Home Artikel Adab-Adab Kabar Gembira: Ketenangan Hati bagi Orang-orang yang Bersabar 

Kabar Gembira: Ketenangan Hati bagi Orang-orang yang Bersabar 

0
Tangan menadah
Ilustrasi seorang sedang berdoa/Istock

mim.or.id – Kabar gembira, ketenangan hati bagi orang-orang yang bersabar. Kesabaran adalah salah satu sifat mulia yang sangat ditekankan dalam ajaran Islam, terutama saat menghadapi musibah.

 Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman untuk memberi kabar gembira kepada orang-orang yang bersabar. Lantas, siapakah mereka yang digolongkan sebagai orang-orang yang bersabar ini?

Mengenal Orang yang Bersabar: Mengucapkan Istirja

Orang-orang yang bersabar adalah mereka yang, ketika tertimpa musibah, mengucapkan kalimat “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un”. Kalimat ini dikenal sebagai Istirja. Ucapan ini tidak hanya diucapkan saat kematian saja, tetapi pada musibah apapun.

Makna dari “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un” adalah “sesungguhnya semuanya milik Allah, dan sesungguhnya kita semua akan kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala”. Ketika kita merenungkan makna ini, beban musibah akan terasa lebih ringan. Bahkan harta yang kita miliki sejatinya adalah titipan dari Allah dan akan kembali kepada-Nya.

Selain Istirja, ada pula istilah lain untuk ucapan Islami, seperti Basmalah (Bismillahirrahmanirrahim), Hamdalah (Alhamdulillah), Hasballah (Hasbunallah Wanikmal Wakil), dan Hauqalah (La Haula wa la Quwwata illa Billah).

Baca Juga: Fondasi Penting Kehidupan itu Bernama ‘Salat’

Balasan dan Rahmat Allah Bagi Orang yang Bersabar

Orang-orang yang bersabar akan mendapatkan balasan yang luar biasa dari Allah. Ayat berikutnya menjelaskan bahwa mereka akan mendapatkan “shalawatun” (pujian) dari Tuhan mereka dan “rahmah” (kasih sayang/rahmat).

 “Shalawat” dari Allah di sini bermakna “Asana” yaitu pujian. Allah akan memuji mereka. Selain itu, mereka juga akan mendapatkan hidayah dan petunjuk dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Bahkan, dalam sebuah riwayat, ketika seorang hamba tertimpa musibah dan seorang malaikat mencabut nyawa orang yang ia kasihi (misalnya anak atau istri), Allah akan bertanya apa yang diucapkan oleh hamba-Nya. 

Malaikat akan melaporkan bahwa hamba tersebut memuji Allah dengan mengucapkan “Alhamdulillah ala kulli haal” (segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan) dan melakukan Istirja.

Etika dan Kendali Lisan Saat Musibah

Baca Juga: Ketidakpastian Hidup: Hari Esok Belum Tentu Milikmu

Saat musibah terjadi, penting untuk menjaga lisan dengan baik. Para ibu dan akhwat, khususnya, diingatkan untuk sulit mengontrol ucapannya. Meskipun demikian, menangis dan mengeluarkan air mata diperbolehkan karena itu adalah bentuk kasih sayang (rahma) yang Allah masukkan ke dalam hati hamba-Nya. 

Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sendiri pernah menangis saat putranya, Ibrahim, meninggal.Namun, yang harus dijaga adalah perkataan. Jangan mengucapkan kecuali kebaikan, karena ada malaikat yang selalu bersama kita dan mengaminkan setiap ucapan yang keluar dari mulut kita. 

Kadang kala, musibah bahkan bisa disebabkan oleh ucapan yang keluar dari mulut kita sendiri. Oleh karena itu, berhati-hatilah dengan apa yang kita ucapkan saat tertimpa musibah.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp us
Exit mobile version