Home Khutbah Khutbah Jum’at: Kita Selalu Diawasi! (Edisi 081, 13 Rabiul Awal 1447)

Khutbah Jum’at: Kita Selalu Diawasi! (Edisi 081, 13 Rabiul Awal 1447)

0
Sampul Khutbah
Ilustrasi Sampul Khutbah Jum'at edisi 081

mim.or.id – Kembali kami menyajikan Khutbah Jum’at dengan tema ‘Kita Selalu Diawasi!’ (Edisi 081, 13 Rabiul Awal 1447).

Naskah selengkapnya:

KITA SELALU DIAWASI!

KHUTBAH PERTAMA

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.

اللهم صلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ،  وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ ِبِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّار

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah!

Kita selalu bersyukur kepada Allah Ta’ala atas semua karunia yang tak pernah berhenti melimpahkan nikmatNya dalam berbagai ragam bentuk dan wujud. Kita bersyukur kepada Allah Azza wa Jalla atas kehidupan hari ini dalam keadaan sebagai seorang muslim yang mentauhidkan Allah.

Semoga karunia Islam dan iman itu terus membersamai kita hingga kehidupan ini berakhir di dunia, dan kita pergi meninggalkannya dalam keadaan sebagai seorang muslim yang bertauhid.

Kaum Muslimin yang dimuliakan Allah!

Dalam suasana yang cukup merisaukan yang terjadi beberapa hari terakhir ini di Negeri kita tercinta ini, marilah kita kembali mengingatkan diri kita masing-masing bahwa apapun yang terjadi dan kita alami di dunia ini, pada akhirnya dunia ini tidak akan pernah menjadi tempat tinggal abadi kita. Pada akhirnya, dunia ini dengan segala riuh rendah kesenangan dan kesusahannya akan kita tinggalkan dan kita akan berpindah pada kehidupan Akhirat.

Apa artinya, jamaah sekalian? Artinya kita harus selalu mengingatkan diri kita tentang kewajiban kita untuk mempertanggungjawabkan ucapan dan perbuatan kita selama di dunia ini di kehidupan Akhirat nanti. Kelak di Yaumil Hisab nanti, kita semua pasti dan pasti akan dihisab atas kalimat dan tindakan yang kita tanam di dunia ini.

Jamaah sekalian, marilah kita renungkan sejenak pesan Allah Ta’ala di dalam Surah Qaf ayat 16 sampai 18. Allah berfirman:

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ . إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ . مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

Artinya:

“Sungguh Kami benar-benar telah menciptakan manusia, dan Kami mengetahui apa yang dibisikkan oleh dirinya, dan Kami lebih dekat kepada dirinya dari urat lehernya (sendiri). Ingatlah, ketika dua malaikat mencatat (perbuatannya), (ada yang) duduk di sebelah kanan dan di sebelah kirinya. Tidak ada satu kata pun yang terucap, melainkan di dekatnya ada malaikat yang mengawasi dan siap mencatat.”  (Surah Qaf: 16-18)

Rangkaian ayat ini, membangkitkan kesadaran kita tentang betapa dekat dan melekatnya pengawasan Allah Ta’ala terhadap semua kata dan perbuatan yang lahir dari dalam diri kita. Akan selalu hadir 2 malaikat Allah di setiap waktu, siang dan malam tanpa henti, di setiap menit hingga detik, mengawasi tak kenal lelah-itulah makna kata “Raqib”-, dan selalu hadir untuk mencatat tanpa tergantikan oleh siapapun-dan itulah makna kata “Atid”-.

Maka sekarang, jika Anda coba menengok ke sebelah kanan atau kiri Anda, sudah pasti Anda tidak melihat wujud malaikat pengawas dan pencatat itu, tapi dia hadir di sana, siap siaga mengawasi dan mencatat apa yang Anda ucapkan, apa yang Anda lakukan, tanpa terlewatkan atau terluputkan satupun!

Betapa mengerikannya. Betapa menakutkannya.

Kaum Muslimin yang dimuliakan Allah!

Hari ini saja, sudah berapa banyak kita berbicara? Apakah setiap kata yang kita ucapkan itu sudah kita pastikan sebagai ucapan kebaikan, atau kebanyakannya hanya ucapan-ucapan nista penuh dosa?.

Hari ini saja, sudah berapa banyak komentar yang kita ucapkan atau tuliskan di media-media sosial kita? Apakah sudah kita pastikan bahwa yang kita lontarkan itu adalah kebaikan, atau jangan-jangan hanya fitnah dan ghibah atas nama “sikap kritis”?.

Siapakah di antara kita yang saat ngobrol di Warkop dan tongkrongan, atau saat ingin menulis status dan komen di medsos, selalu berhenti sejenak untuk memastikan dan menimbang: “Apakah kata yang akan saya ucapkan ini aman dan tidak menjerumuskan saya ke dalam Neraka Allah?”.

Beberapa hari ini misalnya, kita sudah melihat betapa mengerikan efek kata-kata yang tidak dipertimbangkan dengan baik oleh sejumlah anggota Dewan yang terhormat, hingga menyebabkan terjadinya peristiwa tragis untuk mereka? Kita bisa belajar: betapa mengerikan efek kata-kata yang keliru seperti itu di dunia, lalu bagaimana pula di Akhirat nanti?

Sayangnya, banyak juga di antara kita yang tidak bisa menahan diri, lalu secara sadar atau tidak sadar, menyumbangkan pahala kebaikannya kepada para anggota Dewan itu dengan ghibah-ghibah yang lebih bernunsa fitnah kepada pribadi yang bersangkutan; baik itu melalui status dan komen, atau obrolan-obrolan dalam pertemanan.

Padahal seorang muslim harus selalu bersikap adil dan proporsional. Kita seharusnya  mengkritik yang salah, tanpa menzhalimi atau merampas hak-hak orang yang bersalah. Lagipula, keadilan apa yang ingin kita tegakkan, jika untuk itu kita juga melakukan banyak kezhaliman-termasuk melakukan penjarahan harta yang bukan hak kita?

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah!

Di zaman yang penuh carut marut ini, di zaman yang sudah terlalu overload informasi ini, kita sungguh-sungguh harus berhati-hati dengan setiap kata dan tindakan yang akan kita ucapkan dan lakukan. Bukan karena kita takut ditangkap apparat atau pemerintah, karena itu tidak ada apa-apanya. Sebab yang jauh lebih menakutkan adalah-sekali lagi-, karena kata dan tindakan itu akan kita bawa pulang ke Akhirat, dimana setiap detilnya akan kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah.

Jangan pernah mengambil kesimpulan untuk berkomentar atau mengambil sikap dan tindakan berdasarkan informasi yang beredar sepotong-sepotong dan tidak bisa dipertanggungjawabkan; entah itu dari Youtube, Tiktok dan di manapun.

Allah Ta’ala mengingatkan kita:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ 

Artinya:

“Wahai sekalian orang beriman, jika datang kepada kalian orang fasik membawa sebuah berita, maka perjelaslah (kebenarannya), (sebelum) kalian mencelakakan suatu kaum akibat kebodohan(mu), sehingga menyebabkan kalian menjadi orang-orang yang menyesali apa yang kalian lakukan.”  (Surah al-Hujurat: 6).

Betapa berbahayanya efek informasi palsu dan berita hoaks! Bukan hanya bagi yang menjadi korban dari berita dan informasi hoaks itu, tapi terutama bagi pembuat, penyebar dan yang terprovokasi bertindak oleh hoaks dan fitnah itu. Mereka semua akan dibayang-bayangi oleh penyesalan di dunia ini, dan penyesalan yang lebih besar di Akhirat nanti.

Ada 3 orang rakyat sipil yang menjadi korban meninggal akibat provokasi pembakaran Gedung DPRD. Ada seorang driver OJOL yang meninggal dikeroyok massa karena dituduh sebagai intel. Semua korban yang gugur itu insya Allah kita doakan semoga mati syahid, tapi para pelaku yang terlibat akan menanggung penyesalan yang sangat berat di dunia ini, sebelum mereka menyesali tindakan gegabah mereka di Akhirat nanti.

Kita berdoa, semoga Allah Azza wa Jalla selalu menjaga dan memulihkan Negeri kita ini dan seluruh negeri kaum Muslimin. Semoga Allah Ta’ala berkenan menolong kita menegakkan keadilan dan menumbangkan kezhaliman di Negeri ini. Semoga Allah Azza wa Jalla memberikan kita kekuatan untuk bersama-sama melenyapkan korupsi dan para koruptor yang telah menjadi penyebab utama terjadinya semua kekacauan dan ketidakadilan ini.

بَارَكَ اللَّهُ لِيْ وَلَكُمْ فَي القُرْآنَ العَظِيْمِ, وَنَفَعْنِيْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ, قُلْتُ مَا سَمِعْتُمْ وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُؤْمِنِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ للهِ عَلَىْ إِحْسَاْنِهِ ، وَالْشُّكْرُ لَهُ عَلَىْ تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَاْنِهِ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَاْ إِلَهَ إِلَّاْ اللهُ تَعْظِيْمَاً لِشَأْنِهِ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدَاً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْدَّاْعِيْ إِلَىْ رِضْوَاْنِهِ صَلَّى اللهُ عَلِيْهِ وَعَلَىْ آلِهِ وَأَصْحَاْبِهِ وَإِخوَانِهِ.

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah!

Tidak bosan-bosannya, melalui khutbah Jum’at siang ini, kami mengingatkan tentang Gaza, tentang saudara-saudara kita kaum muslimin di bumi para Nabi dan Rasul, di bumi al-Quds, yang masih harus melewati hari-hari ujian dalam penjajahan kaum Zionis Yahudi.

Kita tidak boleh lupa, bahwa keberadaan mereka di bumi jihad Palestina itu lebih dari sekadar mempertahankan negara mereka yang bernama Palestina, tapi lebih dari itu, mereka sedang mewakili kita kaum muslimin untuk mempertahankan dan mengembalikan Masjidil Aqsha ke tangan umat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Maka salah satu jihad kita umat Islam di negeri ini terhadap Palestina adalah memberikan dukungan dalam berbagai bentuknya untuk saudara-saudara kita para pejuang dan umat Islam di Gaza dan Palestina. Jangan putus berdoa untuk mereka dalam setiap kesempatan yang Allah berikan untuk berdoa.

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰۤىِٕكَتَهُۥ یُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِیِّۚ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَیۡهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسۡلِیمًا

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ . وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ،فِي العَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

 اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ،يَا سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ

اَللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ غَزَّةَ، اَللَّهُمَّ احْفَظْهُمْ بِحِفْظِكَ، وَثَبِّتْ أَقْدَامَهُمْ، وَارْزُقْهِمْ مِنْ حَلاَلِكَ، وَانْصُرْهُمْ عَلَى الْيَهُوْدِ الْغَاصِبِيْنَ وَمَنْ عَاوَنَهُمْ فِيْ عُدْوَانِهِمْ.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

 رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً  إِنَّكَ أ نْتَ الْوَهَّابُ

رَبَّنَا تَقَبَّل مِنَّا وَقِيَامَنَا وَسَائِرَ أَعمَالِنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

   رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا

رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ  اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَ لْمُسلِمِين وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَ المُشْرِكِينَ وَأَعدَاءَكَ يَا عَزِيزٌ يَا قَهَّارٌ يَا رَبَّ العَالَمِينَ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

 سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp us
Exit mobile version