Home Artikel Fondasi Penting Kehidupan itu Bernama ‘Salat’

Fondasi Penting Kehidupan itu Bernama ‘Salat’

0
Salat
Ilustrasi seorang sedang salat/Unplash

mim.or.id – Salat adalah salah satu pilar utama dalam agama Islam dan fondasi penting kehidupan itu bernama salat yang memiliki kedudukan sangat mulia dan fundamental.  

Sebuah hadits masyhur dari sahabat mulia Umar bin Khattab, yang juga dikenal sebagai hadits Jibril, menceritakan ketika Rasulullah ditanya tentang Islam, beliau bersabda: 

“Islam itu engkau bersaksi bahwasanya tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan engkau bersaksi bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah dan engkau mendirikan Salat”. Ini menunjukkan bahwa shalat adalah rukun Islam kedua setelah syahadat.

Pelaksanaan dan Konsekuensinya

Mendirikan salat tidak hanya sebatas gerakan fisik, melainkan harus dilaksanakan dengan memenuhi rukun-rukunnya, wajib-wajibnya, sunnah-sunnahnya, dan syarat-syaratnya sesuai dengan tuntunan Rasulullah.

Salat adalah pemisah antara seorang muslim dan seorang kafir. Sumber-sumber menjelaskan bahwa barangsiapa yang meninggalkan shalat secara sengaja, maka ia telah kafir. 

Para ulama bahkan memfatwakan bahwa orang yang tidak melaksanakan salat kemudian meninggal dunia, ia tidak dikuburkan di pekuburan kaum muslimin dan tidak boleh bersama dengan istrinya yang menjaga salatnya dengan baik.

Al-Quran juga mengancam orang-orang yang meninggalkan shalat. Ketika ditanya “Apa yang menyebabkan engkau dimasukkan ke dalam neraka Saqar?”, mereka menjawab, “Kami dulu di dunia tidak melaksanakan shalat”. 

Ayat ini, sebagaimana dijelaskan para ulama, juga menjadi dalil bahwa orang kafir di hari kemudian akan disiksa bukan hanya karena kekufurannya, tetapi juga karena meninggalkan syariat Islam, seperti tidak melaksanakan shalat.

Bahkan, seandainya mereka mengerjakannya di dunia, ibadah tersebut tidak akan diterima oleh Allah karena mereka tidak memegang kunci keimanan.

Baca Juga: Ketidakpastian Hidup: Hari Esok Belum Tentu Milikmu

Keunikan dan Prioritas Waktu

Shalat adalah satu-satunya ibadah yang perintah kewajibannya diterima langsung oleh Rasulullah dari Allah tanpa perantara dalam peristiwa Isra Mi’raj. Adapun tata caranya, penjelasan wirid, dan waktunya tetap melalui perantaraan Jibril Alaihissalam. 

Allah berfirman dalam Surat An-Nisa Ayat 103:

فَإِذَا قَضَيْتُمُ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ ۚ فَإِذَا ٱطْمَأْنَنتُمْ فَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ ۚ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ كَانَتْ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ كِتَٰبًا مَّوْقُوتًا

Artinya: Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.

Oleh karena itu, kita hendaknya mengatur keseharian dan aktivitas sesuai dengan waktu-waktu shalat, bukan sebaliknya. Melanjutkan aktivitas penting seperti kuliah meskipun waktu shalat tiba, terutama jika disengaja, bisa menjadi sebab fitnah.

Pentingnya shalat juga dicontohkan oleh Khalifah Umar bin Khattab. Ketika beliau ditikam oleh Abu Lu’luah Al-Majusi dan tidak sadarkan diri, hal pertama yang ditanyakan saat sadar dari pingsan bukanlah tentang siapa yang membunuhnya, melainkan bertanya:”Apakah orang sudah salat?”

Baca Juga: 5 Nasihat Penting sebelum Berbuat Maksiat

Manfaat dan Peringatan

Menjaga salat dengan baik adalah tanda bahwa Allah mencintai kita. Barangsiapa yang melalaikan, menggampangkan, dan meremehkan shalat, bahkan terusik dengan suara adzan, ini adalah musibah dan alamat adanya benih-benih kemunafikan di dalam hati. Orang-orang munafik salat dengan penuh kemalasan.

Sebaliknya, siapa pun yang telah merasakan kelezatan salat, maka itulah surganya di dunia sebelum di akhirat. Semakin kita menjaga salat dengan baik dan berusaha menjaga kekhusyu’an, kita akan beruntung di dunia dan di akhirat

Tak hanya itu, salat akan mencegah kita dari perbuatan keji dan mungkar. Jika seseorang sedang berhijrah dan merasa berat meninggalkan kebiasaan buruk, memperkuat salat akan sangat membantu karena shalat adalah cahaya di dalam hati.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp us
Exit mobile version