan-kejahatan) itu, ia akan mendapatkan dosa yang besar. Akan dilipatgandakan untuknya adzab pada Hari Kiamat dan ia akan kekal di dalamnya dalam keadaan terhina.” (Surah al-Furqan: 68-69).
Seperti itu Allah menggambarkan nasib Akhirat para pelaku dosa besar, seperti orang yang berbuat syirik, membunuh atau berbuat zina. Bahkan, ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengalami perjalanan Isra’ dan Mi’raj, salah satu siksaan ahli Neraka yang diperlihatkan kepada beliau adalah adzab para pezina yang meraung-raung tak terperi digantung di atas jilatan api Neraka yang membara!.
Itulah nasib para pezina di kehidupan Akhiratnya…
Sementara di dunia, perzinahan adalah sumber utama begitu banyak kejahatan dan kerusakan pada tatanan sosial kehidupan manusia. Kenapa banyak yang korupsi? Salah satu penyebabnya adalah untuk membiayai hawa nafsu para koruptor untuk berzina. Ada yang berselingkuh. Ada yang punya simpanan. Ada yang gonta-ganti perempuan setiap hari. Dan semua itu butuh biaya yang besar. Tidak cukup jika hanya mengandalkan gaji bulanan. Karena para pelacur simpanan itu biasanya sangat pandai dan lihai juga menguras harta pelanggannya! Maka, terjadilah korupsi.
Belum lagi rumah tangga yang hancur. Belum lagi generasi muda yang rusak. Anak-anak perempuan yang hamil di luar nikah yang mencoreng aib besar dalam keluarga. Termasuk yang kita singgung di awal: berapa banyak perzinahan yang berakhir dengan pembunuhan! Wal ‘iyadzu bilLah.
Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah!
Karena itu, Allah Ta’ala dengan kasih sayangNya mengingatkan kita untuk menjauhi perzinahan itu sejauh mungkin.
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
Artinya:
“Dan janganlah kalian mendekati perbuatan zina, karena sungguh itu adalah sebuah perbuatan keji dan seburuk-buruk jalan.” (Surah al-Isra’: 32).
Jangan dekati zina, maka ingatlah kematian yang semakin dekat dan kehidupan Akhirat yang mengerikan!
Jangan dekati zina, maka belajarlah menundukkan mata dan menjaga pandangan!
Jangan dekati zina, maka belajarlah menahan diri dan perbanyak puasa!
Jangan dekati zina, maka jangan menyerempet bahaya dengan bergaul tanpa batas dengan lawan jenis yang bukan mahram!
Jangan dekati zina, maka kendalikan diri saat menggunakan gagdet yang penuh dengan godaan.
Jangan dekati zina, karena jika kamu terjerembab jatuh ke dalamnya, hidupmu akan hancur dengan cara yang mengerikan.
Jamaah sekalian,
Itulah sebabnya, zina di dalam Islam-sekali lagi-adalah satu di antara sebesar-besarnya dosa. Sampai-sampai, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan bahwa seorang muslim yang berzina padahal dia sudah menikah-entah itu atas nama selingkuh, kumpul kebo, simpanan-, maka darahnya halal untuk ditumpahkan melalui hukuman rajam sampai mati!
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لاَ يَحِلُّ دَمُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ إِلاَّ بإِحْدَى ثَلاثٍ: الثَّيِّبُ الزَّانِيْ، وَالنَّفْسُ بِالنَّفْسِ، وَالتَّاركُ لِدِيْنِهِ المُفَارِقُ للجمَاعَةِ خ م
Artinya:
“Tidak halal darah seorang muslim kecuali dengan 1 dari 3 hal: (Pertama), orang yang sudah menikah lalu berzina, (kedua) orang yang membunuh orang lain, dan (ketiga) orang yang meninggalkan agamanya-meninggalkan jamaah (kaum muslimin).” (HR. al-Bukhari dan Muslim).
Itulah sebabnya, para ulama menegaskan tentang betapa menakutkan dan berbahayanya dosa zina itu.
Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah mengatakan:
وَلاَ أَعْلَمُ بَعْدَ قَتْلِ النَّفْسِ ذَنْبًا أَعْظَمَ مِنَ الزِّنَا
Artinya:
“Saya tidak tahu ada dosa yang lebih besar setelah membunuh orang lain melebihi perbuatan zina!”
Imam al-Mundziri rahimahullah mengatakan:
صَحَّ أَنَّ مُدْمِنَ الْخَمْرِ إَذَا مَاتَ لَقِيَ اللهَ كَعَابِدِ وَثَنٍ، وَلاَ شَكَّ أَنَّ الزِّنَا أَشَدُّ، وَأَعْظَمُ مِنْ شُرْبِ الْخَمْرِ
Artinya:
“Memang benar, bahwa pecandu khamar itu jika mati, ia akan berjumpa dengan Allah seperti seorang penyembah berhala. Tapi tidak ada keraguan bahwa dosa zina itu lebih berat dan besar daripada dosa meminum khamar!”.
Kaum muslimin yang berbahagia!
Mari, kita bekerja keras berdakwah dan mengingatkan masyarakat kita tentang betapa mengerikannya zina itu. Mari kita jaga keluarga kita, anak-anak perempuan kita, putra-putra kita, kerabat kita, agar tidak terjerumus dalam kejinya perbuatan zina.
Semoga Allah menjaga kita semua dan keluarga kita dari dosa yang sangat besar ini…
بَارَكَ اللَّهُ لِيْ وَلَكُمْ فَي القُرْآنَ العَظِيْمِ, وَنَفَعْنِيْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ, قُلْتُ مَا سَمِعْتُمْ وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُؤْمِنِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ للهِ عَلَىْ إِحْسَاْنِهِ ، وَالْشُّكْرُ لَهُ عَلَىْ تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَاْنِهِ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَاْ إِلَهَ إِلَّاْ اللهُ تَعْظِيْمَاً لِشَأْنِهِ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدَاً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْدَّاْعِيْ إِلَىْ رِضْوَاْنِهِ صَلَّى اللهُ عَلِيْهِ وَعَلَىْ آلِهِ وَأَصْحَاْبِهِ وَإِخوَانِهِ.
Kaum muslimin yang dimuliakan Allah!
Tidak bosan-bosannya, melalui khutbah Jum’at siang ini, kami mengingatkan tentang Gaza, tentang saudara-saudara kita kaum muslimin di bumi para Nabi dan Rasul, di bumi al-Quds, yang masih harus melewati hari-hari ujian dalam penjajahan kaum Zionis Yahudi.
Kita tidak boleh lupa, bahwa keberadaan mereka di bumi jihad Palestina itu lebih dari sekadar mempertahankan negara mereka yang bernama Palestina, tapi lebih dari itu, mereka sedang mewakili kita kaum muslimin untuk mempertahankan dan mengembalikan Masjidil Aqsha ke tangan umat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Maka salah satu jihad kita umat Islam di negeri ini terhadap Palestina adalah memberikan dukungan dalam berbagai bentuknya untuk saudara-saudara kita para pejuang dan umat Islam di Gaza dan Palestina. Jangan putus berdoa untuk mereka dalam setiap kesempatan yang Allah berikan untuk berdoa.
إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰۤىِٕكَتَهُۥ یُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِیِّۚ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَیۡهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسۡلِیمًا
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ . وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ،فِي العَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ،يَا سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ
اَللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ غَزَّةَ، اَللَّهُمَّ احْفَظْهُمْ بِحِفْظِكَ، وَثَبِّتْ أَقْدَامَهُمْ، وَارْزُقْهِمْ مِنْ حَلاَلِكَ، وَانْصُرْهُمْ عَلَى الْيَهُوْدِ الْغَاصِبِيْنَ وَمَنْ عَاوَنَهُمْ فِيْ عُدْوَانِهِمْ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أ نْتَ الْوَهَّابُ
رَبَّنَا تَقَبَّل مِنَّا وَقِيَامَنَا وَسَائِرَ أَعمَالِنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا
رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَ لْمُسلِمِين وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَ المُشْرِكِينَ وَأَعدَاءَكَ يَا عَزِيزٌ يَا قَهَّارٌ يَا رَبَّ العَالَمِينَ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
