mim.or.id – Salah satu momentum terpenting pada 10 hari terakhir bulan suci Ramadan adalah momentum yang disebutkan oleh Allah di dalam al-qur’an sebagai Lailatul Qadar. Malam kemuliaan dan keagungan sebuah malam yang sangat istimewa disisi Allah yang dengan semua keistimewaannya menjadi kerinduan orang-orang saleh sejak dahulu sampai hari ini.
Di dalam al-qur’an Allah menggambarkan kemuliaan lailatul qadar itu dalam satu surah secara khusus yaitu surah Al-Qadar Allah mengatakan sungguhnya, kata Allah telah menurunkan Al-Qur’an itu pada Lailatul Qadar dan alam itu disebut malam kemuliaan.
Karena itu bulan Ramadan, Lailatul Qadar dan Al-Qur’an adalah tiga hal yang tidak bisa dipisahkan Lailatul Qadar itu nilainya jauh lebih baik dari 1000 Bulan. Dalam ayat ini Allah tidak menyamakan lailatul qadar itu dengan 1000 bulan tetapi Allah mengatakan lebih baik dari 1000 bulan itu.
Para ulama kita mengatakan maknanya adalah bahwa siapapun hamba yang memanfaatkan lailatul qadar itu dengan beribadah kepada Allah maka nilai amal salehnya itu jauh lebih baik nilainya daripada 1000 bulan.
Baca Juga: Menepi Sejenak, Bagaimana jika ini Ramadhan Terakhirmu?
1000 Bulan yang kalau kita konversi dalam bilangan tahun, maka dia akan menjadi 83 tahun sekian bulan kalau kita ingin menggambarkan betapa mulianya lailatul qadar ini betapa berharganya.
Mungkin kita bisa mengkonversi 83 tahun itu misalnya dengan 83 miliar. Seandainya kepada kita disampaikan sebuah sayembara sebuah perlombaan di mana perlombaan itu mengatakan bahwa siapaun yang melakukan ibadah dan bertepatan dengan datangnya Lailatul Qadar maka dia akan mendapatkan hadiah uang tunai sebesar 83 miliar.
Seandainya ada sayembara seperti itu maka kita sangat yakin tidak ada satu pun yang akan melewatkan sayembara itu tidak ada satupun di antara kita yang akan tidur pada 10 hari terakhir Ramadan ini demi untuk mendapatkan hadiah uang tunai sebesar 83 miliar yang persyaratannya adalah harus beribadah pada Lailatul Qadar.
Pada malam kemuliaan itu Allah janjikan kepada kita sesungguhnya jauh lebih bernilai dan berharga daripada nominal 83 miliar itu karena bisa bayangkan ketika Rasulullah menyebutkan tentang salat sunah subuh salat sunah Fajar yang dua rakaat itu beliau mengatakan bahwa salat sunah dua itu lebih mulia lebih berharga daripada dunia dan seisinya.
Baca Juga: Penghujung Ramadhan, Maksimalkan Iktikaf dan Tinggalkan Dunia Sejenak
Sementara 83 miliar itu tidak mewakili dunia dan seisinya karena itu lebih besar nilainya daripada sekedar 83 miliar. Olehnya, seorang hamba yang mendapatkan Lailatul Qadar dan mendapatkan hidayah untuk beribadah pada Lailatul Qadar sudah bisa dipastikan mendapatkan balasan yang jauh lebih berharga daripada 83 miliar itu.
Karena itu adalah satu kebodohan yang tidak bisa ditolerir sesungguhnya ketika kita melewatkan kesempatan 10 hari terakhir Ramadan ini untuk mendapatkan Lailatul Qadar maka yang dimuliakan oleh Allah.
Mudah-mudahan kita termasuk hamba-hamba Allah yang diberi kesempatan untuk bertemu dengan Lailatul Qadar pada Ramadan tahun ini. Semoga menjadi Ramadan kita yang terbaik dan menjadi malam terindah dalam bulan suci Ramadan kali ini.