mim.or.id – Kembali kami menyajikan Khutbah Jum’at dengan tema ‘Manusia yang Merugi Hidupnya!’ (Edisi 079, 28 Safar 1447).
Naskah selengkapnya:
‘MANUSIA YANG MERUGI HIDUPNYA!‘
KHUTBAH PERTAMA
إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.
اللهم صلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ ِبِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّار
Kaum muslimin yang dimuliakan Allah!
Segala puji bagi Allah Azza wa Jalla yang selalu memberikan berbagai karunia yang tak terhingga dan tak terduga. Begitu banyak dan berlimpah hingga terlalu sulit bahkan mustahil untuk kita hitung. Termasuk nikmat waktu dan kesempatan untuk memperbaiki diri, dan menyiapkan kehidupan yang lebih baik, terutama di Akhirat nanti.
Jamaah Jum’at yang berbahagia!
Di siang hari yang mulia ini, marilah kita merenungkan Kembali ayat-ayat Allah Ta’ala yang terangkum dalam surah Al-‘Ashr. Allah Azza wa Jalla berfirman:
وَالْعَصْرِ * إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ * إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran.” (QS. Al-‘Ashr: 1–3).
Ayat ini menjelaskan bahwa secara umum manusia berada dalam kerugian. Apa pun yang dikumpulkan, sebanyak apa pun harta yang dimiliki, tetap saja semuanya akan hilang. Satu-satunya yang selamat adalah mereka yang beriman, membuktikan imannya dengan amal shalih, teguh dalam kebenaran, dan bersabar dalam menghadapinya.
Hidup di dunia ini selalu berputar: kadang menang, kadang gagal; kadang untung, kadang rugi. Semua orang ingin jauh dari kerugian. Rugi itu pahit, sakit akibatnya. Tetapi ketahuilah, kerugian yang sesungguhnya bukanlah kerugian dunia, melainkan kerugian di akhirat kelak.
Allah menegaskan dalam Al-Qur’an:
قُلْ إِنَّ الْخَاسِرِينَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ وَأَهْلِيهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَلَا ذَلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ
“Katakanlah: Sesungguhnya orang-orang yang benar-benar rugi adalah mereka yang merugikan diri sendiri dan keluarganya pada hari kiamat. Itulah kerugian yang nyata.” (QS. Az-Zumar: 15).
Maka jelaslah, kerugian yang paling besar adalah hilangnya iman. Allah berfirman:
الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ
“Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itulah orang yang tidak beriman.” (QS. Al-An’am: 12).
Segala kerugian dunia masih bisa ditanggung. Harta hilang, bisa dicari lagi. Pekerjaan lenyap, bisa diusahakan kembali. Tetapi kalau agama kita yang hilang, iman kita yang rusak, maka itulah bencana yang paling besar. Karena itu Nabi ﷺ dalam doanya mengajarkan:
وَلَا تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا
“Ya Allah, janganlah Engkau jadikan musibah kami menimpa agama kami.” (HR. Tirmidzi).
Ma’asyiral Muslimin rahimahukumullah,
Al-Qur’an juga memperingatkan penyebab kerugian terbesar, yaitu syirik kepada Allah. Allah berfirman:
قُلْ إِنَّ الْخَاسِرِينَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ وَأَهْلِيهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَلَا ذَلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ
“Jika engkau berbuat syirik, pasti terhapuslah amalmu, dan engkau benar-benar akan termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Az-Zumar: 65).
Demikian pula orang yang mendustakan hari akhir, orang yang kufur terhadap Al-Qur’an, mereka semua termasuk orang-orang yang merugi. Allah berfirman:
وَمَنْ يَكْفُرْ بِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
“Dan barang siapa yang kufur terhadap Al-Qur’an, maka mereka itulah orang-orang yang merugi.” (QS. Al-Baqarah: 121).
Padahal, Al-Qur’an itu sumber hidayah. Tapi bagi orang yang menolaknya, justru akan menambah kerugian bagi dirinya. Sebagaimana firman Allah:
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang beriman, tetapi bagi orang-orang zalim Al-Qur’an itu hanya akan menambah kerugian.” (QS. Al-Isra’: 82).
Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah,
Kerugian di akhirat juga akan dialami orang yang amal shalihnya sedikit, sehingga timbangan kebaikannya ringan. Allah berfirman:
فَمَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ * وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَئِكَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ بِمَا كَانُوا بِآيَاتِنَا يَظْلِمُونَ
“Barang siapa yang berat timbangan kebaikannya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan barang siapa yang ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya karena dahulu mereka menzalimi ayat-ayat Kami.” (QS. Al-A’raf: 8–9).
Begitu pula, orang yang tidak mendapatkan ampunan Allah termasuk orang yang merugi. Seperti doa Nabi Adam dan Hawa ketika diturunkan ke bumi:
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Al-A’raf: 23).
Kerugian juga menimpa orang yang melalaikan shalat. Nabi ﷺ bersabda:
الَّذِي تَفُوتُهُ صَلَاةُ الْعَصْرِ كَأَنَّمَا وُتِرَ أَهْلَهُ وَمَالَهُ
“Barang siapa yang terluput shalat Ashar, seakan-akan ia kehilangan keluarga dan hartanya.” (HR. Muslim).
Begitu pula orang yang bangkrut pahala karena menzalimi sesama. Nabi ﷺ bersabda yang artinya:
“Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut? Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah yang datang pada hari kiamat dengan membawa shalat, puasa, dan zakat, tetapi dia juga datang dengan membawa dosa mencaci orang, memfitnah, memakan harta orang lain, menumpahkan darah, dan memukul orang lain. Maka diberikanlah pahala kebaikannya kepada orang-orang yang ia zalimi. Jika pahalanya sudah habis sebelum terbayar semuanya, dosa-dosa mereka dipindahkan kepadanya, lalu ia dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim).
Jamaah yang dirahmati Allah,
Kerugian yang paling menyakitkan adalah hilangnya waktu tanpa digunakan untuk taat kepada Allah. Waktu tidak pernah kembali. Karena itu, orang yang cerdas adalah yang menghitung, sudah berapa banyak keuntungan akhirat yang ia kumpulkan, dan berapa kerugian yang ia alami.
Adapun orang-orang yang beruntung adalah mereka yang hidup dengan Al-Qur’an, mendirikan shalat, dan berinfak di jalan Allah. Allah berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, mereka itulah yang mengharapkan perdagangan yang tidak akan merugi.” (QS. Fathir: 29).
Inilah satu-satunya perdagangan yang dijamin untung: berdagang dengan Allah, berjuang di jalan Allah, dengan harta dan jiwa. Allah berfirman:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ * تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, maukah Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kalian dari azab yang pedih? (yaitu) beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, serta berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa kalian. Itulah yang lebih baik bagi kalian, jika kalian mengetahui.” (QS. As-Shaff: 10–11).
بَارَكَ اللَّهُ لِيْ وَلَكُمْ فَي القُرْآنَ العَظِيْمِ, وَنَفَعْنِيْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ, قُلْتُ مَا سَمِعْتُمْ وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُؤْمِنِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ للهِ عَلَىْ إِحْسَاْنِهِ ، وَالْشُّكْرُ لَهُ عَلَىْ تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَاْنِهِ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَاْ إِلَهَ إِلَّاْ اللهُ تَعْظِيْمَاً لِشَأْنِهِ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدَاً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْدَّاْعِيْ إِلَىْ رِضْوَاْنِهِ صَلَّى اللهُ عَلِيْهِ وَعَلَىْ آلِهِ وَأَصْحَاْبِهِ وَإِخوَانِهِ.
Kaum muslimin yang dimuliakan Allah!
Tidak bosan-bosannya, melalui khutbah Jum’at siang ini, kami mengingatkan tentang Gaza, tentang saudara-saudara kita kaum muslimin di bumi para Nabi dan Rasul, di bumi al-Quds, yang masih harus melewati hari-hari ujian dalam penjajahan kaum Zionis Yahudi.
Kita tidak boleh lupa, bahwa keberadaan mereka di bumi jihad Palestina itu lebih dari sekadar mempertahankan negara mereka yang bernama Palestina, tapi lebih dari itu, mereka sedang mewakili kita kaum muslimin untuk mempertahankan dan mengembalikan Masjidil Aqsha ke tangan umat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Maka salah satu jihad kita umat Islam di negeri ini terhadap Palestina adalah memberikan dukungan dalam berbagai bentuknya untuk saudara-saudara kita para pejuang dan umat Islam di Gaza dan Palestina. Jangan putus berdoa untuk mereka dalam setiap kesempatan yang Allah berikan untuk berdoa.
إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰۤىِٕكَتَهُۥ یُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِیِّۚ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَیۡهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسۡلِیمًا
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ . وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ،فِي العَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ،يَا سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ
اَللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ غَزَّةَ، اَللَّهُمَّ احْفَظْهُمْ بِحِفْظِكَ، وَثَبِّتْ أَقْدَامَهُمْ، وَارْزُقْهِمْ مِنْ حَلاَلِكَ، وَانْصُرْهُمْ عَلَى الْيَهُوْدِ الْغَاصِبِيْنَ وَمَنْ عَاوَنَهُمْ فِيْ عُدْوَانِهِمْ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أ نْتَ الْوَهَّابُ
رَبَّنَا تَقَبَّل مِنَّا وَقِيَامَنَا وَسَائِرَ أَعمَالِنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا
رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَ لْمُسلِمِين وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَ المُشْرِكِينَ وَأَعدَاءَكَ يَا عَزِيزٌ يَا قَهَّارٌ يَا رَبَّ العَالَمِينَ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
