mim.or.id – Pada masa awal kenabian, ada empat orang yang pertama masuk Islam. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memulai dakwahnya dengan dukungan dari orang-orang terdekat yang memiliki keyakinan teguh.
Berdasarkan sebuah riwayat, Abu Dzar al-Ghifari pernah bertanya langsung kepada Rasulullah mengenai siapa saja orang-orang yang pertama kali mengikuti ajakan beliau dalam urusan agama ini.
Rasulullah kemudian menjelaskan bahwa terdapat empat komponen utama yang menjadi pengikut awal dan ikut berdakwah bersama beliau, yaitu: seorang laki-laki, seorang wanita, seorang hamba sahaya, dan seorang pemuda.
Abu Bakar ash-Shiddiq: Representasi Lelaki Dewasa
Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu Anhu adalah orang pertama dari kalangan laki-laki dewasa yang membenarkan dakwah Rasulullah.
Perannya sangat krusial karena beliau menunjukkan kesetiaan dan pembenaran (tashdiq) di saat orang-orang lain justru mendustakan apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad.
Baca Juga: Bahagia ala Rasulullah: Tiga Pesan Penuntun Hidup
Khadijah binti Khuwaitid: Representasi Wanita
Sosok kedua yang disebut dalam komponen ini adalah salah seorang perempuan yang mulia dalam Islam yaitu Khadijah radhiyallahu anha.
Sebagai istri Nabi, beliau menjadi wanita pertama yang beriman dan memberikan dukungan penuh, baik secara moril maupun materiil, di masa-masa tersulit awal dakwah Islam.
Bilal bin Rabah: Representasi Hamba Sahaya
Dari kalangan hamba sahaya, muncul nama Bilal bin Rabah. Kehadiran Bilal dalam jajaran orang-orang pertama ini menunjukkan bahwa Islam sejak awal membawa pesan kesetaraan.
Di mana kemuliaan seseorang tidak diukur dari status sosialnya, melainkan dari keimanan dan keteguhan hatinya.
Ali bin Abi Thalib: Representasi Pemuda
Komponen terakhir yang melengkapi fondasi awal ini adalah seorang anak kecil atau pemuda, yaitu Ali bin Abi Thalib radhiyallahu Anhu.
Baca Juga: Hari yang Sangat Menakutkan: Antara Surga dan Neraka
Meskipun masih berusia sangat muda saat itu, Ali telah menunjukkan kecerdasan dan keberanian untuk menerima kebenaran Islam, menjadikannya simbol kekuatan generasi muda dalam sejarah Islam.
Keempat sahabat ini bukan sekadar pengikut, melainkan komponen-komponen penting yang berdiri di sekeliling Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam untuk menyebarkan risalah Islam ke seluruh dunia.
Kombinasi antara kematangan (Abu Bakar), kasih sayang (Khadijah), keteguhan (Bilal), dan energi masa muda (Ali) menjadi fondasi yang sangat kuat bagi perkembangan Islam di masa selanjutnya.
