Home Artikel Tazkiyah Persiapan Menghadapi Kematian: Bekal Terbaik Menuju Akhirat

Persiapan Menghadapi Kematian: Bekal Terbaik Menuju Akhirat

0
Langit merah
Ilustrasi suasana Langit merah/Unplash

mim.orid – Kematian adalah sebuah keniscayaan yang akan menimpa setiap jiwa. Setiap manusia pasti akan merasakannya, tak peduli kaya atau miskin, tua atau muda. Maka, persiapan menghadapi kematian: bekal terbaik menuju akhirat

Ketakwaan: Bekal Terbaik Seorang Hamba 

Wasiat terbaik bagi kita adalah wasiat ketakwaan kepada Allah. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berwasiat kepada umat terdahulu dan juga kepada kita semua untuk senantiasa bertakwa kepada-Nya. 

Di sisi Allah, seorang hamba tidak dilihat dari pangkat, jabatan, harta, paras, atau ketampanannya, melainkan dari kadar ketakwaannya. Allah berfirman dalam Surat Al-Hujurat Ayat 13:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Artinya: Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Baca Juga: Jangan Terlena, Siksa Neraka dan Keadilan Ilahi itu Nyata!

Ketakwaan adalah sebaik-baik perbekalan. Jika kita bertakwa kepada Allah, Dia akan memberikan “Furqan” atau taufik yang memungkinkan kita membedakan antara yang haq dan yang batil, yang baik dan yang buruk. 

Selain itu, Allah akan mengampuni dosa-dosa kita dan menghapuskan kesalahan-kesalahan kita. Amalan yang diterima oleh Allah dari seorang hamba adalah amalan yang dilakukan oleh orang-orang yang bertakwa kepada-Nya. 

Semoga kita termasuk golongan yang senantiasa bertakwa kepada Allah, menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Menyambut Seruan Allah dan Rasul-Nya 

Sebuah kebahagiaan luar biasa ketika Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang senantiasa menyambut seruan dan panggilan Allah dan Rasul-Nya. Hal ini adalah pertanda bahwa Allah menginginkan kebaikan bagi kita. 

Sebaliknya, orang yang berpaling dari peringatan dan panggilan Allah dan Rasul-Nya dikhawatirkan hatinya akan terhalang dari hidayah dan petunjuk Allah. Allah berfirman.

“Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan dan panggilan Allah dan Rasul-Nya jika keduanya menyeru kalian untuk menghidupkan kalian”. Memenuhi seruan ini akan menghidupkan hati kita, memberikan hidayah, dan kebahagiaan.

Salah satu seruan penting Allah adalah panggilan salat berjamaah di masjid, termasuk salat Jumat. Ketika adzan berkumandang, menyeru “(Mari melaksanakan salat, Mari meraih kemenangan)”, kita harus bersegera.

Itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahuinya”. Kita menyadari bahwa tanpa taufik dan hidayah dari Allah, kita tidak akan mampu menyambut seruan-Nya. Penghuni surga di hari kiamat akan berkata, 

“Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kepada kami hidayah dan petunjuk, di mana tidak ada yang mampu memberikan hidayah dan petunjuk kecuali dengan perkenaan dan izin dari Allah Subhanahu wa Ta’ala”.

Baca Juga: Bisikan Hati dan Jiwa, Apakah Dipertanggungjawabkan di Hadapan-Nya?

Dahsyatnya Hari Kiamat dan Naungan Allah 

Saat ini, jarak matahari dan bumi sekitar 150 juta kilometer, namun kita sudah merasakan panas yang luar biasa. Bayangkan, di hari kiamat nanti, matahari akan didekatkan hingga sejarak satu mil atau bahkan di atas ubun-ubun kita. 

Manusia akan berenang di atas keringatnya sendiri, ada yang sampai pinggang, ada yang sampai telinga. Ini adalah sesuatu yang sangat menakutkan. Namun, di tengah kepayahan panas yang luar biasa itu, ada beberapa golongan manusia yang akan langsung mendapatkan naungan dari Allah Azza wa Jalla, merasakan kesejukan luar biasa. 

Di antara mereka adalah, Seseorang yang hatinya bergantung dengan masjid-masjid Allah. Lelaki-lelaki pilihan yang perdagangannya atau bisnisnya tidak melalaikan mereka dari mengingat Allah, mereka mendirikan salat dan mengeluarkan zakat, karena mereka takut akan suatu hari yang dijanjikan oleh Allah.

Kembali Sendiri ke Hadapan Allah 

Di hari kiamat, setiap manusia akan datang menghadap Allah sendiri-sendiri. Kita akan meninggalkan apa yang telah kita kumpulkan di dunia: rumah megah, kendaraan mahal, bahkan keluarga yang kita cintai. 

Tidak ada lagi hubungan yang dapat memberikan bantuan, dan sama sekali tidak bermanfaat kecuali amalan-amalan saleh yang telah kita kerjakan. Oleh karena itu, bersyukurlah, mintalah taufik, dan doalah kepada Allah agar kita diistiqamahkan dalam ketaatan ini, karena Dialah Allah yang membolak-balikkan hati seorang hamba.

Takdir Kematian dan Kehidupan Akhirat Kullu nafsin dzaiqotul maut-setiap jiwa pasti akan merasakan kematian. Ketika kematian datang menjemput, malaikat pencabut nyawa tidak akan melalaikan tugasnya, bahkan jika kita berada di dalam benteng yang kokoh sekalipun. 

Tidak peduli berapa pun biaya yang dikeluarkan atau seberapa ahli dokter yang diundang, kematian adalah keniscayaan.Setelah kematian, ada kehidupan akhirat dengan dua kemungkinan tempat kembali: neraka atau surga.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp us
Exit mobile version