Home Khutbah Khutbah Jum’at: ‘Jejak Setelah Mati’ (Edisi 086, 18 Rabiul Akhir 1447)

Khutbah Jum’at: ‘Jejak Setelah Mati’ (Edisi 086, 18 Rabiul Akhir 1447)

0
Sampul Khutbah
Sampul Khutbah Jum'at Edisi 086

mim.or.id – Kembali kami menyajikan Khutbah Jum’at dengan tema ‘Jejak Setelah Mati’ (Edisi 086, 18 Rabiul Akhir 1447).

Naskah selengkapnya:

‘JEJAK SETELAH MATI…’

KHUTBAH PERTAMA

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.

اللهم صلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ،  وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ ِبِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّار

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah!

Segala puji hanya kita persembahkan untuk Allah Ta’ala semata, yang tak henti-hentinya memberikan kesempatan demi kesempatan untuk kita memperbaiki diri, yang selalu membukakan pintu taubat untuk kita, agar kita dapat menyelesaikan kehidupan dunia ini dengan cara yang terbaik, dan menghadap Allah Azza wa Jalla dalam keadaan husnul khatimah.

Shalawat dan salam juga selalu terucap untuk Sang Kekasih, Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang pesan-pesannya terus menjadi pegangan hidup kita hingga kelak kita dipanggil oleh Allah Ta’ala.

Kaum muslimin yang berbahagia!

Kehidupan kita di dunia betapa singkatnya. Kehadiran kita di dunia ini sungguh terbatas. Kita dilahirkan ke dunia ini bukan untuk sekadar lahir dan hidup belaka. Kita dilahirkan untuk menjadi seorang musafir yang diberikan kesempatan untuk mengumpulkan sebanyak mungkin bekal pulang menuju kampung halaman kita yang sesungguhnya, yaitu Negeri Akhirat.

Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah menggambarkan perjalanan kita itu dengan mengatakan:

“Semua manusia sejak mula mereka diciptakan adalah para musafir, dan perjalanan mereka itu takkan pernah berhenti dengan sebenar-benarnya kecuali jika mereka telah masuk ke dalam Surga Negeri segala kenikmatan, atau ke dalam Neraka Negeri segala kepedihan…”

Tentang ini, kami yakin kita semua pasti sudah meyakini dan mengimaninya. Namun sayangnya, kesibukan dunia ini, daya tarik dunia ini, seringkali membuat kita lupa tentang semua fakta-fakta itu.

Fakta bahwa kita hanya sebentar di dunia ini.

Fakta bahwa kita semua akan mati.

Fakta bahwa kita semua akan meninggalkan dunia ini.

Fakta bahwa kita semua akan mempertanggungjawabkan semuanya.

Fakta bahwa kelak di Akhirat, pilihan hidup kita hanya dua: jika bukan Surga Allah, maka itu adalah Neraka Allah!.

Betapa mudahnya kita lupa tentang semua itu, hanya karena tawaran harta haram bermilyar-milyar rupiah.

Betapa mudahnya kita lupa tentang semua itu, hanya karena tergiur oleh kecantikan wanita dunia yang juga akan mati.

Betapa mudahnya kita lupa tentang semua itu, hanya karena terbius oleh kesenangan dunia yang tidak lama juga akan habis.

Itulah sebabnya, kita selalu butuh nasihat. Kita selalu butuh untuk diingatkan. Kita selalu butuh untuk diperingatkan. Agar kita tersadar dan kembali merenung: untuk apa sebenarnya kita ada di dunia ini?

Jamaah Jum’at yang berbahagia!

Allah Azza wa Jalla berpesan kepada kita di dalam al-Qur’an:

 إِنَّا نَحْنُ نُحْيِ الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ 

Artinya:

“Sungguh Kami-lah yang (kelak) menghidupkan orang-orang yang telah mati (di Hari Kiamat), dan Kami pulalah yang mencatat apa saja yang telah mereka kerjakan (di dunia), serta (mencatat) semua jejak yang mereka (tinggalkan). Dan segala sesuatunya telah Kami kumpulkan dalam kitab (catatan) induk yang nyata (yaitu Lauh Mahfuzh).”  (Surah Yasin: 12).

Ayat ini mengingatkan kita sejumlah hal yang sangat penting:

Pertama, kita semua akan mati dan meninggalkan dunia ini. Tapi sayangnya, kematian kita bukan akhir dari segalanya. Kita akan dihidupkan kembali setelah kematian itu pada Hari Kiamat nanti.

Kedua, semua yang kita lakukan di dunia ini, baik-buruknya, ibadah dan maksiatnya, amal shalih dan dosanya; semuanya akan dicatat oleh Allah Azza wa Jalla dengan sangat sempurnanya. Allah mencatatnya dalam sebuah catatan yang sangat jelas dan terang benderang, tanpa melewatkan atau meluputkan satu perkataan atau perbuatan pun.

Ketiga, dan tidak hanya berhenti di situ. Allah juga akan mencatat jejak dan dampak yang diakibatkan oleh perkataan dan perbuatan kita itu. Jika perkataan dan perbuatan kita meninggalkan jejak dan dampak kebaikan, maka berlimpah-limpahlah catatan kebaikan kita di sisi Allah Ta’ala. Sebaliknya, jika perkataan dan perbuatan kita hanya meninggalkan jejak dan dampak kemaksiatan dan kedurhakaan, atau menjadi inspirasi bagi orang lain untuk juga berbuat dosa dan maksiat; maka tidak bisa dibayangkan betapa derasnya catatan dosa akan menodai catatan amal kita, wal ‘iyadzu billah.

Karena itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ سَنَّ في الإِسْلام سُنةً حَسنةً فَلَهُ أَجْرُهَا، وأَجْرُ منْ عَملَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ ينْقُصَ مِنْ أُجُورهِمْ شَيءٌ، ومَنْ سَنَّ في الإِسْلامِ سُنَّةً سيَّئةً كَانَ عَليه وِزْرها وَوِزرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بعْده مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزارهمْ شَيْءٌ

Artinya:

“Siapa saja yang memberikan contoh kebaikan di dalam Islam, maka untuk pahala kebaikan itu dan pahala siapa saja yang mengerjakan kebaikan itu sepeninggalnya, tanpa dikurangi sedikitpun dari pahala mereka. Namun siapa saja yang memberikan contoh keburukan di dalam Islam, maka ia akan memikul dosanya, dan dosa siapa saja yang mengerjakan keburukan itu sepeninggalnya, tanpa dikurangi dosa mereka sedikitpun.” (HR.Muslim).

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah!

Maka seorang atasan akan mendapatkan limpahan pahala yang besar, ketika ia menjadi contoh dan inspirasi kebaikan serta keshalihan bagi bawahannya. Jika seorang atasan misalnya menjadi contoh dalam menjaga shalat di tengah kesibukan kerja, lalu dicontoh dan diikuti oleh bawahannya, maka sang atasan juga akan mendapatkan pahala yang didapatkan oleh semua bawahannya.

Namun jika seorang atasan selalu memperlihatkan contoh yang buruk kepada bawahannya, seperti menunjukkan bahwa menerima suap, melakukan korupsi atau memanipulasi anggaran itu hal yang biasa dan normal; kemudian contoh itu diteruskan bahkan diwariskan oleh para bawahannya, maka sang atasan itu akan terus menerima aliran dosa dalam catatan amalnya, meski mungkin ia telah pensiun, atau bahkan telah meninggal dunia!.

Begitu pula seorang ayah kepada keluarganya. Begitu pula seorang ibu kepada anak-anaknya. Begitu pula seorang guru kepada murid-muridnya, atau seorang teman kepada teman-temannya. Siapapun yang memberi contoh kebaikan atau keburukan kepada orang lain, maka ia pasti akan mendapatkan balasan atas contoh-contoh itu di sisi Allah Ta’ala.

Itulah sebabnya, sangat penting bagi setiap kita untuk memastikan setiap perkataan yang terucap dari lisannya, setiap perbuatan yang dilakukan oleh anggota tubuhnya; apakah itu semua akan meninggalkan jejak kebaikan dalam catatan amal kita, atau justru sebaliknya: meninggalkan jejak malapetaka yang memberatkan perjalanan kita di Akhirat nanti.

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah!

Sekali lagi, kehidupan kita di dunia ini sangat-sangat terbatas. Waktu kita sangat sempit. Kita bahkan tidak pernah tahu: apakah besok kita masih bernafas dan bisa melanjutkan hidup kita atau tidak? Kita tidak pernah tahu: berapa lama lagi jatah waktu kita yang tersisa di dunia ini?.

Karena itu, dalam detik-detik waktu yang masih tersisa ini, marilah kita segera memperbaiki jejak-rekam perjalanan kita selanjutnya. Segeralah bertaubat dengan sungguh-sungguh kepada Allah, agar Dia berkenan menghapuskan jejak-jejak hitam yang pernah kita tuliskan dalam catatan amal kita. Lalu setelah itu, bersegeralah kita untuk menyiapkan jejak-jejak kebaikan apa yang akan kita tinggalkan dan goreskan dalam buku catatan amal kita masing-masing.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menguraikan sejumlah pilihan jejak-jejak kebaikan yang bisa kita ukir dan tinggalkan. Beliau mengatakan:

سَبْعٌ يَجْرِي لِلْعَبْدِ أَجْرُهُنَّ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ، وهُو فِي قَبْرِهِ، مَنْ عَلَّمَ عِلْمًا، أَوْ كَرَى نَهْرًا، أَوْ حَفَرَ بِئْرًا، أَوْ غَرَسَ نَخْلا، أَوْ بَنَى مَسْجِدًا، أَوْ وَرَّثَ مُصْحَفًا، أَوْ تَرَكَ وَلَدًا يَسْتَغْفِرُ لَهُ بَعْدَ مَوْتِهِ

Artinya:

“Ada 7 amalan yang pahalanya akan terus mengalir untuk seorang hamba setelah kematiannya saat ia berada di dalam kuburnya:

(1) siapa saja yang mengajarkan ilmu,

(2) atau mengalirkan sumber air,

(3) atau menggali sumur,

(4) atau menanam sepohon kurma,

(5) atau membangun masjid,

(6) atau mewariskan sebuah mushaf,

(7) atau meninggalkan seorang anak yang selalu beristighfar untuknya setelah kematiannya.” (HR. al-Bazzar, dihasankan oleh al-Albani dalam Shahih al-Jami’).

Jamaah sekalian, lihatlah betapa banyaknya peluang dan kesempatan untuk kita semua bisa meninggalkan jejak-jejak kebaikan dalam catatan amalan kita. Manusia tidak perlu tahu tentang amal-amal shalih yang kita lakukan itu, karena yang paling penting adalah jejak-jejak keshalihan itu telah dicatat oleh Allah Azza wa Jalla dalam lembaran amal kita. Itu saja. Kita tidak perlu menunggu dan mengharapkan apresiasi manusia. Biarkanlah ia menjadi menjadi amalan yang tersembunyi di sisi Allah Azza wa Jalla.

Semoga dengan begitu, kita bisa meninggalkan jejak terbaik dalam kehidupan dunia ini, dan perjalanan Akhirat kita selanjutnya dimudahkan semudah-mudahnya oleh Allah Azza wa Jalla.

بَارَكَ اللَّهُ لِيْ وَلَكُمْ فَي القُرْآنَ العَظِيْمِ, وَنَفَعْنِيْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ, قُلْتُ مَا سَمِعْتُمْ وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُؤْمِنِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ للهِ عَلَىْ إِحْسَاْنِهِ ، وَالْشُّكْرُ لَهُ عَلَىْ تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَاْنِهِ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَاْ إِلَهَ إِلَّاْ اللهُ تَعْظِيْمَاً لِشَأْنِهِ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدَاً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْدَّاْعِيْ إِلَىْ رِضْوَاْنِهِ صَلَّى اللهُ عَلِيْهِ وَعَلَىْ آلِهِ وَأَصْحَاْبِهِ وَإِخوَانِهِ.

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah!

Hari-hari ini, kita tidak bosan-bosannya terus mengingatkan untuk: Jangan pernah lupakan Gaza! Jangan lupakan saudara-saudara kita kaum muslimin di bumi para Nabi dan Rasul, di bumi al-Quds, yang masih harus melewati hari-hari ujian dalam penjajahan kaum Zionis Yahudi.

Kita tidak boleh lupa, bahwa keberadaan mereka di bumi jihad Palestina itu lebih dari sekadar mempertahankan negara mereka yang bernama Palestina, tapi lebih dari itu, mereka sedang mewakili kita kaum muslimin untuk mempertahankan dan mengembalikan Masjidil Aqsha ke tangan umat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Maka salah satu jihad kita umat Islam di negeri ini terhadap Palestina adalah memberikan dukungan dalam berbagai bentuknya untuk saudara-saudara kita para pejuang dan umat Islam di Gaza dan Palestina. Jangan putus berdoa untuk mereka dalam setiap kesempatan yang Allah berikan untuk berdoa.

Semoga dukungan kita untuk Gaza juga bisa menjadi sebuah jejak kebaikan yang Allah catatkan dalam lembaran amal kita, insya Allah.

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰۤىِٕكَتَهُۥ یُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِیِّۚ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَیۡهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسۡلِیمًا

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ . وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ،فِي العَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

 اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ،يَا سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ

اَللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ غَزَّةَ، اَللَّهُمَّ احْفَظْهُمْ بِحِفْظِكَ، وَثَبِّتْ أَقْدَامَهُمْ، وَارْزُقْهِمْ مِنْ حَلاَلِكَ، وَانْصُرْهُمْ عَلَى الْيَهُوْدِ الْغَاصِبِيْنَ وَمَنْ عَاوَنَهُمْ فِيْ عُدْوَانِهِمْ.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

 رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً  إِنَّكَ أ نْتَ الْوَهَّابُ

رَبَّنَا تَقَبَّل مِنَّا وَقِيَامَنَا وَسَائِرَ أَعمَالِنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

   رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا

رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ  اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَ لْمُسلِمِين وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَ المُشْرِكِينَ وَأَعدَاءَكَ يَا عَزِيزٌ يَا قَهَّارٌ يَا رَبَّ العَالَمِينَ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

 سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp us
Exit mobile version