mim.or.id – Sebanyak 38 santri yang tergabung dalam PAUD Qur’an Markaz Imam Malik (MIM) melakukan kunjungan edukatif ke kantor Basarnas Kota Makassar pada hari Selasa, 4 November 2025.
Untuk diketahui, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi sejak dini mengenai ‘Operasi Dasar Pengenalan Alat Pencarian dan Pertolongan pada Keadaan yang Membahayakan’ kepada para peserta didik.
Turut hadir mendampingi para santrinya, Ustadzah Maulidyana menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program sekolah untuk memperkenalkan berbagai profesi kepada anak didik, termasuk profesi di bidang kemanusiaan seperti petugas SAR.
Baca Juga: Pahala Setara Jihad, Tunaikan 3 Amalan ini!
“Kunjungan ini kami harapkan dapat menumbuhkan rasa empati dan semangat kemanusiaan pada diri anak-anak. Dengan mengenal profesi petugas SAR, semoga kelak ada di antara mereka yang bercita-cita menjadi regu penolong yang tangguh dan berjiwa sosial tinggi,” ujarnya Kepala PAUD Qur’an MIM itu.
Sambungnya, kegiatan edukatif ini tidak hanya menambah wawasan santri mengenai pentingnya keselamatan dan pertolongan darurat, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kepedulian, keberanian, dan kemanusiaan sejak usia dini.
Tutupnya, sebagai bentuk apresiasi, di akhir kegiatan pihak manajemen PAUD Qur’an MIM menyerahkan Sertifikat Penghargaan kepada Perwakilan Kepala SAR Makassar atas kerja sama dan sambutan hangat yang diberikan selama kunjungan berlangsung.
Baca Juga: Utuh, Al-Qur’an dan Sunnah Tidak Bisa Dipisahkan!
Dalam kegiatan tersebut, para santri mendapatkan berbagai materi menarik, di antaranya pengenalan tugas dan fungsi (Tupoksi) Basarnas, pengenalan peralatan SAR, serta pengenalan kendaraan operasional SAR.
Para peserta juga diajak berkeliling ruangan operasi SAR dan melihat secara langsung berbagai peralatan keselamatan seperti perahu karet, pakaian menyelam, dan mobil khusus SAR.
Sebagai bagian dari edukasi interaktif, santri turut menonton video animasi tentang tugas dan fungsi Basarnas, serta berpartisipasi dalam kegiatan flying fox yang memberikan pengalaman langsung mengenai simulasi penyelamatan di tempat tinggi.
